"Akhirnya,aku bisa dekat denganmu,dengan caraku sendiri," -Devanno Abraham.
??
Matahari mulai menampakkan sorotnya dengan malu-malu. Burung-burung berkicaun kesana-kemari. Suara bising kota sudah mulai terdengar. Setengah tujuh pagi,seluruh siswa-siswi PBHS sudah memasuki area sekolah.
Sebuah mobil mewah yang sangat asing dari pandangan siswa-siswi PBHS memasuki kawasan sekolah. Berwarna kuning keoranye. Mobil mewah dengan versi mini. Siapa lagi yang tidak mengenal mobil versi itu. Minicooper,ya mobil itu milik seorang Amanda Jessy Steffania.
Minicooper itu pun sudah terparkir cantik di parkiran sekolah. Seluruh siswa-siswi PBHS yang melihat pemilik mobil itu pun terkejut.
Tut ... Tut .... (Suara mobil dikunci otomatis)
Manda dan Raya pun berjalan bersama menuju kelas dengan membawa tas disampirkan dibahu kiri mereka. Siswa-siswi yang melihat mereka berdua jalan dikoridor pun dibuat terkejut oleh perubahan mereka berdua. Biasanya mereka memakai rok dibawah lutut,tetapi ini diatas lutut dan baju diketatkan.
"Minggir lo,gue mau duduk disini," ucap Manda mengusir siswa cupu laki-laki yang duduk dibangku belakang.
"I-iya," jawab gemetar siswa tersebut.
Aneh,tiba-tiba mereka berdua berpenampilan seperti seorang badgirl. Tidak biasanya mereka berpenampilan seperti itu.
Bruk .... (suara Manda membanting tas diatas meja)
Mereka berdua pun duduk dibelakang paling pojok kanan dekat jendela. Akhirnya seorang Devanno dan sahabatnya pun memasuki kelas. Vanno terkejut dengan penampilan Manda.
"Kenapa penampilan mereka berdua berubah?" batin Vanno.
Vanno pun berjalan sambil menenteng tasnya menuju meja Manda dan Dira.
"Minggir lo,gue mau duduk disini," usir Vanno pada Dira.
"Apa hak lo ngusir Dira?!" ucap Manda ngeggas.
"Ada masalah kah? kalau gue duduk sama lo?" tanya Vanno dingin.
"Ingat perjanjian kita! gak akan ganggu satu sama lain sebelum pertandingan dimenangkan salah satu," ucap Manda sinis.
"Okey fine,liat aja nanti siapa yang menang dan lo gak bakal bisa ngelak dari permintaan gue," ucap Vanno dengan senyum smirknya.
Tiba-tiba Vanno mempertipis jarak diantara mereka. Tepat mulut Vanno dikuping Manda.
"Liat aja lo bakal kalah pertandingan nanti dan lo gak akan bisa jauh-jauh dari gue lagi," ucap Vanno sambil memundurkan tubuhnya dan meniup muka Manda.
"GAK USAH SOMBONG!" ucap Manda penuh penekanan disetiap kalimat dan mendorong d**a Vanno. Vanno hanya membalas dengan senyum smirk dan melemparkan hodi kepada Manda untuk menutupi pahanya.
Tetapi,Manda melepar balik hodi Vanno dan tepat mendarat diwajah Vanno. Sabar,hanya kata itulah yang ada dibenak Vanno.
??
Kring ....
Suara bel istirahat pertama berbunyi.Manda pun bergegas menuju ruang ganti untuk mengganti seragamnnya dengan baju basket. Memang Manda mempunyai baju basket,sebab waktu SMP Manda mengikuti ekstrakulikuler basket. Jadi Manda tidak takut ditantang main basket,karena Manda juga sudah pernah memenangkan perlombaan basket antar sekolah.
Selesai sudah Manda berganti baju,dia pun bergegas menuju lapangan basket untuj memenuhi tantangan Vanno.
Dilapangan basket sudah ramai orang yang menonton,terutama kaum hawa. Manda pun memasuki kawasan lapangan basket.
"Sudah siap menerima kekalahan?" tanya Vanno dengan senyum smirknya.
"Gua gak akan kalah."
Prit .... (suara peliut ditiup oleh pak Budi,guru olahraga)
Pertandingan pun dimulai. Dira dan Apan pun duduk bersampingan. Mereka berdua hanya bisa berdoa yang terbaik untuk mereka. Memang aneh sekali kelakuan mereka berdua,masih dibilang bocah banget. Kalau suka mah tinggal bilang,gak usah repot kek beginian.
Memang sih Vanno menyuruh Pak Budi untuk menjadi wasit,agar dirinya nanti tidak dianggap curang kalau wasitnya Alan. Babak pertama pun sudah dimulai,saat ini poin Manda lebih unggul daripada Vanno.
Prit ....
Suara peluit sudah berbunyi,tandanya babak pertama sudah selesai. Saat ini poin Manda di babaj pertama lebih unggul daripada Vanno.
"Minum dulu Nda," ucap Dira sambil menyodorkan air putih.
"Makasih ya Dir,doain gue menang," ucap Manda sambil membuka tutup botol.
Glek ... Glek ... Glek ....
Suara Manda meminum air putih,sampai habis satu botol.
"Haus apa gak pernah minum setaun Nda," ucap Dira sambil terkekeh.
"Ndasmu," ucap Manda kasar.
"Santai mbak santai jan misuh,inget dosa," ucap Dira sambil terkekeh.
"Karepmu Dir (terserah kamu Dir)," kesal Manda. Memang Manda bukan orang Jawa,tapi karena Dira sering ngomong Jawa jadi ketularan.
"Sekarang dah bisa ngomong Jawa ya," ucap Dira. Manda tak menanggapi,daripada nanti panjang jadinya.
Prit ....
Suara peluit sudah terdengar,babak kedua pun dimulai. Vanno dan Manda menuju tempat pertandingan lagi.
Tiga puluh menit berlalu,poin mereka beda tipis,dan akhirnya suara peluit berbunyi menandakan babak kedua selesai.
Prit ... Prit ....
Babak kedua selesai dan dimenangkan oleh Vanno. Sekarang poin mereka sama,Manda menang di babak pertama dan Vanno menang di babak kedua.
Glek ... Glek ....
"Semangat bro,jan sampek kalah," semangat Alan.
"Yoi,makasih semangatnya. Demi pujaan hati gue bakal semangat," ucap Vanno.
"Baru denger lo ngomong alay," ucap Apan terkekeh. Vanno tak menggubris apa yang diucapkan oleh Alan. Ia hanya fokus dengan satu tujuan. Manda.
Prit ... Prit ....
Suara peluit telah berbunyi,babak ketiga pun dimulai. Hawa semakin panas dan pertandingan pun semakin sengit.
"Semangat Mandaa," teriak Dira.
"Yeee," teriak Dira yang antusias melihat Manda berhasip memasukkan bola ke dalam ring.
Vanno pun tak mah kalah dengan Manda. Tinggal satu babak lagi untuk menentukan pemenang. Vanno dengan lihai menggiring bola menuju pertahanan Manda. Dan ya,berhasil Vanno berhasil memasukkan bola. Poin mereka pun sama.
"Aaa,bebeb Vanno."
"Keliatan sexy banget kalok keringatan."
"Omaygat, suami masa depan gue."
"Semangat bebeb Vanno."
Itulah teriakan histeris kaum cabe. Sangat alay saat didengar. Sungguh teriakan yang menjijikan.
Pertandingan semakin sengit,Manda berusaha menyerang pertahanan Vanno. Dan,ya lemparan Manda meleset. Sungguh Dewi Fortuna tidka memihak padanya.
"Yeee,bebeb Vanno."
"Asik,pacar gue menang."
"Sexy banget sih bebeb Vanno,pengen bawa pulang."
"Huaa,aku terpesona,memandang wajahmu."
Ya,itulah teriakan para cabe setelah Vanno berhasil memasukkan bola ke ring. Dan peluit pun berbunyi.
Prit ... Prit ....
Selesai sudah pertandingan mereka berdua dan pemenangnya adalah Vanno. Manda pun mendengus kesal,akibat lemparan bolanya tadi yang meleset.
"Selamat Vanno,kamu jadi pemenangnya. Saya tinggal dulj kekantor,jangan lupa diberesin," ucap Pak Budi.
"Terima kasih pak sudah mau menjadi wasit," ucap Vanno. Pak Budi pun hanya mengangkat jempolnya keatas sambi tersenyum. Manda yang melihat pun dibuat meleleh seketika,tetapi Vanno malah kesal sendiri. Aneh tapi nyata.
"Sekarang pemenangnya gue,jadi gue minta ...," ucap Vanno menggantung.
"Minta apa cepetan and gak usah aneh-aneh," ucap Manda kesel.
"Gak usah jutek gitu dong," ucap Vanno.
"Cepetan atau gue pergi dari sini," kesal Manda.
"Okey, gue mau lo jadi asisten pribadi gue selama seminggu titik gak ada penolakan," ucap Vanno dengan wajah tanpa dosa.
"WHAT THE f**k!! LO GILA YA. GAK AKAN!!" teriak Manda penuh penekanan.
"Kalok lo gak mau yaudah. Sekarang gue kasih dua pilihan,lo jadi asisten gue selama seminggu apa jadi pacar gue sekarang," ucap Vanno tak berdosa.
"Gak ada pilihan lain gitu,hah?!" kesal Manda.
"Gak. Gue kasih sepuluh detik untuk menentukan pilihan lo,"
"Gila!"
10
9
8
7
6
Hitungan mundur telah diucapkan Vanno. Manda pun bingung dengan pilihannya. Sungguh aneh tapi nyata.
5
4
3
2
1
"Waktu habis,jawaban lo apa?" tanya Vanno.
"Gue jadi asisten lo selama seminggu," ucap Manda kesal.
"Okey,harus ikhlas lillahitaala ya,"
"Iya Devanno Abraham," kesal Manda.
"Jabat tangan dulu dong." Vanno dan Manda pun berjabat tangan.
"Deal,"
"Deal."
Ucap mereka berdua bersamaan. Pasrah sudah hidup Manda. Kalok enggak yaudah bisa berabe urusannya. Daripada ribet,untung cuma seminggu. Manda pun beranjak pergi dari lapangan basket,tetapi Vanno menarik pergelangan tangannya.
"Mau kemana?" tanya Vanno.
"Ganti baju! Mau ikut?!" ucap Manda sarkas.
"Kalok dibolehin ya ikut dong,lumayan loh," kekeh Vanno.
"Dasar m***m,gak ada akhlak,gak punya belas kasihan," kesal Manda.
"Hey,ini murni tantangan ya,harus terima dong kekalahan lo dan yang menang itu gue," ucap Vanno.
"Iya saya paham Devanno Abraham,sekarang saya mau ganti baju dulu,permisi," ucap Manda yang langsung pergi tanpa menggubris ucapan Vanno.
"Permainan belum dimulai babby,liat saja diakhir nanti lo bakal jadi milik gue," ucap Vanno lirih dengan bibir disunggikan keatas.
Next▶