"Hime aku pulang" teriak Naruto saat dirinya pulang dari kerja
"Iya naruto kun" teriak Hinata dari dapur,Naruto tau kalau hinata tidak datang menghampirinya bearti wanita itu sedang sibuk di dapur.Naruto pun bergegas menuju dapur sungguh dia sangat rindu pada istri mungilnya tersebut
Sepasang lengan kekar yang melilit pinggang nya erat hampir membuat hinata berteriak namun hal itu urung dilakukan nya saat dia mengetahui siapa sepasang lengan kekar tersebut.
"Hime" ucap naruto manja sambil mencerukkan kepalanya dalam ke leher hinata dan menghirup aroma yang yang telah menjadi candunya
"Naruto kun sebaiknya mandi dulu,Naruto kun bau" ucap hinata sambil berpura pura menutup hidung
Naruto pun menatap hinata dengan pandangan bingung
"Apa iya ya aku bau" batin Naruto sambil mencium cium bau badannya
"Enggak ah hime perasaan wangi kok coba cium" ucap Naruto sambil merenggakan kedua tanganya tetapi hanya ditanggapi gelengan oleh hinata
"Naruto kun modus" ucap Hinata menggoda dan membuat naruto terkekeh
" Naruto kun mandi dulu ,tuh makanannya mau mat..........gosong!!" pekik hinata saat makanan yang dia buat gosong
"Hahahahahaha" tawa naruto kencang saat melihat ekspresi istrinya yang panik
"Lain kali kalo masak jangan ngeledek orang" timpal naruto dan berhasil mendapat pelototan tajam hinata
Setelah mendapat pelototan tajam dari hinata naruto pun langsung pergi meninggalkan hinata dan disinilah dia di balkon kamar mereka yang langaung menghadap kolam renang,udara yang sejuk membuat naruto teringat terhadapa suatu kejadian yang terjadi 2 bulan yang lalu..
Flasback
Hinata berdiri di dekat balkon kamar mereka menatap kosong
Hari ini adalah genap satu minngu hinata tidak bertegur sapa dengan naruto setelah mengetahui rencana naruto hinata pun menjadi marah,sebenarnya dia tidak terlalu marah dengan naruto tapi alasan di balik suaminya melakuakn itu adalah sangat klise.Bisa bisanya suaminya itu merencanakan rencana yang mampu membuat jantung hinata hampir copot jujur diawal hinata memang terkejut tetapi setelah membopong naruto ke dalam kamar hinata baru tau bahwa itu hanya akal akalan naruto saja saat dia melihat senyum miring dari suaminya saat dia kembali ke kamar sehabis mengambil obat Naruto.
"Hime gomen"
Hinata menarik nafas kasar kata kata itulah yang terus dia dengar selama satu minggu ini,sungguh dia tidak tega melihat suaminya seperti seorang pengemis yang memohon mohon minta makan
Tapi hatinya belum bisa menerima rencana Naruto tersebut
"Hime ayolah,kamu boleh melakukan apa saja asal jangan kaya gini.Kamu nyakitin aku lebih dalam" Hinata tidak menghiraulan ucapan Naruto dan pergi menuju balkon kamar mereka
Saat hinata menikmati semilir angin yang sejuk sambil meringankan beban di kepalanya tiba tiba sepasang lengan kekar yang memeluknya erat,bukan itu saja hinata juga merasakan bahwa bahunya basah.Apakah naruto menangis? Hinata pun menjadi khawatir dan saat ingin membalikkan badan
"Hime kumohon biarkan seperti ini dulu" Hinata pun menurut saat mendengar ucapan naruto yang sangat serak
Tak sanggup tuk hidup
Tanpa hembusan nafasnya
Izinkan aku tuk mencintainya
Namun bila waktuku telah habis dengannya
Tolong jaga cinta ini selamnya
Hinata pun meneteskan air matanya,dia terharu mendengar suara naruto yang sangat merdu di telinganya,seakan lagu itu menggambarkan suasana hati yang naruto rasakan
"Hime kumohon,jangan sakiti aku lebih dalam lagi" ucap Naruto membalik bada hinata dan menatap tajam kedua belah mata yang selalu dirindukan nya tersebut mata yang selalu membuatnya tenang dan tentram
"Aku tau aku pernah melakukan kesalahan yang sangat fatal tapi hime kumohon,sungguh hime aku tidak akan bisa bernafas tanpa adanya dirimu disampingku" ucap naruto
"Katakan hime apakah cinta tidak pantas untukku ?, kalau iya maka aku akan pergi tapi ingat ini hime walaupun aku telah pergi tetapi cintaku tetap akan ada disini selamanya" ucap naruto sambil menunjuk d**a sebelah kirinya
Stop!!, cukup permainan kni selesai,wanita mana yang tidak akan tergugah saat laki laki yang dia cinta memohon kepadanya untuk memaafkan ..saat naruto ingin membalikkan badannya meninggalkan hinata tetapi tertahan karena lengan nya telah ditarik hinata,dan langsung memeluknya erat seakan hari esok telah tiada
"Jangan tinggalkan aku,baiklah aku nyerah aku tidak bisa menahannya..aku kalah aisiteru naruto kun" ucap hinata sambil memasukkan kepalanya ke dalam d**a bidang naruto
"Aisiteru too hime forever" ucap naruto tersenyum lega
"Jadi aku berhasil dong memperbaiki vas yang pecah" ucap naruto lagi dan mendapat anggukan dari Hinata
"Kalau begitu program membuat naruto junior bisa di percepat" ucap naruto dan mendapat hadiah cubitan atas kalimat frontal yang ia ucapkan tadi...
Flasback off
"Naruto kun masakannya udah siap,mau makan sekarang atau nanti?" Suara lembut itulah yang selalu membuat Naruto bahagia dia sungguh beruntung karena kami sama telah berbaik hati menciptakan malaikat untuknya.
"Hime kesini sebentar" ucap naruto sambil melambaikan tangannya meminta Hinata mendekat,Hinata pun mengangguk
"Ada apa Naruto kun ?" Tanya Hinata sambil menatap kedua bola mata Naruto dalam
"T-idak ada" ucap naruto gugup,entah kenapa malam ini istrinya begitu terlihat lebih cantik dari biasanya...
Sebenarnya Naruto ingin sekali "memakan" istrinya tersebut,tapi apakah Hinata mau menerimanya.Dengan keberanian yang sangat besar Naruto pun mulai berbicara
"Ehm..Hime apakah aku boleh meminta hak ku?" Tanya Naruto serak,tetapi saat melihat wajah polos istrinya Naruto pun semakin gemas melihatnya
"Maksud Naruro kun?" Tanya Hinata
"Eh..aku mau memak-"
Krekk
Belum sempat Naruto menyelesaikan kata katanya,perut nya malah protes duluan...Dan harapan indah Naruto pun harus lenyap akibat perut sialan nya itu
"Hahahahaha" tawa Hinata,dan membuat Naruto tertegun tidak pernah dia lihat kalau Hinata dapat tertawa selepas itu selama mereka menikah
"Naruto kun kalau mau bilang makan,bilang aja nggak usah bikin drama drama seperti ini" ucap Hinata lagi dan menarik tangan Naruto ke meja makan
*****************
Setelah mereka menyantap makan malam mereka kini Hinata dan Naruto sedang bersantai nonton tv dengan Hinata yang bersandar pada d**a bidang Naruto.
Drttttttt
Keharmonisan mereka pun tertanggu dengan bunyi dering telpon yang sanagt menganggu,Naruto pun dengan malas mengangkat telponnya
"Narutoo!!!!" Naruto pun mejauhkan telponnya dari telinga saat mendengar teriakan ibunya,Hinata pun sama dia langsung terbangin saat mendengar teriakan dari mertuannya itu
"Aduh ka-can nggak usah teriak teriak juga" ucap naruto kesal dan mendapat kekehan dari empunya
"Hehe,gomen ka-can cuma mau mantau apakah anak ka-can ini sedang memproses pembuatan cucu ka-can" Hinata pun merona dia dapat mendengar percakapan mertua nya tersebut karena memang Hinata masih berada di dekat Naruto
"Iya ini lagi proses,tapi nggak jadi" ucap Naruto sesal
"Hah,kenapa nggak jadi ? " tanya kushina terkejut
"Karena....ka-can menganggu kami terus bagaimana mau buatnya!" Pekik Naruto
"Oh kalau gitu ka-can tutup ya,ingat buat cucu yang banyak buat ka-can" ucap kushina lalu memutuskan sambungannya,naruto pun menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ibu nya tersebut.Naruto menatap Hianata yang sejak tadi masih merona
"Nggak usah merah merah gitu deh pipinya" ucap Naruto gemas sambil mencubit kedua pipi mulus Hinata
"Ah Naruto kun sakit,siapa yang merah sih" Bela hinata
"Kalau mau bilang aja" goda Naruto sambil tersenyum miring
"Enggak ahhh" Hinata pun terkejut saat dirinya tidak menyentuh lantai lagi
"Naruto kun mau apa?" Tanya Hinata saat dirinya di gendong Naruto
"Ke kamar" jawab Naruto singkat
"Buat?" Naruto merutuki kepolosan istrinya tersebut
"Buat ehm...proses pembuatan cucu untuk ka-can" Hinata pun makin merona saat Naruto mengatakan itu dan berselinap di antara celukan leher Naruto.Naruto yang melihat kelakuan istrinya itu pun hanya bisa tertawa dalam hati sambil mensyukuri atas segalanya
"Arigatou kami sama untuk semuannya" syukur Naruto sambil terus membopong badan Hinata