•SPS16.TomAndJerry•

1421 Kata
"Tidak ada hal yang indah selain memandangi wajahmu," -Devanno Abraham. ⭐⭐ Setelah balik dari lapangan,muka Manda terus saja kusut seperti kertas yang ditikel-tikel buat minta contekan. "Muka lo kusut banget sih Nda," ucap Dira. "Mood gue hancur cuma gara-gara si Vanno sialan," kesal Manda. "Harusnya bahagia dong,bisa jadi asistennya Vanno," kekeh Dira. "Bahagia gundulmu," sungut Manda. "Bentar Nda, itu asisten apa ya? Pribadi apa jangan-jangan lo mau dijadiin b***k s*x?" tanya Dira ceplas-ceplos. Plak .... Suara tabokan tangan Manda pada bibir Dira. Kencang dan pastinya sakit. "Aduh,sakit tau,sampek berkedut nih," kesal Dira. "Makannya kalok ngomong filter dulu. Tapi kok pikiran gue melayang kesitu ya," ngeri Manda. "b***k s*x, b***k s*x apaan," ucap Vanno tiba-tiba. Manda dan Dira pun terkejut karena kedatangan Vanno tiba-tiba. "Eh Vanno,b***k s*x apaan sih?" ucap Dira kikuk. "Gue denger ya daritadi lo berdua ngomong,gue dibelakang lo,asal lo tau," ucap Vanno. "H-hah,emang lo denger kita ngomong apaan?" gagap Manda. "Denger kalok kalian ngomongin b***k s*x," sungut Vanno. "Ngadi-ngadi aja lo,gak ada kalik," ucap Dira sambil tertawa pura-pura. "Gue gak tulu ya," kesal Vanno. "Ekhm, kalian mau makan apa mau debat presiden?" sindir Alan. "Temen lo duluan tuh yang ngajak gelud," ucap Dira. "Enak aja,udah nuduh yang enggak-enggak masih nyalahin," sungut Vanno. Manda yang sudah jengah dengan perdebatan mereka pun mulai pergi dari kantin. "Gue duluan,lanjutin debatnya," ucap Manda sambil meninggalkan mereka bertiga. "Tuhkan Manda pergi,gara-gara lo sih," kesal Dira. "Kok jadi gue sih. Bodo ah,debat sama lo gak bakal selesai," kesal Vanno sambil meninggalkan kantin. "Mau kemana lo?" teriak Alan. "Nyusulin Manda," jawab Vanno. Dilain tempat .... Huft .... (suara hembusan nafas) "Capek banget hari ini," keluh seorang gadis. Siapalagi kalau bukan Manda. "Tiduran sebentar kayanya enak," dialog Manda sendiri. Sungguh enak,Manda baru saja merebahkan tubuhnya diatas kursi panjang. Untung keadaan taman belakang sekolah sepi,jadi bisa tidur sepuasnya sambil nunggu bel. Senyuman tipis terbit di bibir seorang pemuda tampan seumuran Manda. Entah mulai kapan dia mempunyai rasa terhadap gadis didepannya itu. Ya, dia adalah Vanno. Langkah demi langkah Vanno menghampiri gadisnya itu eh ralat calon gadisnya. "Kamu cantik kalau lagi tidur," ucap Vanno sambil membelai rambut Manda. Tersadar akan belaian di rambutnya Manda pun segera membuka matanya. "Lo ngapain disini? ngikutin gue ya?" tanya Manda yang sekarang sudah duduk. Shut!! (Suara Vannno sambil menutup mulut Manda dengan jari telunjuknya) "Jangan teriak-teriak nanti ada yang lihat," ucap Vanno. Awalnya tangan Vanno masih bertengger di mulut Manda,tetapi sekarang tangan Vanno sudah dihempaskan oleh Manda. "Hayo,lo mau ngapain gue hah?!" sarkas Manda. Pletak... "Sakit tau," kesal Manda memegangi jidatnya yang habis dijitak Vanno. "Masih mending dijidat,untung gak di bibir," ucap Vanno dengan terkekeh. "Gue tanya,lo ngapain ngikutin gue?" tanya Manda dengan sorot mengintimidasi. "Ogah banget ngikutin lo. Gue mau ngadem kesini,kenapa?gak boleh?!" sinis Vanno. "Hilih,ngaku aja ya lo!" "Ngaku apaan?" "Ngapain ngikuti gue dodol?" "Enak aja manggil gue dodol,ganteng gini juga," "Iya emang ganteng,liatnya dari bolongan sedotan," "Heh mulutnya minta digaplok beneran dah," "Gaplok aja,entar gue gaplok balik," Dan tiba-tiba... Cup... Sungguh setan merah sudah menggoyahkan iman seorang Devanno. Setan merah sialan,sekarang posisi Vanno adalah mencium bibir Manda. "Ih...Maksut lo apaan sih cium-cium bibir gue," kesal Manda sambil mendorong Vanno. "Salah siapa ngajak gelud mulu,ya gue cium lah," jawab Vanno enteng. "a***y,bibir gue dah gak suci lagi. Lo tau gak sih bibir gue itu dah gue jaga buat suami tercinta gue,malah lo amnil duluan!" sarkas Manda sambil mengelapi bibirnya yabg dicium Vanno. "Oh,ternyata itu first kist lo,sama dong," jawab Vanno enteng. "Sampai rumah harus dibasuh pakek bunga tujuh rupa," "Emang gue setan apa hah?!" "Iya! Setan kegatelan!" "Enak aja,gue kan calon suami idaman masa dibilang setan kegatelan," "Sombong amat," "Kan emang bener," "Yang liat matanya ketutupan tembok," "Kalau ketutupan tembok ya gak bisa liat Manda," "Lah itu tau. Bodo ah mau balik kekelas gue," kesal Manda. "Tungguin gue kali," teriak Vanno. "Ogah,paham gak?!" sarkas Manda. "Enggak," sinis Vanno. Awalnya mau balik kekelas,tapi gara-gara satu orang yang bikin naik pitam ini,Manda pun berbalik arah kehadapan Vanno. "O-G-A-H,OGAH! Paham kan lo? Gak paham,kalah sama anak TK," ucap Manda tepat dihadapan Vanno. Tiba-tiba Vanno mencekal sebelah tangan Manda sambil membisikkan sesuatu ditelinga Manda. "Masih ingat kan taruhan waktu tantangan? Gue belum minta apa-apa ingat itu," ucap Vanno sambil menyeringai. Deg... Jantung Manda seperti berhenti berdetak. Dia baru ingat kalau waktu tantangan main basket dia kalah. "Sekarang gue cuma minta kita kekelas bareng tanpa penolakan," ucap Vanno didepan Manda.Sedangkan yang diajak berbicara malah diam seperti patung. "Ayo cepetan,keburu bel masuk," ucap Vanno sambil menarik tangan Manda,tetapi sang pemilik masih saja diam. "Kelamaan lo kalok pakai cara halus,harus pakai cara kasar ini mah," kesal Vanno. Dan tiba-tiba... Greb... Tak ada berontakan sama sekali,karena Manda masih terpatung. Padahal posisi mereka sekarang adalah Vanno menggendong Manda seperti karung beras. Tak lama kemudian. "Vanno,turunin gue,malu tau diliatin orang-orang," kesal Manda sambil menabok-nabok punggung Vanno. "Iya nanti gue turunin didepan kelas," jawab Vanno. "Lo ngeselin banget sih," kesal Manda. Sekarang mereka berdua menjadi tontonan dan buah bibir para siswa yang ada dikoridor yang mereka berdua lewati. Ih Manda enak banget sih,sana-sini dapet cogan. Mau banget si Vanno sama Manda. Cantikan juga gue daripada si Manda. Covernya polos tapu dalemnya kaya l***e. Sungguh,ucapan mereka menyakiti hati Manda. Sampai dikelas dia akan menghajar Vanno sampai mampus. Sesampainya didepan kelas Vanno pun menurunkan Manda. "Berat juga badan lo,perasaan kalok diliat kek triplek deh," ejek Vanno. "APA LO BILANG!!" teriak Manda. "Gak bilang apa-apa,salah denger kali lo," ucap Vanno,takut Manda ngamuk. Bugh Tiba-tiba Manda menojok perut Vanno dengan kencang. "Aduh sakit tau Nda. Daripda lo tabok mending lo elus deh," ucap Vanno. "Dasar manusia m***m,pikirannya jorok mulu," kesal Manda,lalu meninggalkan Vanno didepan kelas. Sedangkan Vanno hanya terkekeh melihat wajah Manda yang lagi kesal. "Manda,kokngue ditinggal sih," ucap Vanno alay dan menyusul Manda. Sungguh image Vanno menjadi cool boy hancur kalau didepan Manda. "Ngapain lo duduk disini!" sarkas Manda. "Kan ini tempat duduk gue," jawab Vanno santai. "Minggir-minggir ini tempatnya si Dira tau," kesal Manda. "Dira ambil tas lo gue mau duduk disini,lo duduk aja sama si Angel," teriak Vanno. "Oke," jawab Dira sambil mengacungkan dua jempol. "Dir,duduk sini aja kek," rengek Manda. "Sorry,gue disuruh duduk sama Angel," ucap Dira sambil terkekeh. "Aish...nurut banget sih sama tuh orang," kesal Manda. "Bye-bye Manda," ucap Dira sambil melambaikan tanga dan duduk disebelah Angel. Memang mereka berdua sahabat laknat. Laknat bener deh mereka,malah ngetawain gue lagi.Batin Manda kesal. "Hai sayang," ucap Vanni sambil mendaratkan bokongnya dikursi sebelah Manda. "Sayang-sayang pala lu peyang," kesal Manda. "Kalok pala gue peyang nantinlo sedih dong," ucap Vanno. "Air mata gue terlalu berharga buat nangisin lo," kesal Manda. "Ululululu... jangan ngambek dong,gue minta maaf," ucap Vanno sambil mencubit dua pipi Manda. "Ish... sakit tau," kesal Manda sambil menggembungkan pipinya. Cie-cie (Ejek sekelas kompak) Mereka berdua baru sadar kalau sekarang mereka menjadi tontonan sekelas. Pipi Manda sekarang terasa amat panas sedangkan Vanno terlihat sangat santai. "Gara-gara lo ya," tuduh Manda. "Kok gara-gara gue sih?" jawab Vanno. "Kan lo duluan yang ngajak berantem," "Kok jadi gue sih Nda," "Bodo ah,kesel gue sama lo," "Iya-iya salah gue,emang cewe selalu bener," "Lah itu nyadar," "Woi teman-teman,kayaknya ada yang mau official nih," sindir Angel. "Kayaknya nih," sahut Alan. Terdengar suara derap langkah sepatu high hels seperti sepatu seorang guru yang menuju kelas XII MIPA 3. Seluruh siswa pun mulai diam dari candaan mereka termasuk Manda dan Vanno. "Selamat siang anak-anak," sapa seorang guru perempuan paruh baya yang memasuki kelas. "Siang bu," kompak satu kelas. "Sekarang siapkan satu lembar kertas kosong,alat tulis,jangan lupa masukkan semua buku kedalam dan kumpulkan semua tas didepan kelas!" perintah guru tersebut. "Kok dimasukin bukunya bu?" tanya sang ketua kelas. "Hari ini akan saya adakan ulangan dadakan,saya harap kalian semua sudah belajar materi sebelumnya," ucap guru tersebut dengan santai. Kompak satu kelas mendapat serangan jantung dadakan. "Ulangan matematika dadakan bu? gak belajar sebentar dulu bu?" tanya Alan dengan raut wajah ketar-ketir. "Saya berpikir kalian semua tadi malam sudah belajar,karena kalian mau lulus juga," jawab guru tersebut santai. Mampus.batin satu kelas kompak. "Ayo cepet siapin kertas kosongnya,terus taruh tas kalian didepan kelas!" perintah guru tersebut. Satu kelas pun kompak menaruh tas didepan kelas. Tamat sudah riwayat mereka-mereka yang tidak belajar. "Nilai yang dibawah kkm akan mendapat hukuman," ucap guru tersebut. What the f**k!batin satu kelas. "Pasrah dah pasrah," ucap Alan disamping Vanno. "Sabar," ucap Vanno. "Semangat Manda," ucap Vanno menyemangati. Dengan malas Manda pun memutar bola matanya. "Bales dong," rengek Vanno. "Idih...pamrih," jawab Manda. "Semangat juga Vanno," sambung Manda. Walaupun Manda kesal dengan Vanno tapi dia tidak mau menyakiti hati Vanno. "Makasih sayang muach," ucap Vanno sambil menempelken tangan dibibirnya dan ditempelkan balik ke pipi Manda.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN