Queeny sudah selesai membuat kartu ucapan dan dia pun pamit kembali ke apartemen Yusuf. Dia berharap bisa memberikan hadiah tersebut malam itu juga dan dia berencana menyimpan fi meja kerjanya. Dengan perasaan girang Queeny membawa jinjing ke dalam apartemen. Namun, ketika Queeny sampai di rumah, Yusuf langsung menyambutnya dengan berita yang mengejutkan. "Queeny, besok pagi kita harus berangkat ke Medan," kata Yusuf dengan serius. Queeny merasa kecewa karena dia tidak diberitahu sebelumnya. "Besok? Pak Yusuf sudah gila apa? Kenapa nggak bilang dulu sama saya?" cecar Queeny dengan wajah setengah terperangah. "Maaf, saya lupa!" jawab Yusuf datar. "Lupa? Tadi pagi kan Umi telpon kenapa nggak bilang apa-apa sama saya?" selidik Queeny. "Oh, iya. Saya bingung harus bilang dari mana!" "K

