"Suara gaduh apa itu"kata pria itu sambil menuju tempat suara berasal
"Maafkan kami tuan,kami sudah bilang ke nona hinata untuk tidak memasak tapi dia keras kepala"kata seorang pelayan yang mukanya penuh dengan tepung
"Oh istriku ya yang memasak"mendengar itu hinata pun langsung berbalik
"Gomen,aku hanya ingin memasak makan malam untukmu tapi jadinya begini"kata hinata sambil memperlihatkan makanan yang sudah hancur berantakan .
"Lie ayo kita makan bersama"kata pria itu yang mencium pucuk kepala hinata lalu menariknya ke meja makan.
"Kenapa kau memasak untuk ku apa kau sudah mulai menyukaiku"kata pria itu dengan nada menggoda
"Eh..menyukaimu buat apa,aku memasak untukmu karena ini akan menjadi terakhir kalinya aku menjadi istrimu"
"Apa maksudmu hinata"tanya pria itu yang melepaskan sendok dari tangannya dan menatap hinata dengan tatapan yang sangat tajam
"Aku ingin bercerai denganmu"ucap hinata dengan lantang
"Tapi kenapa apa kau ada salah padamu"
"Tidak kau tidak salah tetapi aku lah yang salah aku tidak bisa menjadi seorang istri yang baik"ucap hinata yang menundukkan kepalanya tidak berani menatap muka pria itu
"Tapi kulihat kau selalu mematuhi perintahku"
"Iya aku tau,tapi di suatu pernikahan harus didasari rasa cinta antara kedua belah pihak tetapi aku tak bisa mencintaimu selama dua bulan kita menikah,aku berusaha untuk mencintaimu dan melupakan semua di masa lalu tetapi aku tidak bisa, kau akan menderita selama hidupmu karena menikah denganku"kata hinata dengan muka yang masih tidak berani menatap muka pria itu
Pria itu pun menghela nafas"apa kau yakin orang yang kau cintai itu masih mencintaimu hah"kata pria itu dengan nada yang sangat marah
"Walaupun dia tidak mencintaiku lagi aku tidak apa apa karena hatiku hanya untuknya"jawab hinata
"Baiklah kalau itu keputusanmu aku akan menceraikanmu"pria itu pun pergi dari meja makan tanpa melihat hinata sedikit pun dan entah mengapa hati hinata menjadi sakit atas apa yang dia ucapkan tadi.
****-****
"Hinata kenapa kau menceraikan ku"
"Maafkan aku aku tidak bisa mencintaimu"
"Tapi hinata aku adalah narutomu orang yang selama ini kau cintai"
"Tidak mungkin kau naruto kun,kau adalah seorang pria yang sangat aneh"
"Percayalah hinata aku adalah naruto aku melakukan ini untuk cinta kita hinata"
"Tidak aku tidak percaya pergi kau dari hadapanku kyaaaaaa"
***-******
Hinata pun terbangun dari tidurnya dengan muka yang sangat pucat
"Hah ternyata tadi cuman mimpi tapi kenapa pria itu ngaku ngaku naruto kun apa dia,ah tidak mungkin dia naruto kun lebih baik aku ambil air minum"
Hinata pun berjalan untuk mengambil air minum dan melihat suatu ruangan dan memasuki ruangan itu
"Permisi"ucap hinata sambil membuka pintu
"Sudah kubilang jangan ada yang menggangguku saat ini aku sedang sibuk pergilah pelayan"bentak seorang pria yang duduk di atas bangku kerjanya
"Maaf aku mengganggumu,tapi kenapa kau kau belum tidur"tanya hinata langsung to the point
"Apa urusanmu kau tidak berhak untuk mengaturku cepat keluar"bentak pria itu
"Ma..af aku tidak bermaksud mengaturmu aku cuma mau bilang kalau besok aku mau ke rumah sakura"kata hinta dengan air mata di pelupuk matanya
"terserah kau mau kemana aku tidak akan melarangmu sekarang cepat pergi dari ruanganku perkejaan ku masih banyak" kata pria itu dengan muka yang masih menatap laporan miliknya tanpa melihat hinata yang sudah menangis dan pergi dari ruangannya.
"Ke...kenapa hiks dia sangat marah padaku apa salahku aku cuma ingin memintanya bercerai apakah semarah ini dia..hiks...hiks."kata hinata yang masih menangis dan menyandarkan dirinya di pintu itu
"Maafkan aku hinata aku tidak bermaksud membuatmu menangis maafkan aku"kata pria itu yang juga menyandarkan dirinya di pintu itu yang sama yang disandari oleh hinata tetapi sayang suaranya tidak dapat didengar oleh hinata
"Eh nona hinata kok menangis apa karena tuan muda,nyonya dia memang seperti itu jika sedang sibuk maafkan tuan, nyonya mari saya antar ke kamar"kata seorang pelayan sambil menuntun hinata kembali ke kamar
Hinata pov
kulangkahkan kakiku ke meja makan dan kulihat ya pria itu masih mamasang muka dingin tanpa memperhatikanku sedikit pun jujur perasaanku masih tidak enak atas perlakuannya malam tadi, tetapi aku terlalu malu untuk memulai pembicaraan dengannya dan tiba tiba
"Gomen"kata pria itu yang membuat ku terkejut dan membuyarkan semua lamunanku
"Untuk apa"tanyaku dengan nada yang dingin
"Untuk malam tadi"
"Lie"kataku dengan muka yang merah
"Oh ya kamu mau ke rumah sakura kan aku nitip salam ya"
" hah,Apa benar dia mengenal sakura"batin ku
"Darimana kau mengenal sakura"tanyaku dengan muka yang penasaran
"Em aku kenal dia udah lama dulu aku pernah satu sekolah dengan dia"terangnya
"Oh baiklah"
End pov
*****-******
"Permisi"kata hinata sambil memencet bel rumah orang yang di tuju
"Ibu ada tamu"teriak seorang anak berkecamata yang membuka pintu
"Iya tunggu sebentar....eh hinata ayo masuk"kata seorang wanita berambut pink itu
"Oh ya kamu mau minum apa hinata"tanyanya
"Em aku mau teh aja deh nggak apa apa kan"
"Nggak apa apa kok,sarada tolong bikinin teh untuk tante hinata"
"Baik bu"kata anak itu dan langsung berlari ke dapur
**-**
"Sakura apa itu anakmu?"tanya hinata sambil meminum minumannya
"Iya itu anakku namanya sarada"jawab sakura
"Apa!"kaget hinata yang hampir saja menjatuhkan gelas yang di pegangnya
"Dengan siapa kau menikah sakura"lanjut hinata dengan muka yang polos
"Ya tentu saja dengan sasuke kun lalu dengan siapa lagi"jawab sakura dengan nada yang sedikit kesal
"Kapan kau menikah,kenapa kau tidak mengundangku sakura chan jahat"ngambek hinata
"Itu em saat aku menikah dengan sasuke kun kamu masih kuliah di luar negri jadi aku tidak bisa mengundangmu gomen,apa naruto kun tidak cerita"terang sakura
"Apa naruto kun"teriak hinata
"Emangnya kenapa kamu kan istrinya"tutur sakura
"Apa istri !tidak mungkin sakura chan aku istrinya naruto kun lagi pula aku sudah menikah dengan orang lain"jawab hinata
"Tidak mungkin hinata naruto kun sendiri yang bilang mau menikah denganmu"jawab sakura
Flassback on
"Sakura chan sakura chan"teriak seorang pria yamg berambut blonde itu
"Eh naruto kun tumben mau apa"tanya sakura
"Ano..sakura aku mau memberi undangan pernikahanku"kata naruto sambil memberikan sebuah undangan
"jadi kau akan tetap menikah dengan hinata apa kau sudah minta restu ayahnya kan ayahnya emm "tanya sakura dengan expresi menakutkan
"Eh tentu aku sudah minta restu bahkan saat hinata pulang kuliah nanti kami akan menikah"jawab naruto dengan membanggakan diri
"Apa hinata chan sudah tau"
"Kalau hinata belum tau tadi aku melarang ayah hiashi untuk memberi tahu hinata aku mau membuat sebuah kejutan untuk hinata"jelas naruto
"oh gitu ya yaudah good luck ya naruto bye"
"Bye"
Flassback off