Apa yang dikatakan Raga memang benar, Aminah berada di indekos milik salah satu teman Raga yang juga kerja di bank. “Ga, lo mau bikin keributan?” bisik teman Raga yang bisa Divya dengar. Namun, bukan itu fokus Divya sekarang, melainkan ke Aminah yang duduk tertunduk takut membalas tatapan tajamnya. “Bisa kita bicara?” Tanpa dipersilakan masuk, Divya melewati pintu dan duduk di karpet di mana Aminah juga duduk di sana. “Saya langsung ke poinnya.” “Saya ke rumah Mas Raga cuma buat minta tolong,” sela wanita itu, sembari mengangkat wajah menatap mata Divya. “Jangan potong ucapan saya, sekarang jawab dari awal saat kalian punya hubungan.” Divya melipat tangan di depan d**a. “Yang pertama, berapa lama kalian pacaran?” Aminah menelan ludah susah payah. “Dua tahun yang lalu sebelum ketahuan

