•SPS12.Vanno bucin•

1451 Kata
“Canduku sekarang bukanlah kopi, tetapi melihatmu yang sedang kesal, membuatku tidak bisa berhenti memikirkanmu,” -Devanno Abraham ❄❄❄ Satu kelas dibuat terkejut oleh kedekatan Manda dan Vanno, tak hanya satu kelas,satu sekolah pun terkejut. Berita dekatnya Vanno dan Manda sudah terdengar ke telinga ratu bully SMA Pelita Bangsa. Bianca Salsabila, ratu bully SMA Pelita Bangsa, Bianca tidak akan segan-segan membully orang yang berani-beraninya dekat dengan Vanno. Bianca mengecap dirinyalah yang pantas untuk Vanno dan mengaku-ngaku dia adalah kekasih Vanno. "Manda, plise dong jangan ngambek, tadi beneran gue cuma bercanda," ucap Vanno. Manda masih tetap saja diam tak menanggapi ucapan Vanno. "Manda," panggil Vanno. "Amanda," panggil Vanno lagi. "Sayang, plise jangan diem gini,gak asik tau," ucap Vanno mendramatis. Satu kelas pun terkejut dengan panggilan Vanno pada Manda. "Apa-apaan sih lo, pakai acara manggil sayang segala, jijik tau," kesal Manda. "Nah kan, baru mau ngomong," ucap Vanno. "Jangan ngambek dong, kan tambah jelek," sambung Vanno. "Tuh kan tambah nyebelin," kesal Manda dengan mengerucutkan bibirnya. "Jangan dimanyunin dong bibirnya nanti aku ...." ucap Vanno menggantung. "Nanti apa hah?" sarkas Manda. Tiba-tiba Vanno merapatkan duduknya dengan Manda dan membisikan sesuatu ke telinga Manda. "Nanti mau aku cium honey?" bisik Vanno pada telinga Manda dan membuat Manda bergidik ngeri. Manda pun mendorong bahu Vanno sampai tersungkur dan bokongnya sudah mendarat diatas lantai. "Aws, sakit Manda," ringis Vanno sambil mengusap-usap bokongnya. Sekarang kelas mereka sudah penuh siswa, siswi. Dari adik kelas dan teman seangkatan mereka,semua berkumpul dikelasnya. Ada yang merekamnya dan ada yang berteriak histeris,apalagi kaum hawa. Ekhm... Tiba-tiba Dira datang,Dira mengusir Vanno dari tempat duduknya secara halus. "Lo duduk sama Angel dulu ya, gue mau sama ibu negara," ucap Vanno datar. "Gak, gak ada,lo duduk sama Alan sono, minggir si Dira mau duduk," usir Manda. Tiba-tiba Vanno langsung duduk disebelah Manda, tepatnya duduk dibangku Dira. Vanno langsung meletakan tasnya dikursi dan menaruh kepalanya diatas meja. Manda pun dibuat kesal sendiri,karena sifat Vanno yang kekanak-kanakan. Manda pun menyuruh Dira untuk duduk bersama Angel. "Dir, maaf ya,sementara ini lo duduk sama Angel dulu," ucap Manda. "Gak sementara tapi,selamanya gue akan duduk bareng lo," ucap Vanno dengan mata tertutup. "Lo nyebelin banget ya," kesal Manda. Vanno tak menggubris apa yang diucapkan Manda. "Udah gak papa Nda, gue duduk sama Angel aja," ucap Dira. "Maafin gue ya Dir," "Sans aja kali, kaya sama siapa aja," ucap Dira sambil terkekeh. "Gue ke tempat Angel dulu ya, baik-baik lo sama Vanno," ucap Dira. "Apaan sih lo," kesal Manda. Sedari tadi Vanno hanya berpura-pura tidur, jadi Vanno mendengarkan apa yang mereka berdua bicarakan. Tiba-tiba Vanno merubah posisinya menghadap Manda. Manda pun dibuat salah tingkah,akibat Vanno menatapnya. Kring... Bel masuk sekolah pun berbunyi, seluruh siswa,siswi memasuki kelasnya masing-masing dan disusul guru mata pelajaran yang mengajar masuk. "Vanno,jangan tiduran,nanti kalau ketahuan guru bisa kena hukum," omel Manda. Vanno hanya tersenyum,melihat Manda yang memperhatika dirinya. "Kok malah senyum sih," kesal Manda. "Karena,hanya kamu yang bisa melihat senyumku, tidak ada orang lain selain kamu yang bisa melihat senyumku," ucap Vanno sambil mengubah perkataannya dengan aku kamu. Cieciecie... Kompak satu kelas meneriaki,karena baper oleh kegiatan mereka berdua. Manda pun tersipu malu dengan memalingkan wajahnya menghadap ke tembok. Guru mata pelajaran yang mengajar pun memasuki kelas. Pelajaran berjalan dengan lancar tanpa ada halangan. Sejak pelajaran dimulai, Vanno tak henti-henti menatap Manda. Dan saat itu Manda dibuat salah tingkah,karena ditatap Vanno terus menerus. Akhirnya bel istirahat pun berbunyi, Manda bisa terbebas dari kandang harimau. Sudah pelajarannya membosankan dan sampingnya Vanno yang hanya menatap dirinya saja. "Manda, yuk kekantin," ajak Dira. "Ayo," sahut Manda.Tiba-tiba Vanno mencekal tangan Manda. "Manda kekantin bareng gue, lo kekantin bareng Alan aja," ucap Vanno datar. "Apa-apaan sih lo, ada hak apa lo ngelarang gue?" sarkas Manda. Vanno pun dibuat bungkam oleh perkataan Manda. "Emang lo bukan siapa-siapa gue, tapi lo harus kekantin bareng gue dan gak ada penolakan," ucap Vanno penuh tekanan. Sekarang mereka bertiga menjadi totntonan teman sekelas mereka. "Alan," panggip Vanno pada Alan. "Apa bro?" jawab Alan. "Lo kekantin duluan bareng Dira, biar Manda bareng sama gue," ucap Vanno datar. "Oke," jawab Alan. "Semangat," sambung Alan tetapi dengan berbisik. Vanno hanya berdehem menandakan iya. "Yuk Dir kekantin, biarin aja mereka berdua," ajak Alan pada Dira. "Oke," jawab Dira tak enak hati pada Manda. "Lo gak papa kan Nda?gue duluan kekantin ya," ucap Dira yang belum selesai akibat tangannya sudah ditarik Alan. "Ta-tapi...." kesal Manda. "Ayo ikut gue," ajak Vanno dengan menarik tangan Manda. "Lo bisa gak sih buat hidup gue tenang dan gak ganggu gue lagi," gerutu Manda. Tiba-tiba langkah Vanno berhenti dan akhirnya Manda menabrak bahu Vanno. Aws... Vanno pun membalik tubuhnya menghadap Manda. Untung saja mereka sudah berada di rooftop. "Lo gak mau gue ganggu hidup lo?" tanya Vanno. Suasana yang awalnya biasa saja menjadi mencekam. Manda pun dibuat ngeri oleh sikap Vanno yang berubah-ubah. "Iya kenapa?masalah buat lo?lo sadar kalau lo bukan siapa-siapa gue kan?jadi lo gak berhak ngatur-ngatur hidup gue,paham?" sarkas Manda. Sungguh sakit amat sakit, perkataan Manda menusuk hatinya. Tetapi, Vanno harua menahan emosinya dan harus tetap sabar. "Oke kalau begitu, gue gak akan ganggu hidup lo tapi...." ucap Vanno menggantung. "Pandai, tapi apa?" balas Mansa sengit. "Lo harus terima tantangan dari gue, lo berani? kalau gak berani yasudah gue akan ganggu hidup lo," tantang Vanno. "Oke siapa takut," jawab Manda dengan berani. "Besok ke lapangan basket saat istirahat pertama, gue tantang lo main basket, siapa yang menang akan menuruti semua keinginannya selama satu minggu," ucap Vanno. "Dan yang kalah tidak boleh menolak, kalau nolak hukuman tambah berat, dan selepas seminggu sudah tidak ada sangkut paut antara kita, gue gak akan ganggu lo dan lo bebas mau deket sama siapa aja," sambung Vanno. Sebenarnya Vanno tak rela mengucapkan ini, tapi maj bagaimana lagi, hanya ini satu-satunya cara untuk mendekati Manda. Seperti ada ribuan pisau yang menusuk hati Manda, karena gengsi Manda yang tinggi, jadi inilah yang harus ia terima. Manda masih bingung dengan perasaan dihatinya. "Oke,gue terima tantangan lo, itu gak masalah kok bagi gue," ucap Manda dengan ego yang tinggi. "Deal," ucap Vanno dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. "Deal," balas Manda. "Oh ya, dan mulai sekarang lo harus menjaga jarak dari gue sebelum tantangan dimulai dan ya,nanti lo gak usah anter gue pulang," ucap Manda sambil bersedekap d**a. "No problem," jawab Vanno santai dan meninggalkan Manda sendiri di rooftop. ❄❄❄ Vanno pun memasuki area kantin, dia sudah biasa dengan teriakan cewek-cewek alay yang meneriaki namanya. Yang terpenting dia tidak meladeninya dan prioritasnya adalah Manda,bukan yang lain. Vanno pun langsung mencari sahabatnya dan sahabat Manda. Ternyata mereka berdua duduk dipojok kantin. Vanno pun menghampiri mereka dan menyeret satu bangku untuk didudukinya. "Eh Vanno, Manda mana?" tanya Dira. Vanno hanya mengedikan bahunya tidak peduli. Sekarang kondisi Vanno adalah memulihkan hatinya yang tadi sakit akibat perkataan Manda. Tak selang beberapa menit, Manda pun datang kekantin dan menghampiri sahabatnya yang berada dipojok kantin. "Eh Manda, lama banget sih lo, dari mana aja?" tanya Dira. "Dari toilet, tadi kebelet," jawab Manda dingin. "Kumat lagi nih kalian, emang ya kalian berdua cocok disebut Ice boy and Ice girl PBHS," ucap Alan. "Ada masalah ya sama lo,kalau gue diem?" tanya Manda dingin. Alan pun dibuat bungkam oleh peekataan Manda dan Alan hanya menjawab dengan gelengan kepala. Manda tak menggubris sama sekali. Tiba-tiba ibu kantin datang menawari Vanno dan Manda makanan. Akhirnya mereka berdua pun memesan makanan. Tidak menunggu waktu lama, makanan mereka berdua pun sampai. Mereka berempat makan dalam diam, biasanya mereka kalau makan sambil bercerita absurd. Bel menandakan masuk sekolah pun berbunyi, seluruh pelajar PBHS memasuki kelasnya masing-masing. Sekarang Vanno sudah kembali ketempatnya, dia kembali duduk bersama Alan dan Manda kembali duduk bersama Dira. Satu kelas pun dibuat terkejut dengan perubahan sifat mereka, padahal tapi pagi mereka saling ngobrol tetapi, sekarang diem-dieman. "Manda, lo baik-baik aja kan sama Vanno?bukannya tadi pagi Vanno bilang gak mau pindah ya?" tanya Dira penasaran. "Udahlah biarin aja, gak usah diurusin,itu juga hidup dia kita gak ada hak,karena kita bukan siapa-siapanya," ucap Manda datar. "Iya juga sih, tapi aneh aja gitu," pikir Dira. Sedangkan daritadi Alan mengintrogasi Vanno terus menerus dan membuat Vanno jengah. "Lo kok diem-dieman sama Manda?ada masalah apa sih?cerita dong ke gue," Alan yang mulai penasaran dengan perubahan sifat Vanno dan Manda. "Lo daritadi ngomong itu mulu apa kaga bosen sih? gue yang dari tadi dengerin aja bosen," ucap Vanno datar. "Kan gue kepo," jawab Alan. "Gak usah kepo,kek cewek aja lo," ucap Vanno datar. "Bodo ah," kesal Alan yang daritadi tanya tetapi tidak dijawab. Suasana kelas yang tadinya rame mulai tenang,karena guru mapel sudah memasuki kelas. Dan pelajaran pun dimulai dengan lancar. Note: Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, untuk menghargai karya author. Makasih yang udah mau baca ceritaku sampai sini, semoga kalian menjadi pembaca setia cerita ini. Next▶
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN