Divya tanpa ragu masuk ke dalam rumahnya, meskipun mobil Darsa dan Raga sudah terparkir di depan sana, ia tidak merasa takut jika ditanya dari mana saja sejak siang tadi. Dua kantong plastik di tangannya sudah bisa menjelaskan, tidak perlu membuang energi untuk menceritakan atau menjelaskan apa saja yang dilakukannya di luar rumah. Melewati ruang keluarga, bisa Divya rasakan tatapan dingin dari kakaknya. Ketika ia menoleh, pria itu bersandar dan melipat tangan di depan d**a. “Clovis nggak sekalian ajak masuk?” Darsa menatap tepat di manik mata. Divya tidak terkejut dengan ucapan blak-blakan itu, menurut penjelasan Permana tadi, sudah pasti kakaknya itu tahu ke mana dan bersama siapa dirinya selama empat hari ini. “Clovis siapa, Bang?” tanya Raga yang duduk tidak jauh dari Darsa. “

