PERINGATAN: HATI-HATI MEMBACA BAB INI. ************************************** Hari ini Nura tepat berusia empat puluh hari dan aku tanpa menolak sedikit pun menyetujui keinginan Nenek untuk mengadakan syukuran. Maka malam itu rumahku yang selalu sepi mendadak ramai. Para tetangga dan keluarga semuanya berkumpul malam itu. Di sampingku Kiandra dengan setia menjaga Nura dalam gendongannya. Dan mataku selalu tertuju pada mereka. Kini kurasa aku tak perlu berpura-pura lagi untuk terlihat bahagia. Kurasa seperti inilah wajah orang yang bahagia. Mereka yang datang mendekat silih berganti untuk sekadar dapat melihat Nura dari dekat. Mereka mengatakan betapa cantiknya, imutnya, dan aku tahu, mereka semua benar. Bagaimana mungkin bayi mungil ini tak cantik? Ia benar-benar mirip dengan Kiandra. H

