*** Suasana senyap dan teduh memenuhi ruangan tidur Yusuf saat dia memejamkan matanya. Cahaya lembut dari lampu tidur menyebarkan kilauan hangat di sekitar kamar. Angin sepoi-sepoi mengalir melalui jendela terbuka, membawa aroma bunga-bunga yang menyegarkan dari taman depan. Yusuf berbaring di tempat tidurnya, menatap langit-langit dengan tatapan lelah setelah seharian yang panjang. Lama-lama, matanya mulai terasa berat, dan gelombang kelelahan menghampirinya. Dalam keadaan setengah sadar, dia memasuki alam mimpi yang menyeretnya ke dunia yang lain. Di sana, dia bertemu dengan Aina, adiknya yang sudah lama meninggal. Dalam mimpi itu, Yusuf melihat Aina berdiri di hadapannya dengan senyum hangat di wajahnya. Aina terlihat cantik seperti biasa, dengan mengenakan hijabnya dan mata yang ber

