Dilara menunduk dalam, menyembunyikan rona di wajahnya karena tersipu malu. Mahendra yang memang tidak peka bersikap biasa saja. Ia menarik tangan Dilara, ikut serta untuk makan malam bersama. Kasihan juga gadis itu sudah kelaparan. Mahendra menarik kursi, mempersilakan Dilara untuk duduk. "Silakan duduk," kata Mahendra, menunjuk tangan ke kursi yang ia sediakan. Bibir Dilara mengulas senyum. "Terima kasih," ujar Dilara. Mahendra melepas satu persatu kancing jasnya, karena gerah memakai lapisan baju. Ia menyampirkan jas miliknya di kursi, sambil membuka dasinya. Dilara hanya melihat, Mahendra mendengus. "Kau ini, bukannya membantuku malah melihatku seperti itu," protes Mahendra. "Terus aku harus ngapain, Om? Lagian 'kan udah dilepas juga." "Ck, kau ini." Wanita di sampingnya diam

