“Dengan cara apapun itu,asalkan masih bisa dinalar, aku akan berjuang untuk mendapatkan hatimu,” -Devanno Abraham.
❄❄❄
Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, semua guru mapel mengakhiri pelajarannya dan keluar dari kelas.
"Dir, gue pulang bareng lo gak papa?"tanya Manda pada Dira. Dira sempat terkejut dengan ucapan Manda tetapi, dia juha paham,pasti ada masalah diantara Vanno dengan Manda.
"Gak papa kok Nda, gue malah seneng," jawab Dira.
"Thanks, ya Dir," ucap Manda.
"Kaya sama siapa aja lo,sama-sama," jawab Dira.
"Keluar yuk, gue dah selesai beresin barang-barangnya," ajak Dira. Manda pun hanya menurut dengan perkataan Dira. Dari meja sebelah kanan, nampak Vanno dengan ekspresi datarnya. Sebenarnya ia tak tega dan mempunyai rasa khawatir jika Manda pulang tak bersama dengannya. Tapi perasaan itu ditepis oleh Vanno jauh-jauh.
Sambil berjalan menuju gerbang, Manda dan Dira bercerita mengenai kuliah setelah lulus SMA.
"Manda," panggil Dira.
"Iya?" tanya Manda.
"Nanti lo mau gak nemenin gue kerumah sebentar ngambil baju, gue pengen nginep dirumah lo," ucap Dira.
"Mau dong, tumben nginep dirumah gue, kenapa?" tanya Manda.
"Nyokap bokap gue udah berangkat ke Paris, terus abang gue belum pulang juga dari kuliahnya," jawab Dira.
"Boleh gak nginep dirumah lo? sehari aja," ucap Dira memohon.
"Ya boleh lah, lo gimana sih,kita kan sahabat, malah lo gue anggep kek sodara sendiri," jawab Manda.
"Gue terhura," ucap Dira mendramatis.
"Terharu Dira, bukan terhura," ucap Manda membenarkan.
Dira pun hanya membalas dengan cengiran khasnya. Dengan menampilkan gigi putih dan rapih. Tak berselang lama, sopir pribadi Dira datang. Mereka berdua pun masuk kedalam mobil.
Skip ...
Sekarang Dira sudah berada dikamar Manda. Kamar Manda dipenuhi oleh berbagai macam novel, dari genre fiksi remaja, romantis, horor, dan masih banyak lagi. Mereka berdua juga sudah selesai mandi dan makan malam. Sekarang mereka sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Manda yang membaca novel dan Dira menonton film.
"Nda gue penasaran sama sifat Vanno yang berubah, ada apaan sih kalian berdua?" tanya Dira masih penasaran.
"Gak ada apa-apa kok, lo kenapa sih penasaran banget?" ucap Manda.
"Ye, lo ditanya malah balik nanya," ucap Dira sambil menonyor kepala Manda.
"Heh sakit tau, ini kepala bukan boneka ya," ucap Manda meringis kesakitan karena tonyoran Dira keras.
"Maaf," ucap Dira. Mamda hanya membalas ucapan Dira dengan deheman.
"Plise dong cerita, gue penasaran banget," mohon Dira.
"Oke, gue cerita tapi lo jangan ember," ucap Manda.
"Siap bu bos," jawab Dira.
"Jadi begini ...." ucap Manda panjang lebar,dari awal sampai akhir. Dira yang mendengar pun melongo. Untung saja tidak netes air liurnya, bisa-bisa macan ngamuk nanti.
"Beneran tuh Nda, lo gak bohong kan?" ucap Dira tak percaya.
"Beneran,gue gak bohong, kalau gak percaya yaudah," ucap Manda.
"Baru kali ini gue tau cewek yang nyia-nyiain seorang Most Wanted PBHS," ucap Dira.
"Gue takut Dir kalau terlalu deket sama lawan jenis, gue masih trauma sama kejadian masa lalu," ucap Manda sedih.
"Iya juga sih, siapa yang gak trauma, kalau orang yang kita sayang malah selingkuh dibelakang kita," ucap Dira.
Tiba-tiba Manda menitikan air matanya, teringat akan kejadian di masa lalu yang mengharuskan dia berjuang untuk bangkit kembali. Begitu sakit jika mengingat kejadian itu.
"Yah kok lo nangis sih, jangan buang air mata lo buat nangisin si b******n itu," ucap Dira menenangkan.
"Gue keinget aja sama kenangan masa lalu, gue sedih Dir, lo gak ngerasain apa yang gue rasain," ucap Manda sesenggukan.
"Iya gue tau, gue gak ngerasain tapi, jangan buang air mata berharga lo buat nangisin si b******n itu,"
"Ih,kok jadi melow-melow begini sih, gue jadi pengen nangis kan," sambung Dira.
"Eh Nda, tapi ada yang aneh tau," ucap Dira lagi.
"Apa?" tanya Manda yang sudah berhenti menangis.
"Vanno kok keliatan kaya orang lagi PDKT, apa Vanno suka ya sama lo?" ucap Dira penasaran.
"Lo kalau ngomong jangan ngasal Dir, mana mungkin Vanno suka sama cewek modelan kek gue, sedangkan diluar sana banyak yang ngantri," ucap Manda tak percaya.
"Kan selera orang beda-beda Nda, mana mungkin sama," jawab Dira.
"Selera-selera, kaya indomie aja," ucap Manda sambil tertawa.
"Oh, iklan indomie, gue praktekin," ucap Dira.
"Indomie selaraakuuu," sambung Dira.
"Gue punya sahabat gini banget sih," ucap Manda sambil terkekeh.
"Harusnya beruntung dong lo, udah cantik, kembarannya Ariana Grande, baik, lucu,dan masih banyak lagi," ucap Dira. Manda pun tertawa mendengar ucapan Dira yang katanya kembarannya Arian Grande.
"Eh Nda, gara-gara ngomong indomie, gue jadi pengen deh, masak mie yuk," ajak Dira.
"Bentar-bentar, mie dirumah gue masih enggak, soalnya bibi belum pergi belanja," ucap Manda.
"Masa rumah orang kaya gak punya mie," sindir Dira.
"Bukan gak punya, tapi belum beli, yuk liat kedapur dulu," ucap Manda. Dira pun hanya menurut dengan ajakan Manda. Mereka berdua pun keluar kamar dan mengecek masih ada mie apa enggak. Dan ternyata mienya habis.
"Yah abis, harus beli dulu ke Alfamart," ucap Manda membuka lemari dapur.
"Yaudah yuk beli tapi, yang terbaru aja, yang salero padang, gue penasaran sama rasanya," ucap Dira.
"Kalian berdua ngapain?" ucap Maida menganggetkan mereka berdua.
"Ish, mama nganggetin aja. Tadi ngecek mie masih ada apa enggak, eh ternyata udah abis," ucap Manda.
"Yaudah kamu beli sana, sekalian beliin mama gula ya," ucap sang mama sambil memberikan dua lembar uang merah.
"Inget nanti kalau ada kembalian balikin ke mama," sambung Maida.
"Iya mamaku tersyantik, yaudah kita pergi dulu ya," pamit Manda.
"Pergi dulu tante," pamit Dira.
"Hati-hati," peringat mama.
"Asslamualaikum," kompak mereka berdua.
"Waalaikumsallam," jawab Maida.
Manda dan Dira pun bergegas menuju Alfamart, untuk membeli mie dan gula. Sesampainya di Alfamart,mereka bertemu dengan Vanno. Dira yang menyadari pun menyenggol tangan Manda.
"Nda liat tuh, ada pangeran lo," gida Dira.
"Pangeran siapa?" ucap Manda yang belum sadar.
"Itu loh, yang lagi ngambil pembalut, baru tau gue ada cowok mau beliin pembalut mamanya," ucap Dira tertawa.
Vanno kok ada disini, beli pembalut segala,batin Manda.
"Samperin yok," ajak Dira langsung menyeret tangan Manda.
"Hai Vanno," sapa Dira.
Vanno pun terkejut melihat keberadaan Manda dan Dira.
"Hai, kalian ngapain ada disini," tanya Vanno.
"Ini gue disuruh nemenin Manda beli pembalut buat mamanya, eh tau lo disini juga lagi nyari pembalut," ucap Dira sambil cengengesan.Entah apa yang dipirkan Dira saat ini. Manda? Dia hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Dira.
Vanno pun menahan pipinya yang sudah merah. Tetapi Dira dan Manda menyadarinya, Manda hanya bisa menahan tawa.
"Udah santai aja sama kita, gak usah malu, kita gak bakal bilang ke siapa-siapa kok dan lain kali blush on mama lo jangan dipake," ucap Dira cengengesan.
"Nda gue tinggal cari mie sama gula ya, lo nyari pembalut nyokap lo bareng Vanno aja, bay, ntar ketemu dikasir," sambunh Dira sambil meninggalkan mereka berdua.
Punya sahabat kok laknat banget sih,batin Manda.
Suasana diantara mereka sangat canggung, entah masalah tadi disekolah yang membuat mereka berdiam-diaman. Biasanya saja sepert tom and jerry.
Ekhm ...
Vanno pun memecah keheningan diantara mereka. Sebenarnya Vanno tidak betah dengan suasana ini, biasanya saja saling adu mulut.
"Lo juga disuruh sama nyokap lo buat beli pembalut?" tanya Vanno duluan.
"E-eh iya," jawab Manda gagap.
"Lo tau gak, pembalut yang ada sayapnya?" tanya Vanno bingung.
"Itu depan lo apa kalau bukan sayap?" tunjuk Manda pada pembalut didepan Vanno.
"Masa sih?" tanya Vanno sambil mengambil pembalut itu dan dibaca.
"Eh iya, gue gak tau soal beginian, makasih ya," ucap Vanno.
"Sama-sama," jawab Manda.
"Lo mau beli apa lagi? kalau udah kita kekasir sekarang," ucap Vanno.
"Udah kok, gue dah dapet nih,"ucap Manda. Tiba-tiba ponsel Manda berbunyi, ada telepon masuk dari Dira.
"Bentar ya, gue angkat telepon dulu," ucap Manda.
"Iya, jangan jauh-jauh nanti ilang," ucap Vanno. Manda hanya mendengus kesal.
DiraSahabatLaknat
is calling ...
"Hallo Dir, kenapa? lo dimana sih?" tanya Manda.
"Hallo, gue dah balik, maaf ya gue tinggal, tadi udah gue ijinin sama tante Maida kok,"ucap Dira dengan cengengesan.
"Laknat," kesal Manda.
"Have fun ya sama Vanno, semoga bisa baikan, babay, gue mau nonton film,tenang aja nanti masak mienya gue tungguin lo kok," ucap Dira sambil mematikan sambungan teleponnya.
"E-eh," ucap Manda terpotong,akibat sambungan teleponnya mati.
"Kenapa?" tanya Vanno.
"Dira udah balik duluan," jawab Manda.
"Yaudah gue anterin lo pulang sampai rumah," ucap Vanno.
"E-eh gak usah,gue bisa sendiri kok," ucap Manda.
"Gak baik cewek diluar malem-malem," peringat Vanno.
"Yaudah deh," pasrah Manda.
"Yuk kekasir, lo gak mau beli apa-apa lagi kan?" tanya Vanno.
"Enggak," jawab Manda. Sesampainya dimeja kasir,mereka membayar barang-barang mereka.
"Gue aja yang bayar," ucap Vanno.
"Gak usah, gue aja gak papa, inikan barang mama gue," ucap Manda.
"Udah gue aja, gak ada penolakan," ucap Vanno memaksa.
"Berapa mbak?" tanya Vanno pada pegawai kasir.
"Lima puluh ribu mas," jawab pegawai kasir.
"Nih, uangnya mbak," ucap Vanno sambil memberika satu lembar uang lima puluh ribuan.
"Terima kasih mas, ini barng dan struk pembeliannya," ucap pegawai kasir sambil memberikan barang-barang mereka.
"Sama-sama," jawab Vanno datar dengan mengambil barang-barangnya.
"Yuk pulang," ajak Vanno.
"Naik apa?" tanya Manda.
"Tuh,kita naik itu," tunjuk Vanno pada sepedanya.
"Gue berdiri gitu," kesal Manda.
"Udah nanti lo tau sendiri, nih bawa," ucap Vanno.
Vanno pun mengambil sepedanya dan menyuruh Manda duduk didepan dengan posisi menyamping.
"Ini gak papa kan?" tanya Manda tak percaya.
"Gak papa," jawab Vanno santai.
"Gak akan jatuh kan?" tanya Manda lagi.
"Enggak Manda, cepetan naik,keburu malem," ucap Vanno. Manda pun duduk didepan dengan posisi menyamping. Mereka berdua naik sepeda bersama dengan suasana yang romantis.
Diperjalanan menuju rumah Manda, mereka berdua bersenandung ria, bercerita, dan tertawa lepas. Mereka berdua lupa bahwa sebelum pertandingan,mereka tidak boleh mendekat. Tetapi malah mereka berdua sendiri yang melanggar.
Sesampainya didepan pintu gerbang rumah Manda, mereka masih saja tertawa bahagia.
"Jaga kesehatan, inget besok kita tantangan, jangan sampai kalah," ucap Vanno.
"Gak akan,wlee," ucap Manda. Vanno pun tertawa melihat ekspresi lucu Manda.
"Udah sana masuk, angin malem gak baik buat kesehatan," ucap Vanno sambil mengacak rambut Manda.
"Ish, berantakan tau," kesal Manda.
Tanpa mereka sadari,kegiatan mereka berdua tak luput dari penglihatan Maida dan Dira.
"Pacaran terus, sampai besok," sindir Dira. Manda yang menyadari pun tersipu malu.
"Yaudah gue pulang dulu ya, cepet masuk sana,nanti kesehatan lo terganggu," ucap Vanno.
"Gak mampir dulu?" tanya Manda.
"Gak usah, nanti dicariin bunda," jawab Vanno.
"Pacaran terus," sindir Dira.
"Apaan sih lo,sirik bae, jomblo diem," sarkas Vanno.
"Bay, gue pulang ya, good night baby," ucap Vanno menggoda.
"Ih apaan sih," kesal Manda.
"Kok gak dibales?" tanya Vanno.
"Good night to," balas Manda sambil berlari masuk kedalam rumah. Vanno pun tersenyum melihat tingkah Manda yang sangat menggemaskan.
Note: Jangan lupa tinggalkan jejak kalian sebagai bentuk apresiasi kalian, makasih dah mau baca ceritaku dan ya karena kemarin gue gak up,jadi nanti gue double up.
Next▶