“Mas tadi emang bilang mau nuruti kemauan kamu yang terakhir, tapi, Div, Mas benar-benar udah sadar, mau berubah,” Raga mengacak rambut frustrasi melihat Divya memasukkan satu per satu baju ke dalam koper, “Div, Mas janji.” “Aku tetap pada keputusanku,” tukas Divya. “Nggak bisa gitu, dong. Mas udah berubah, nggak ada lagi selingkuh di belakang kamu. Div, setidaknya kamu pikirin masa depan anak-anak kita.” Raga terus membujuk. Divya tidak menyahuti, baginya anak-anak akan tetap bahagia meskipun ia dan Raga berpisah. Sudah pasti anak-anaknya akan tetap mendapatkan kasih sayang dari kedua belah pihak. Divya tidak berencana melupakan anak-anaknya, meskipun papa mereka membuat sakit hati. “Div,” Raga mendekat dan berjongkok di sebelah sang istri, segera mengeluarkan pakaian dari dalam koper

