Ini Tentang Banun_2

1105 Kata

Aku melihat cangkir yang tadi Pak Prana pegang di pantry sudah ada di depan Mbak Tania. Rupanya Pak Prana membuatkan kopi untuk Mbak Tan, “Wah, Mbak Tan dibuatin kopi sama Pak Prana toh. Cie …” tanpa sadar aku melontarkan kalimat tersebut. Disambut dengan tatapan Mbak Tania yang terlihat seperti kurang suka, “Jangan cemburu, ya. Ato kalo kamu mau, ini kopinya buat kamu aja, nanti saya bisa minta buatkan lagi sama orang pantry.” Ucapan Mbak Tania ini seperti orang yang lagi sensi. Aku menggeleng, “Gak ah, Mbak. Kan itu cangkir Mbak Tan, Pak Prana juga buatinnya untuk Mbak Tan.” Begitu ucapku. Setelahnya, aku kembali mengerjakan tugas yang sudah dikasih Mbak Tania ke aku. Makan siang kali ini, aku berencana untuk membeli masakan padang saja, di rumah makan langganan yang juga jadi masakan ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN