bab 30

912 Kata

Pagi itu udara Jakarta tidak bersahabat. Hujan rintik turun sejak subuh, menambah suasana muram setelah koran pagi memuat kabar miring tentang Edward dan Celine. Di meja makan kecil mereka, koran itu tergeletak, kusut karena diremas Edward semalam. Judulnya masih menohok setiap kali mata Edward tanpa sengaja melirik, Putra Keluarga Sinclair Nekat, Serahkan Anaknya pada Ibu Depresi? Celine duduk diam dengan wajah pucat. Tangannya sibuk menggoyang-goyang Reno yang duduk di pangkuannya, meski bayi itu terlihat lebih sibuk memainkan jari-jarinya sendiri. Ada lingkar hitam di bawah mata Celine—bekas malam-malam tanpa tidur, bukan hanya karena Reno, tapi juga karena pikirannya yang tak henti-henti digempur rasa takut. “Ed,” suara Celine lirih, hampir berbisik, “kalau opini publik sudah begini…

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN