Perlahan, kubuka kembali kedua mataku yang terpejam untuk beberapa saat. Seketika retina mataku menangkap cahaya matahari yang kurasa sedang tersenyum padaku. Dan mendapati itu, aku menyadari sesuatu. Tak peduli berapa banyak waktu yang kuhabiskan untuk mengenang masa itu maka yang kulihat akan selalu tetap sama, yaitu hari-hari di mana aku masih menyesali perbuatan burukku. Sekarang aku tahu apa makna sebenarnya dari penyesalan. Andai aku menyadarinya lebih cepat tentu semua itu tak akan terjadi. Bayangan kesakitan Kiandra yang tergeletak ketika memilih untuk menyelamatkanku begitu menyiksaku. Hingga kini. Lebih menyiksa lagi karena aku tau, seharusnya aku yang menjadi korban Alex. Dan pria itu sudah kupastikan tak akan mampu melihat dunia luar dalam waktu yang sangat lama. Ia memang haru
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


