Jingganya Senja Kala Itu

1150 Kata

Sejak drama Banun kemarin, aku tidak pernah lagi melihat Banun hilir mudik di lantai ini, karena divisi pekerjaan umum letaknya berbeda lantai, otomatis kalo Banun dan Prana bertemu, mereka akan memilih bertemu di luar. Entah ada apa dengan hatiku, di satu sisi aku memang belum siap membuka hatiku untuk lelaki mana pun, di sisi lain jujur juga aku cemburu dengan fakta bahwa Prana dan Banun beberapa kali bertemu di luar hanya berduaan saja. Oke, aku bisa terima alasan Prana bahwa Banun butuh teman bicara, tapi kenapa Banun memilih Prana sebagai teman bicaranya, bukan Yani, atau aku, sesama wanita. Padahal Banun dikenal dengan sosok yang menjaga hijabnya, dia tidak pernah berinteraksi dengan lelaki dan lawan jenis mana pun yang ada di kantor ini, kecuali ke Prana. Bahkan ketika bicara dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN