Hari pertama mengendarai mobil ke sekolah membuat Kayla lupa lautan. Bukannya meminta izin kepada mamanya sebelum melenceng dari jalan pulang, Kayla malah benar-benar lupa, sebab menurutnya bertemu sang papa adalah hal yang wajar dan tak perlu diperbesarkan. Di bank tempat ayahnya bekerja, Kayla menunggu di area parkir. Hari ini dirinya menjadikan diri sebagai sopir khusus untuk sang papa. Memang bukan sesuatu yang spesial, tetapi Kayla dibuat bahagia kala orang tua laki-lakinya itu duduk di kursi penumpang tanpa protes. "Harusnya Kakak tungguin Papa di rumah Nenek aja," ucap Raga, "terus Papa bisa ganti baju dan kita jalan sampai malam." Kayla menggeleng. "Kakak nggak mau ke rumah Nenek," kepalanya memutar kembali ucapan-ucapan penuh kebencian dari wanita tua itu yang diperuntukkan pad

