42 : Nenek Sihir

1108 Kata

"Kakak tadi sore ke rumah nenek?" tanya Raynar yang baru saja bergabung di ruang keluarga, "ngapain? Kena ceramah lagi, loh. Kakak, kan, nggak sabaran orangnya, bisa-bisa ada perang dunia ketiga di rumah nenek." Kayla mengibaskan rambut, seakan itu bukanlah masalah untuknya. "Palingan nenek tua itu bakalan kalah sama Kakak. Ngomong-ngomong, tahu dari mana Kakak ke rumah nenek tadi sore?" "Papa," jawab Raynar, "ketemu nggak, sama nenek sihir?" Terdengar mamanya mendesis sebagai tanda teguran. Ya, sedari tadi Divya mendengarkan kedua anaknya mengolok-olok nenek mereka tanpa berpikir bahwa itu akan menyakiti hati papa kandung mereka. Divya tak pernah mengajarkan, lebih banyak menegur, tetapi nyatanya teguran itu tak berpengaruh saat harga diri mereka merasa sudah diinjak-injak. "Mama ngel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN