•SPS11.Berangkat bareng•

1227 Kata
Dirumah Vanno... Mobil sport memasuki halaman rumah seorang pengusaha sukses. Siapa lagi kalau bukan mobil milik anaknya Devanno. Mobil Vanno pun diparkirkan di dalam garasi mobil rumahnya. Terdapat beberapa mobil mewah. "Assallamualaikum,Vanno pulang."ucap Vanno. Seorang wanita paruh baya pun membukakan pintu untuk sang putra. "Waalaikumsallam, eh udah pulang."jawab sang mama. "Udah ma. "jawab Vannk sambil menyalimi tangan sang mama. "Yuk masuk, diluar dingin gak baik buat kesehatan."ucap sang mama. "Yuk."mereka berdua pun memasuki rumah. "Kamu bersihin badan dulu habis itu turun,mamah mau ngomong sama kamu."ucap sang mama. "Mau ngomong apa ma?"tanya Vanno. "Udah bersihin dulu badanya,nanti cepetan turun mamah mau ngomong sama kamu."perintah sang mama. "Baik ma."jawab Vanno. Vanno pun menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya. Kamar Vanno memang dilantai dua. Cklek... Suara pintu dibuka oleh sang pemilik kamar. Vanno pun berfefas memasuki kamar dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan badan dan mengganti baju. Dua puluh menit kemudian... Vanno sudah selesai membersihkan badan dan mengganti baju. Vanno pun bergegas turun kebawah untuk menemui sang mama. "Mau ngomong apa ma?"tanya Vanno yang tiba-tiba duduk di sova samping mamanya. "Kamu tadi jalan-jalan sama siapa?"tanya sang mama. "Temen."jawab Vanno singkat. "Gak mungkin dong jalan-jalan sama temen,pulang-pulang mukanya bahgia banget, cerita dong sama mama."ucap sang mama. "Iya beneran temen, eh tadi ada pesan buat mama."ucap Vanno. "Dari siapa?"tanya sang mama. "Dari tante Maida, katanya ngajak ketemuan, katanya tante Maida dia kangen banget sama mama."ucap Vanno. "Maida? Temen SMA mama? Ngapain kamu ke rumahnya Maida?kan rumah dia di Jakarta."ucap sang mama. "Setau mama anaknya Maida itu dua, yang satu cowok yang satu cewek, apa jangan-jangan kamu main sama anakanya Maida? "ucap sang mama. "Hehehehe...."jawab Vanno dengan cengiran. "Owalah kamu main kerumahnya Maida?Kenapa gak ajak mama? Kamu gak asik banget sih Van, kan kita bisa besanan kalau begitu."ucap sang mama panjang lebar. "Ya lan Vanno gak tau, tadi tuh tiba-tiba tante Maida ngomong begitu, yaudah Vanno simak."ucap Vanno. "Kamu punya nomor teleponnya gak? "tanya sang mama antusias. "Enggak."jawab Vanno. "Kenapa gak minta,kamu nih gimana. "kesal sang mama. "Kan Vanno juga gak tau mah, kalau tante Maida itu temen SMA mamah."ucap Vanno. "Terus kamu sama anaknya Maida sekarang pacaran gitu?Langsung mama restuin,mamah percaya kalau anaknya Maida baik,Maidanya aja baik apalagi anaknya."ucap sang mama panjang lebar. "Enggak mamah."jawab Vanno. "Kenapa enggak sih, kamu nih jadi cowok enggak berani,kalau suka langsung tembak jangan digantungin. Tau gak rasanya kalau digantungin? Sakit kan? "ucap sang mama bawel. "Tau mah, tapi Vanno nunggu waktu yang tepat dulu buat nyatain perasaan Vanno ke Manda."jawab Vanno "Terserah kamu Van,pusing mama ngomong sama kamu, mama cuma bisa doa yang terbaik aja,"ucap sang mama. Vanno hanya mengedik bahunya. Mamanya ini memang orang yang tidak sabaran jika ingin mendapatkan sesuatu. ❄❄❄ Keesokan harinya,seorang pemuda tampan sudah siap dengan seragam sekolahnya. Ia pun bergegas turun kebawah menemui sang mama untuk berpamitan. "Selamat pagi mah," ucap Vanno sambil mengecup pipi sang mama. "Pagi juga sayang, tumben udah rapi banget jam segini, "ucap sang mama. "Bangun pagi salah,bangun sing salah,serba salah deh aku." Sang mama pun hanya terkekeh melihat ekspresi sang anak. "Sarapan dulu sayang," perintah sang mama. "Nanti dikantin sekolah aja mah, Vanno mau jemput calon pujaan hati,"ucap Vanno. Sang mama pun hanya terkekeh dengan sang putra. "Yaudah Vanno berangkat dulu ya mah,"pamit Vanno. "Iya hati-hati ya sayang,"jawab sang mama. "Assalamualaikum,"ucap Vanno sambil mencium tangan sang mama. "Waalaikumsallam, belajar yang bener ya,"jawab sang mama. "Siap ibu negara,"ucap Vanno dengan mengangkat tangannya untuk hormat. Sang mama hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah anaknya ini. ❄❄❄ "Manda,bangun sayang,udah jam enam lebih, nanti kamu telat loh,"ucap sang mama. "Lima menit lagi mah, Manda masih ngantuk ini,"jawab Manda. Maida yang sudah jengkel pun segera masuk kekamar sang anak dengan membawa gayung berisi air. Dan tiba-tiba... Byurr... "Mama, banjir ma,"teriak Manda. "Kamu inu susah banget dibangunin, udah tau mau berangkat bareng temennya,"ucap Maida. "Temen? Manda gak ada janjian berangkat bareng temen kok mah,"jawab Manda bingung. Dan sesaat kemudian Manda baru ingat bahwa dia akan berangkat sekolah bareng Vanno. Dan sekarang dipikiran Manda apakah Vanno melihat dia disiram air? Kalau dia ngelihat bisa diejek mulu deh. "Lo lupa ya kemarin? Apa pura-pura lupa? Kan kemarin gua bilang besok berangkat sekolah bareng gue,gak ada penolakan,"ucap cowok yang dari tadi didepan pintu. "Trus, lo ngapain didepan pintu, lo liat kan tadi gue disiram mama? "tanya Manda gugup. Ternyata cowok yang didepan pintu kamar Manda,adalah Vanno. Memang dari tadi Vanno nahan ketawa saat Manda disiram air sama mamanya. "Ya gue dari tadi disini, ngeliat lo disiram air, lucu tau,"jawab Vanno sambil tertawa. Maida pun hanya menjadi penonton setia perdebatan Vanno dan Manda. "Ih mama gak asik ih, kalau ada orang tuh bilang-bilang, kan Manda jadi malu,"ucap Manda kepada sang mama. "Daripada kamu ngomong gak selesai-selesai,mending kamu cepetan mandi, kasihan tuh Vanno udah nungguin,"perintah sang mama. "Iya-iya,"jawab Manda sambil mengerucutkan bibirnya. Manda pun beranjak dari tempat tidur untuk mengambil handuk dan masuk kekamar mandi. "Vanno, ayo kita kebawah nungguin Manda, sambil sarapan,"ajak Maida. "Baik tante,"jawab Vanno. Vanno pun hanya mengekori Maida dibelakang dan sampailah dimeja makan untuk sarapan. "Vanno,kamh mau makan pakai apa?" tanya Maida. "Nanti aja tante, nungguin Manda,"jawab Vanno. Maida pun hanya menganggukan kepala. "Pagi mah," sapa Manda pada Maida. "Pagi juga sayang, ayo cepet duduk sarapan bareng," ucap Maida. "Lo juga sarapan disini?" tanya Manda pada Vanno. "Iya, mamah yang ngajak," jawab Maida. Manda hanya mengangkat bahunya acuh dan melanjutkan kegiatan sarapan pagi. Selesai sudah sarapan pagi mereka. Vanno dan Manda bergegas pergi kesekolah. "Mah, Manda berangkat dulu ya, Assalamualaikum," ucap Manda. "Tante Vanno juga berangkat dulu ya, Assalamualaikum," ucap Vanno. Sebelum berangkat,mereka berdua menyalimi tangan Maida. "Waalaikumsallam, belajar yang bener ya," ucap Maida. "Iya mah," jawab Manda. Motor sport Vanno pun dinyalakan,dan segera menuju ke sekolah. Diperjalanan mereka berdua hanya salin diam, Vanno yang fokus mengendarai motor dan Manda yang melihat jalanan. Motoe sport seorang Devanno Abraham pun memasuki kawasan sekolah, siswa mamupun siswi yang ada diparkiran pun fokus melihat ke mereka berdua. Baru kali ini seorang Devanno Abraham berangkat bareng perempuan. Manda pun turun dari motor sport Vanno dan menyerahkan helmnya kepada Vanno. "Makasih ya," ucap Manda. "Sama-sama," jawab Vanno sambil mencubit hidung Manda. Awsh... Rengekan Manda akibat hidungnya dicubit Vanno kencang. "Sakit tau," ucap Manda sambil mengerucutkan bibirnya. Vanno hanya tertawa melihat tingkah lucu Manda. "Yuk kekelas bareng," ajak Vanno. "E-eh," Manda terkejut akibat ulah Vanno yang tiba-tiba menggenggam tangannya. "Gak usah didengerin apa yang mereka bilang," ucap Vanno yang masih setia menggenggam tangan Manda. "Lo b**o apa gimana sih, gue punya kuping,ya gue dengerlah," sarkas Manda. Tiba-tiba Vanno berhenti,membuat Manda yang disampingnya juga ikut berhenti. "Gini masih denger gak?" ucap Vanno sambil menutupi kedua telinga Manda dengan tangannya. Jedug ... Jedug ... Serr Ritme jantung Manda sudah tak karuan. Siswi-siswi yang melihat teriak histeris. Oh my good, demi apa bebeb Vanno bisa luluh sama cewek kumel, Rahim dedek anget bang, Ih ... Cantikan juga gue, Manda beruntung banget ya. Itulah teriakan siswi-siswi centil dan tentunya fans seorang Devanno Abraham. "Ih Vanno, malu-maluin tau," sarkas Manda, sambil menyingkirkan tangan Vanno dari telinganya. "Tadi katanya gak mau denger, yaudah gue tutupin telinga lo biar gak denger," kekeh Vanno. "Bodo ah, gue mau kekelas duluan,daripada bareng lo," kesal Manda. "Honey ... jangan marah dong," ucap Vanno sambil terkekeh. Manda pun berhenti mendengar teriakan Vanno dan berbalik arah sambil meneriaki nama Vanno. Setelah itu Manda mempercepat jalanya kekelas dengan menghentakan kakinya serta moodnya yang sudah rusak akibat ulah Vanno.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN