Ini sudah malam ketiga kami tinggal di kontrakan baru. Benar, kontrakan ini memang tidak sebesar rumah kami yang lama, tapi di sini terasa lebih damai, Umi juga lebih tenang sekarang, walaupun sesekali masih terlihat murung atau melamun, bahkan aku pernah beberapa kali Umi menangis dalam doanya setelah salat, tapi selain itu, Umi jauh lebih tenang. Karena jarak kantor dan kontrakan tidak terlalu jauh, sekarang aku lebih sering untuk pergi lebih pagi biar bisa salat duha di kantor sebelum memulai pekerjaan, beberapa kali juga aku berpapasan dengan Pak Prana yang rupanya lebih sering duha di kantor. Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, aku langsung bergegas masuk ke masjid kantor yang terletak di depan gerbang masuk sebelah kanan, menuju ke tempat wudunya, dan setelah selesa

