•SPS17.Dijodohin?•

2154 Kata
"Kamu adalah jelmaan bidadari surga yang dikirim Allah untuk aku jaga dan menyembuhkan luka lama ku," -Devanno Abraham. ✨✨ "Makasih sayang muach," ucap Vanno sambil menempelken tangan dibibirnya dan ditempelkan balik ke pipi Manda. "Ish...kamu apa-apaan sih," ucap Manda sambil menghempaskan tangan Vanno. "Anak-anak sudah siap semua?" tanya Bu Prapti guru matematika. "Sudah bu," kompak sekelas. "Baik,dengarkan soal baik-baik terus langsung jawab tanpa ditulis soalnya,satu soal sepuluh menit," ucap Bu Prapti. Kompak satu kelas mendapatkan serangan jantung dadakan kembali. Nih guru enak banget kalok ngomong.Batin Alan. Bu,bu suka banget liat muridnya jantungan dadakan.Batin Angel. Astagfirullohaladzim,sabar gak boleh ngumpat itu guru lo Nda.Batin Manda. Kalok ceritanya begini gimana gue mau nyontek elah.Batin Dira. Kira-kira nanti gue bisa gak ya?Batin Vanno. Kompak satu kelas pada perang batin.Entah apa tang dipirkan mereka. Rata-rata sih kelas XII MIPA 3 pada brandal semua,tapi bisa dapet juara kelas paling pintar diantara kelas-kelas lain di PBHS. "Oke nomor satu," Satu jam berlalu... "Oke,anak-anak ulangan sudah selesai,minggu depan nilai akan saya bagikan," ucap Bu Prapti. "Selamat siang," sambun Bu Prapti. Akhirnya Bu Prapti pun keluar dari kelas menuju kelas lainnya. "Woilah tuh guru kagak kasian ama muridnya dah," teriak Alan. "Otak gue sampe ngebul,mana kagak bisa nyontek lagi," kesal Angel. "Kalian berisik banget sih,diem kek pala gue pusing," kesal Dira. Namanya juga kelas XII MIPA 3 kalau gak heboh ya bukan kelas mereka. "Ish,Vanno jan tiduran ditangan gue dong," kesal Manda. Memang sekarang posisi Vanno tiduran diatas tangan Manda. "Pijitin kek,kepala gue pusing banget," ucap Vanno sambil meraih tangan Manda keatas kepala Vanno. Ting... Sebuah ide jahil muncul dikepala Manda. Gue kerjain ah,biar mampus. Batin Manda. "Sebelah mana yang mau dipijitin," tanya Manda dengan smirknya. "Sini," jawab Vanni sambil mengarahkan tangan Manda diatas kepalanya. "Oh disini," ucap Manda. Dan tiba-tiba... "Manda sakit Manda," kesal Vanno akibat kupingnya dijewer Manda. "Oh sakit ya mau ditambah lagi atau bangun," ucap Manda. "Iya-iya bangun,tapi jangan kasar-kasar dong," kesal Vanno. Manda pun hanya menjawab dengan deheman. ✈✈✈ Kring...Kring... Akhirnya suara yang telah ditunggu-tunggu pun berbunyi. Seluruh siswa PBHS pun keluar dari kelas menuju parkiran sekolah. Tetapi tidak dengan dua sejoli ini. "Vanno gue mau pulang sama Dira plise," ucap Manda dengan wajah memelas. "Gue bilang enggak ya enggak Manda," jawab Vanno. "Ish,Vanno mah gitu,gak asik," kesal Manda. "Dir lo pulang duluan aja,biar Manda sama gue," perintah Vanno pada Dira. "Siap,awas lo apa-apain sahabat gue," peringat Dira. "Aman mah sama gue," santai Vanno. "Manda ayo pulang," ajak Vanno. "Gue mau pulang sendiri. Bye," kesal Manda. Bukan Vanno kalau gak punya 1001 cara buat ngejahilin Manda. "Manda awas,dikaki lo ada kecoa," teriak Vanno. "Huaa,mana-mana?" teriak Manda sambil kembali pada Vanno dan memeluknya. "Bwahahaha...lo itu gampang banget sih dikibulin," ketawa Vanno. Manda yang melihatnya pun tiba-tiba nangis. Hiks...hiks...hiks... "Loh Nda jangan nangis,gue kan cuma bercanda," ucap Vanno. "Lo keterlaluan tau,gue kan geli sama kecoa," kesal Manda sambil menangis. "Udah diem,sini gue peluk," ucap Vanno sambil merentangkan tangan. "Huaa,lo jahat banget sih hiks," kesal Manda dalam pelukan Vanno. "Iya gue minta maaf,makannya jangan ngambekan. Yaudah ayo pulang," ajak Vanno sambil mengelus pucuk kepala Manda. "Tapi gendong ya," ucap Manda memelas. "Iya Mandaku." jawab Vanno sambil menggendong Manda dibelakang. Aneh sekali,Manda yang notabenya judes,galak,gengsi tingkat tinggi bisa semanja ini. Tapi gak papa Vanno malah seneng kok. Sekalian acara modus. ?? Diparkiran sekolah... "Manda turun dulu ya," ucap Vanno. "Vanno,mobil aku gimana?" tanya Manda. "Bentar aku telpon sopir rumah dulu," jawab Vanno. Vanno pun menelpon sopir rumahnya untuk membawa mobil Manda pulang kerumah Manda. "Udah?" tanya Manda. "Udah Manda," jawab Vanno sambil mengelus pipi Manda. Blush... Pipi Manda sekarang sudah bersemu merah seperti tomat. Apakah ada benih cinta tumbuh dihati Manda dan Vanno? Jawabannya ada di mereka berdua. "Lain kali kalau sekolah jangan pake blush on terus roknya jangan pendek-pendek. Aset berharga gak boleh dibagi-bagi," ucap Vanno. "Apaan sih,aset berharga apa coba?" tanya Manda. "Itu paha ayam kamu keliatan,aset berharga ku,jadi gak boleh dibagi-bagi," jawab Vanno. "Idih,ayo pulang," cibir Manda. "Kan lo yang ngajak ngomong mulu," ucap Vanno. Tut...tut... Suara alarm mobil,pertanda dibuka oleh sang pemilik. "Ayo masuk," perintah Vanno. "Iya." ⭐⭐⭐ Didepan rumah Manda... "Makasih ya Van," ucap Manda pada Vanno. "Sama-sama," jawab Vanno. Manda pun bersiap keluar dari mobip Vanno,tetapi Vanno mencegahnya. "Tunggu bentar," peringat Vanno. "Kenapa?" tanya Manda. Vanno pun merapatkan tubuhnya mendekat ke Manda. Dan tiba-tiba Vanno mencium kening Manda. Cup "Good night Manda," ucap Vanni setelah mencium kening Manda. Sang empu yang dicium pun hanya tersenyum malu tetapi masih dibalas perkataan Vanno. "Good night to prince. Bye." ucap Manda dan cepat-cepat keluar dari mobil Vanno. "Gak selah denger gue?? Manda bilang prince," monolog Vanno. "Huaa,bunda anakmu lagi bahagia," ucap Vanno alay bercampur bahagia. Setelah dirasa Manda sudah masuk kedalam rumah,Vanno pun menancap gas mobilnya menuju pulang kerumah. Sungguh hari ini adalah hari yang menyenangkan bagi Vanno. Prince.Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang dikepala Vanno. Didalam rumah Manda... "Kok ada banyak mobil?yang satu kaya mobil papa,tapi gak mungkin deh," monolog Manda. "Assalamualaikum,Manda yang cantik ini pulang," teriak Manda. "Kamu ini dari dulu gak berubah-berubah," suara seorang laki-laki paruh baya dari arah tangga. "Papa?beneran gue gak lagi mimpi?" monolog Manda. "Kamu gak mau peluk papa?padahal papa rindu banget," ucap Angga sang papa. "Huaa,papa Jesy kangen banget sama papa," ucap Manda sambil berlari memeluk sang papa. Muach Rindu Angga pada keluarga kecilnya pun sudah terbayar. Angga mencium kening Manda untuk melepas rindu bersama sang putri,tapi sayang sang kakak belum pulang kuliah. "Gimana sekolahnya sayang?" tanya Angga. "Alhamdulillah,lancar pa. Papa kapan pulang?" tanya Manda. "Baru aja pulang kok. Jesy bau,mandi dulu sana," ejek Angga. "Apaan sih papa,nyebelin deh," kesal Manda dan pergi meninggalkan Angga. "Jesy-Jesy,gak berubah dari dulu," ucap Angga. "Pa gimana keluarga Abraham?" tanya Maida. "Nanti kita bicarakan dulu," ucap Angga. "Kalau Jesy nolak gimana pa?" tanya Maida. "Nanti kita bilang baik-baik sayang. Ayo kedapur,aku kangen sama masakan kamu," ajak Angga. "Inget punya anak,tunggu Jesy dulu," ucap Maida. Memang Manda kalau dirumah sama papanya dipanggil Jesy. Beda dari Maida yang biasa memanggil Manda atau Amanda. "Iya sayang,dari dulu galaknya gak ilang-ilang," kekeh Angga. "APA KAMU BILANG?!" kesal Maida. "E-enggak bilang apa-apa kok sayang," gugup Angga. Bisa bahaya nanti malam kalau istrinya sudah marah. "Boong,nanti malam gak usah tidur dikamar. Puasa selama sebulan," kesal Maida. Angga yang mendengar pun melongo kaget. Yakali puasa sebulan,sunggu nih mulut laknat sekali. Batin Angga. "Jangan dong yang,kamu mau nyiksa aku," ucap Angga mendramatis. "Bodo,kamu nyebelin sih," kesal Maida. "Sehari aja jangan sebulan,nanti aku beliin apa yang kamu mau deh," bujuk Angga. "Gak mempan," ucap Maida sambil berjalan pergi meninggalkan Angga sang suami. Sungguh keluarga yang kocak. "Yah kok jadi gini sih. Eh mulut,kalok ngomong jan ceplas-ceplos dong,jadi puasa kan," monolog Angga sambil menaboki mulutnya. Angga pun pergi menyusul sang istri yang lagi merajuk. Harus pake 1001 cara untuk membujuk sang istri. Bagaimana tidak,pulang-pulang udah disuruh puasa sebulan. Betapa tersiksanya Angga. (Tau kan kalian yang dimaksud puasa itu apa hehehe,aku gak mau jelasin.) ❄❄❄ Dikamar,Manda baru saja selesai mandi dan memakai skincare tipis. "Ada apa sih,dibawah ribut-ribut?" tanya Manda pada diri sendiri. Tok...tok...tok... "Jesy,papa boleh masuk?" tanya Angga sang papa. Ini adalah cara Angga untuk membujuk sang istri. Manda pun segera membuka pintu kamrnya. "Ayo pa,masuk aja. Tumben banget kekamar Jesy,ada apa?" tanya Manda. "Bantuin papa bujuk mamah kamu dong," bujuk Angga. "Emang mama ngambek kenapa pa?" tanya Manda. "Ya gitu deh,masa papa gak boleh masuk kamar," ucap Angga dengan memelas. "Oh begitu,coba deh papa rayu," ucap Manda. "Kalo usul kamu begitu sih mending papa gak kekamar kamu Jes,dari tadi dirayu gak mempan," memelas Angga. "Kamu tau apa yang mama suka?" sambung Angga. "Setauku sih gak ada,mama gak suka shoping-shoping kaya ibu-ibu lain," ucap Manda. Ternyata Maida masih sama kaya dulu. Batin Angga. "Ya terus apa dong?" tanya Angga. Walaupun memang keluarga berada tetapi,mereka tidak sombong seperti keluarga lainnya. Tidak boleh menghamburkan uang kalau tidak penting,lebih baik disumbangkan,tidak boleh ada yang berbicar kasar sesama anggota keluarga dan dilarang berbucara saat sedang makan. Itulah pantangan dikeluarga Wijaya turun-temurun. "Jesy tau,mending papa bersihin satu rumah tanpa bantuan bibi. Masak lah,cuci baju,cuci piring,nyapu,ngepel dll," usul Manda. "Kamh ini,masa papa suruh ngerjain itu," kesal Angga. "Ya Jesy gak tau pah,daripada papa cari masukan sama Jesy,mending papa bujuk mama lagi. Nanti kalau papa gak dikasih jatah bisa nangis hihihi," ejek Manda. "Sama aja papa gak dapet masukan. Lah emang dari tadi itu yang papa pikirin," ucap Angga dengan frontal didepan sang anak. Manda pun hanya tertawa terbahak-bahak melihat papanya menderita. "Dasar kamu anak laknat,jahat sekali engkau dengan saya," ucap Angga mendramatis. "Udah pa udah,perut Jesy sakit ketawa mulu. Papa kebanyakan drama,dulu kok mama bisa suka ya," ejek Manda. "Ya bisa dong,kan papa ganteng. Kalok gak ada papa sama mama,kamu sama abang kamu gak mungkin ada disini," kesal Angga karena diejek sang anak. "Manda,papa makan dulu,jangan ngerumpi kaya ibu-ibu komplek," teriak Maida. "Ibu negara ngamuk,kamu nih ngajak ngomong mulu," ucap Angga. "Kok jadi aku sih pah,salah siapa dulu yang masuk kamar Jesy,dikira ada apaan," kesal Manda. "Yaudah cepet kamu turun keburu mamah tambah marah,nanti urusannya berabe," perintah Angga. "Baik pak bos," jawab Manda dengan mengangkat tangan seperti hormat. Angga pun bergegas keluar dari kamar Jesy untuk memnuhi panggilan sang istri tericinta. Sekalian membujuknya,siapa tau luluh. "Yang masak apa nih,keliatannya enak," tanya Angga. "Kamu bisa liat kan,dimeja ada apa aja," kesal Maida. "Jangan ngambek terus dong yang," bujuk Angga. "Manda mana?" tanya Maida. "Kok malah Jesy yang ditanyain,kan ada aku," ucap Angga sambil mengedipkan sebelah matanya. Udah tua masih aja genit,kerjain deh biar kapok hehehe. Batin Maida. "Ya jelaslah aku cariin,itu kan anak aku," ucap Maida. "Anak kita sayang,kalau gak ada aku kamu apa bisa hamil," goda Angga. "Capek ah ngomong sama kamu," kesel Maida. "Mandaa cepetan sayang,keburu dingin makanannya," teriak Maida. "Yang kecilin dikit suaranya," ucap Angga. "Apa?! Mau komen?!" sarkas Maida. "Enggak kok," takut Angga. Ciri-ciri suami takut istri. "Iya mah,ini juga lagi jalan," ucap Manda. "Cepet duduk kita makan," perintah Maida. "Bi,mang ayo makan," ajak Maida. "Baik bu," kompak mereka berdua. "Kamu mau lauk apa sayang?" tanya Maida pada Manda. "Aku bisa ambil sendiri mah,mending mamah urusin bayi besar mamah," ucap Manda sambil terkekeh. Bibi sama mamang pun juga tertawa melihat kedua majikannya kalau lagi berantem. "Tuh Manda aja bisa ambil sendiri," ucap Angga. "Yaudah,papa mau makan apa?" ketus Maida. "Yang lembut dong,mau kena azab gara-gara durhaka sama suami," ucap Angga mendramatis. "Kebanyakan drama,mau makan apa enggak?" kesel Maida. "Iya-iya. Aku mau pake sayur sop sama tempe goreng aja," ucap Angga. "Gak pake sambel?" tanya Maida. "Oh iya lupa,kepalaku kepikiran kamu terus kok," ucap Angga. "Dih genit," ucap Maida. Akhirnya mereka pun makan bersama dengan tenang. Walaupun ada perdebatan kecil sebelum makan. Biasa hidangan pembuka. Akhirnya keluarga Wijaya pun selesai makan malam dan berkumpul bersama diruang keluaraga. Kecuali bibi dan paman,mereka berdua asik romantisan ditaman depan. Biasa pasutri kalo kerja bareng. "Manda,papa mau bilang sama kamu boleh?" tanya Angga mulai serius. "Kan dari tadi papa udah ngomong sama Manda," jawab Manda. "Ya itu kan tadi,sekarang papa mau bilang serius ke kamu," ucap Angga. "Iya pa,Manda dengerin," jawab Manda takut jika sudah melihat sang papa berbicara dengan serius. "Papa,mama,dan sahabat papa mau menjodohkan kamu dengan anaknya," Prang... Suara toples berisi keripik kentang yang dipegang Manda jatuh. "Maksut papa,aku dijodohin sama sahabat papa dulu," ucap Manda dengan mata berlinang menandakan bulir air mata akan jatuh. "Demi kebaikan kamu sayang," ucap Maida sambil menangis. Tes... Satu bulir air mata jatuh membasahi pipi Manda. "Gak-gak mungkin kan pah mah,ini semua gak mungkin. Ini mimpi kan," ucap Manda sambil menabok pipinya. "Enggak sayang ini gak mimpi," ucap Maida dengan air mata. "MANDA GAK MAU.NANTI MASA DEPAN MANDA MAU DITAROH DIMANA," teriak Manda. Angga dan Maida pun terlonjak kaget dengan ucapan Manda. "Siapa yang ajarin kamu benyak orang tua Jesy!! Apa papa kurang dalam mendidik kamu?! Papa selama ini turutin kemauan kamu,apa kamu gak bisa turutin kemauan papa?!" ucap Angga tak kalah kencang. Hancur sudah dinding pertahanan Manda,air mata Manda turun membasahi pipinya dengan deras. Sedangkan Maida,sudah nangis dipelukan Angga. "KALAU EMANG PAPA SAMA MAMA MAU BUANG MANDA MENDING BUANG AJA DARI DULU!!" bentak Manda. Plak... "Kamu berani bentak papa mama?! Kamu mau jadi anak durhaka ya?! Kalau papa gak sayang sama kamu,pasti kamu udah papa buang dari dulu ke sungai,biar hanyut dimakan buaya, " ucap Angga setelah menampar pipi kanan Manda. Sungguh ucapan sang papa sangat menohok dihatinya. Hancur sudah hidup Manda,serasa ingin mengakhiri hidupnya sekarang juga. "Udah pah udah hiks," ucap Maida menenangkan sang suami. "Anak seperti ini harus diberi pelajaran biar gak ngelunjak," marah Angga. "Manda sayang kamu masuk kamar dulu ya nak,biar papah,mamah yang tenangin dulu," oerintah Maida. "Kalian berdua lebih mentingin bisnis daripada kebahgiaan seorang anak. Manda kecewa sama kalian," ucap Manda dengan air mata yang masih membanjiri pipi putihnya dan pergi menuju kamarnya untuk menenangkan diri. Brak... Suara pintu kamar Manda yang dibanting. Sungguh mengejutkan Maida dan Angga. "Mamah papah jahat hiks," ucap Manda sambil menangis. "Gue harus kabur dari tempat ini. Gue muak sama drama ini,ngapain tadi papah sama mamah pura-pura baik didepan gue," Next▶
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN