46 : TAMAT

826 Kata

"Kenapa bisa terjadi?" Divya berdiri di hadapan sang putri, meminta penjelasan atas apa yang didengarkan dari Raynar di telepon tadi. "Ya ... Kakak juga bingung, Ma." Kayla menyahut santai. Rencana untuk menginap di rumah kakeknya pada akhirnya harus batal. Tidak disayangkan, Kayla pun merasa biasa saja ketika menyadari tak bisa mengantarkan kakek dan neneknya sebelum pindah rumah. "Bingung gimana?" Divya gemas dengan ekspresi biasa saja dari putrinya itu, "kamu nodong pisau ke nenek, di mana letak bingungnya?" "Bingung, nenek segitu benci ke Mama, padahal di sana juga ada papa yang lebih bersalah," jelas Kayla, "rese banget nenek-nenek itu, bukannya mikirin ibadah, malah ngatain Mama dengan kata-kata nggak pantas." Divya tak bisa menyalahkan letupan emosi Kayla yang memang masih dala

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN