Sebuah pesan dari seorang pria menyita perhatian Divya. Ponsel segera dimatikan setelah membaca pesan, ia menilik ke arah Raga yang masih tertidur pulas di atas sofa. Padahal, jam sudah menunjukkan pukul 09.52, tetapi tak terdapat tanda-tanda bahwa Raga akan bangun. Divya tahu, papanya Kayla semalaman tak tidur. Beralasan menjaga Kayla yang masih terbaring lemas di ruang inap, serta menjaga Divya agar tak pergi ke mana-mana setelah keinginan frontal ia lontarkan di malam itu. Ya, keinginannya sudah bulat, berpisah adalah sebuah jalan terakhir untuk bisa bahagia. Meskipun semalam Divya sempat ikut tertawa melihat tawa bahagia Kayla saat keakraban mereka kembali, tetapi bahagia itu hanya sesaat. Setelah putrinya tertidur kembali, Divya lagi-lagi merasakan hampa. Hatinya menuntut ingin sege

