Ketika kau mencintai seseorang tanpa alasan, maka KAU tak akan mempunyai alasan untuk meninggalkannya.
______________________________________
Author pov
"Hime,makan dulu ya ?"
"Hime,aku berangkat kerja ya?"
"Baik baik di rumah love you "
"Hime maafkan aku"
Mungkin itulah rangkaian kata-kata yang seringkali Naruto ucapkan setiap hariNYA
Semenjak kepulangan Hinata, ia tidak ingin sekalipun berbicara dengan Naruto walau berulang kali Naruto mencoba UNTUK memperbaiki keadaan TEtapi, HANYA tatapan sedingin gunung es lah yang DIDAPATNYA.
Krekkkkk
Dengan diam diam pria bersurai pirang ini masuk ke kamar Hinata secara diam diam itulah kebiasaan sang uzumaki ini semenjak sang istri tidak mau tidur sekamar dengan dirinya lagi
NARUTO memandangi wajah polos nan ayu istrinya, hal itu membuat perasaan Naruto mulai tak karuan. Ingin rasanya ia mengangkat Hinata yang tengah terlelap kemudian membawanya kekamar mereka. Tetapi mimpi tetaplah mimpi........
Naruto tidak ingin mengambil resiko dengan membangunkan singa betina yang sedang tidur
"Apa ini?" Batin naruto saat melihat sebuah buku terselip diantara jari jari lentik hinata.Dengan sangat pelan naruto berusaha mengambil buku itu dari cengkraman hinata
Srekkk
Setelah mendapatkan buku kecil itu,Naruto pun berjalan menjauhi hinata sambil membolak balikkan kertas yang sudah bertuliskan pena itu isinya bermacam- macam dari gambar hinata semasa kecil,coretan coretan tidak jelas hingga sebuah tulisan yang bertuliskan pena merah yang membuat naruto tertarik untuk membacanya
*********************************
Semilir angin bercampur dengan daun yang berguguran,sunyi dan kosong itulah yang kurasakan ketika awal hidupku sangatlah berat dengan kematian ibu ku saat kecil semangat hidupku hampir meredup bertahun tahun aku hidup tanpa gairah,tanpa semangat hidup menjalaninya dengan datar tanpa ada guncangan sedikitpun..
tapi setitik cahaya datang menghampiriku ya dia seorang anak laki laki bersurai kuning datang kepada ku menolongku dan mengikatku dengan pesonanya,mencintainya adalah sebuah anugrah bagiku dan dicintainya adalah sebuah keajaiban tetapi sayang cinta kami hanyalah cinta yang berselisih tangan,tak pernah terpikir oleh bahwa dia masih mencintai ku hingga hari terakhir kami bertemu
Janji kami lah yang membuat aku untuk menutup hati pada siapa pun, karena aku percaya bahwa suatu hari ia akan datang kepadaku cepat atau lambat
tetapi seorang pemuda asing datang, melamarku, dan aku dipaksa untuk menikahinya. Asing? Ya, itulah yang kupikirkan tentang pemuda itu. Seorang pria yang tak lain adalah orang yang selalu kutunggu dan kucintai sepenuh jiwaku.
semua kecelakaan dan perpisahan yang hampir terjadi, membuat kami dapat menyatakan perasaan kami yang telah lama tumbuh
Hingga datanglah anugrah terindah yang di titipkan tuhan kepada ku,menjadi seorang ibu dari laki laki yang kucintai adalah sebuah impian yang sangat tinggi...Bahagia? Ya waktu itu aku sangat bahagia hingga fitnah itu datang
Dada naruto pun terasa sesak saat membaca penggalan tulisan yang ditulis hinata dengan rapih........Naruto pun membalik kehalaman berikutnya seraya mencoba menguatkan hati jikalau tulisan yang mungkin saja akan lebih menyayat hatinya.
Cobaan yang terus menerus menghantam diriku secara berkala, puncaknya adalah ketika aku harus kehilangan buah hatiku yang selama ini kulindungi dengan segenap hati dan jiwa ku.
Begitu juga dengan hati ku saat ini
Jika saja hati ini di ibaratkan sebuah kertas yang di bakar hingga jadi abu dan lenyap ditiup angin bersama harapan dan keperihan yang di rasakan
Jika cinta memang tidak layak untukku mungkin selamanya aku akan bertahan pada posisi ini
Kenapa begitu perih luka yang kau campakkan bahkan untuk menangis pun rasanya tidak bisa
Apa salahku?..Apakah aku pernah berbuat kesalahan yang begitu fatal hingga aku dihukum seperti ini
Seperti punuk merindukan bulan
Apakah aku salah memilih dirinya?
Apakah aku terlalu percaya diri untuk mengunci hatiku dari siapa pun?
Katakan bila aku memang salah maka katakan lah wahai bumi kenapa engkau diam membisu menyasikkan betapa perihnya hati seorang wanita rapuh di lukai berkali kali
Ya kami-sama katakan apa yang kau siapkan di balik semua cobaan ini?
hujan turun membasahi bumi,wangi semerbak tanah bercampur air hujan menemani kegelapan ku.
Kenapa aku harus ada di dunia ini?
Ingin rasanya aku berlari ke pucak gunung lalu berteriak sekencang kencangnya
Dia selalu mengatakan bahwa aku adalah miliknya dan sekarang katakan apakah aku sebuah barang yang dapat dimiliki lalu di buang dengan mudah?
Cukup, Naruto tidak ingin lagi merasakan perih dihatinya saat membaca rangkaian kata kata yang sangat menyakitkan
"Apakah ini yang dirasakan hime selama ini?" Bathin naruto berteriak dia ingin sekali merobek tulisan itu dan menggantinya dengan rangkaian kata kata bahagia
"Ughh" lenguh hinata,sambil menyadarkan dirinya ke dunia yang selama ini memberinya luka
"Naruto kun?" Tanya hinata saat melihat Naruto datang ke kamarnya
"Oh, Hime.. kau sudah bangun?" Naruto menoleh dengan sebuah senyum. Hatinya mengkerut gugup. "Ki-kita.. makan bersama, ya?" Ajak Naruto menutupi rasa gugupnya.
"Tidak !" Nada ketus plus dingin lah yang Naruto terima,saat dia berhadapan dengan hinata
"Tapi-"
"Tidak ada tapi-tapian ! Sekarang lebih baik Naruto-" Hinata tertegun sendiri. Terkadang sisi lain dirinya menolak untuk berkata kasar dan berteriak pada suaminya.
"...kun" tambah Naruto dengan suffix yang selalu mengikuti namanya dari Hinata. "Tidak baik Hime, memanggil suami tidak sopan."
"Terserah dan sekarang keluar" Usir hinata dengan tegas
Naruto pun berjalan deengan gontai berjalan menuju pintu keluar dari kamar hinata,selalu penolakan yang dia dapat
"Sampai kapan begini,aduh abang lelah neng ngehadapin sikap neng yang kaya gini" bathin naruto sambil mencari cari ide apakah yang bisa dia pakai untuk membohongi hinata
"Aduhhh" erang naruto kesakitan tapi jangan kalian pikir ini betulan karena ini adalah akal akalan naruto untuk membuat hinata khawatir
"Oh kami-sama bagaimana ini,rasanya sakit sekali bahkan untuk berjalan pun aku tidak bisa" ucap naruto dengan acting seakan akan betulan
"Ampunilah semua dosa hamba,jika aku hari ini harus mati.Tolong jaga lah hime" Ucap naruto semakin mendramatisir keadaan
"Aduhh,hime selamat tinggal" ucap naruto dan pura pura pingsan di lantai
Cekrekkk
"Astaga naruto kun!" ucap hinata panik saat melihat sang uzumaki tersebut tergeletak lemah di lantai
Dengan cekatan hinata mengambil balsem yang terletak di p3k dan mengusapkan nya ke hidup Naruto.
"Ughh" acting naruto sambil mencoba membuka matanya dengan sangat pelan
"Hime,tolong" Ucap naruro serak
"Naruto kun mau apa?" Tanya hinata dengan lembut
"Angkat ke kamar hime" Ucap naruto manja
"Ehh..tapi,ehmm baiklah" ucap hinata sambil membopong badan Naruto yang jauh lebih besar dari badannya
"Hime buatkan aku bubur ya" pinta naruto saat mereka sudah sampai di kamar
"Hm"
********************************
"Naruto kun bangun" ucao hinata sambil menggoyang badan Naruto
"Hmm,hime suapin aku ya" pinta naruto
"tidak mau!!"
"Hime kalau suami lagi sakit harus dirawat" bujuk Naruto
"Yang sakit siapa? Ini hanya akal-akalan Naruto-kun saja, ne?!" Ucap Hinata kemudian pergi meninggalkan Naruto yang tengah memasang wajah bengong."
"Ya kami-sama ternyata Hime tau rencananya!!
B
aiklah mungkin rencana yang satu ini gagal tapi akan ku pastikan hime rencana selanjutnya tidak akan gagal"