Apakah kita akan tetap bersama?

1025 Kata
Baru kemarin aku melihat cerahnya pelangi menghiasi hatimu,tetapi dengan cepatnya hujan telah membasahi pipi indah mu Naruto _____________________________________ Flasback "Kaacan ehm,aku ke kemar kecil dahulu ya kaacan?" Tanya hinata kepada kushina "Baik sini kaacan antarkan" jawab kushina dan ingin berdiri jika dia tidak melihat muka penolakan dari hinata "Eh tidak usah,biar aku saja" ucap hinata dan mulai melangkahkan kakinya "Apa yang kamu lakukan?" Samar samar hinata mendengar suara perdebatan antara naruto dan minato "Maksud tou san apa?" Suara itu semakin jelas dan semakin membuat hinata penasaran tentang apa yang ssdang di bicarakan antara anak dan ayah tersebut. "Kenapa mereka seperti bertengkar" bathin hinata sambil melangkah menuju pintu "Jangan pura pura tidak tau,pertama kau menuduh hinata selingkuh dan mengusirnya dan kedua kau membuatnya harus kehilangan anak kalian hah!!!" Glekkkkk Bagai tersambar petir hinata pun langsung diam membatu disana dia masih memikirkan apa yang telah di ucapkan minato tadi benar bahwa dia telah kehilangan anaknya,tidak terasa air mata hinata pun turun di pelupuk indah matanya tanpa bisa dia cegah lagi.....luka di hatinya pun semakin bertambah "D-dari mana tou san tau?" Samar samar hinata mendengar suara naruto yang gugup...hal itu malah menambah luka hinata bukankah dalam kalimat itu tidak ada pernyataan penolakan berarti memang benar kalau hinata memang sudah kehilangan bayinya "Kamu tidak perlu tau tou san tau dari mana,dan dengarkan ini cepat atau lambat bangkai itu pasti akan tercium beritahu hinata atau dia akan tau sendiri,jika dia mengetahuinya terlebih dahulu tou san tidak akan menjamin hinata akan berada di sisimu lagi selamanya" Hal itu lah yang terakhir hinata dengar..dia ingin pergi pergi jauh dari semua orang,apakah nasibnya harus se tragis ini bayangkan wanita mana saja yang tidak sakit saat mendengar kalau anak yang dikandungnya dengan kasih sayang telah tiada selamanya...hinata tau anaknya memang belum genap 2 bulan tetapi dia bisa merasakan kehangatan menjadi seorang ibu dan sekarang dia harus melepaskannya!!!! Dengan sekuat tenaga hinata membuka daun pintu yang mengahalangi dirirnya dan naruto Trekkk Baru dia membuka pintu wajah pucat naruto sudah menyambutnya,kali ini dia akan diam dia akan pergi tanpa memberi tahu siapa pun "jadi lah wanita yang kuat..pandang muka naruto itu dengan berani,bukankah ini yang dia inginkan kehilangan anak dari selingkuhan istrinya" bathin hinata memberi semangat tetapi tetap hasilnya nihil.malah air mata lah yang keluar dari mata hinata.hinata pun berlari meninggalkan naruto yang diam membatu disana Flasback off **************************** hinata pov Aku harus pergi,pergi kemana pun aku muak dengan semua ini apakah jalan hidup ku seterjal ini...apakah ada wanita lain yang bernasib seperti ku? Aku tidak peduli dengan siapapun Dapat ku dengar suara naruto kun yang memanggilku,bahkan pasien dan suster suster pun menatap kami dengan tatatapan bingung.jangan heran aku memang sedang melangkah di lorong rumah sakit,aku akan pergi kemana pu. tidak peduli kalau hari sudah malam dan di luar sana hujan lebat bukankah tidak ada seorang pun yang mengerti aku "Hinata berhenti disana ku mohon" mohon naruto denganku Author pov Di bawah guyuran hujan kedua pasang manusia itu saling bertatapan dan berhadapan,pandangan mereka berbeda yang satu dengan tatapan dinginnya dan satunya lagi dengan tatapan gelisah semoga saja dengan hujan ini akan membawa ke ajaiban "Hime ku-mohon den-garkan aku" ucap naruto gugup...bibir dia mengggigil karena menahan dingin di seluruh tubuhnya begitu pun juga hinata dia berusaha agar dia tetap berdiri tegap menatap naruto "Soal yang tou s-" "Stop,aku sudah mendengar semuannya tidak ada yang perlu kau bilang lagi semuannya ku dengar dengan jelas!!!" Ucap hinata dengan teguhnya "Hime maaf aku tidak bisa merawat anak kita dengan benar" ucap naruto lagi dengan mata yang mulai memerah ya jelas merah lah kalau hujan terus turun dengan deras "Anak ku,anak aku dengan selingkuhan ku naruto..aku tau,aku akan pergi" ralat hinata .mata naruto pun seketika membulat sempurna apa yang di katakan wanitanya dia mengatakan itu sama sekali tidak terdengar risau bahkan dia tidak memanggil naruto dengan suffix kun "Ku mohon jangan hime,kita bisa memulai semua dari awal" ucap naruto lagi sambil berusaha mendekati hinata "Memulai dari awal" hinata tersenyum sinis "Baiklah aku akan memberi kesempatan tapi bisakah kau memperbaiki hati ku yang sudah hancur" ucap hinata "Tapi hime" "Jika kau bisa maka aku akan menerimanya...tetapi menurutku kau sudah terlambat hatiku bahkan sudah hancur menjadi debu tinggal tunggu angin yang menyapunya dan wuss semuanya hilang dengan perasaan itu" naruto pun semakin resah apa sesakit itu hinata,bahkan dia menatap pun dengan tatapan yang sangat dingin "Apa maksudmu terlambat hinata" oke naruto kali ini mulai serius " baikalh aku akan memberikan gambaran,ada seorang suami yang bertemu dengan mantan pacarnya lalu mereka berhubungan dan ternyata sang suami b******k itu mendapat kabar bahwa istrinya sedang hamil bukannya dia gembira dia malah menghancurkan semuanya dia mengatakan bahwa anak yang istrinya kandung adalah anak dari hasil perselingkuhan lalu mengusirnya membiarkan istrinya berjalan sendirian dengan anaknya..setelah itu bertemu dan sadar bahwa sang suami telah salah dan ingin meminta maaf lalu permintan maaf nya di terima dan kembali menjadikan istrinya sebagai pajangan rumah wahh enak sekali ya sang suaminya !!!" Ucap hinata dengan nada meremehkan sedangkan naruto dia diam tidak tau harus menjawab apa Kedua pasangan yang msih saling mencintai itu saling tatap masih dengan hujan yang mengguyur mereka.mereka tidak peduli kalau bibir mereka sudah mulai membiru greppp Naruto pun langsung memeluk hinata dia tidak memperdulikan penolakan dan tamparan yang hinata berikan Rasa sakit tamparan hinata tidak seberapa kalau dia harus kehilangan wanita yang paling dia cintai selama ini,perjuangan dia akan sia sia kalau dia melepaskan berlian ini "Hinata ku mohon beri aku kesempatan,satu kali ini saja ku mohon...gomen aku salah tapi ku mohon jangan pergi aku tidak bisa hidup tanpamu hinata,kita mulai dari awal aku akan melakukan apa saja asal kau tetap tinggal di rumah kita" pinta naruto sambil sesegukan "Lepas!!!" "Tidak,bahkan untuk selamanya seperti ini tidak akan ku lepaskan" tolak naruto dan mempeerat pelukannya "Baiklah aku akan tetap tinggal di rumah mu" "Rumah kita hinata" ralat naruto "Terserah,dengan syarat kita tidak boleh satu kamar dan berusaha lah untuk memperbaiki vas kaca yang sudah rusak " ucap hinata " baiklah arigatou hinata,aku akan memperbaiki vas kaca itu dengan sangat baik hingga pecahan itu tidak terlihat" ucap naruto dengan yakin "Jangan terlalu bermimpi tuan walau bagaimana pun tetap akan telihat pecahannya" ucap hinata yang membuat hati naruto senang bercampur cemas.....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN