Ini Tentang Banun_13

1065 Kata

“Bayar utangmu, Banun. Perempuan tidak tau diri, gak bapak gak anak sama aja kelakuannya. Tidak tau terima kasih.” Aku mendengar kegaduhan di depan, aku keluar kamar dan melihat Umi juga adikku sudah duduk di meja makan, “Kamu masuk ke kamar, Nun. Jangan tunjukan dirimu, biar Umi dan adikmu yang akan menemui lelaki ini.” Umi mengatakan hal tersebut, tapi aku menggeleng, tanda tidak setuju, “Jangan, Mi. Biar aku ikut bertanggung jawab, biar masalah ini lekas selesai.” Tapi kemudian Umi menyeret tanganku, memasukkanku ke kamar, dan mengunciku dari luar, “Tolong jangan membantah Umi, kamu harapan Umi satu-satunya, tidak akan Umi biarkan kamu pergi dan menikah dengan lelaki itu.” Melihat Umi seperti itu, akhirnya aku mengalah. Setelah aku masuk ke kamar, Umi dan adikku menemui Rahmat di depan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN