20

958 Kata

PERINGATAN : HATI-HATI MEMBACA BAB INI. ************************************** Napasku memburu dan entah sudah berapa kali kutinju dinding rumah sakit. Aku benci pintu kaca yang memisahkan aku dan Kiandra. Aku harus bersamanya. Aku pernah mengatakan padanya bahwa aku tak akan melepas tangannya. Tapi, dokter-dokter itu tak mengizinkanku untuk bersamanya. Entah sudah berapa lama aku berdiri frustrasi di sana hingga seorang perawat keluar dari sana dengan langkah yang tergesa-gesa. Kutahan tangannya. “Ada apa?” Ia tampak tersengal. “Pasien kekurangan banyak darah dan persediaan darah rumah sakit sedang kosong.” Jantungku semakin berdetak dengan irama yang membuat aku semakin gila. “Golongan apa?” “A.” Sekejap perasaanku sedikit melega. “Darahku A. Tolong ambil darahku dan selamatkan K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN