Di dalam mobil keadaan menjadi canggung.
Apa Vanno sakit hati ya gara-gara omongan gua. Bodo ah jadi orang kok baperan.batin Manda.
"Van sebenernya kita mau kemana sih? "tanya Manda.
Vanno masih saja diam sambil melirik.
"Van lo bisu ya? "tanya Manda ceplas-ceplos.
Gua kerjain ah, udah lama gak ngerjain si Manda.batin Vanno.
"Ish...Vanno,kita mau kemana sih? Ditanyain malah diem. "kesal Manda.
"Ada deh. "jawab Vanno singkat.
"Apa jangan-jangan lo...? "curiga Manda.
"Jangan-jangan apa hah? Gua cowo sejati ya gak mungkin ngapa-ngapain cewek kalau belum halal sama gua. "ucap Vanno.
"Lo jadi orang jangan curigaan dong,kalau curigaannya yang baik-baik gak papa ini yang jelek-jelek. "sambung Vanno.
"Iya-iya gua yang salah. "kesal Manda.
"Emang lo yang salah."Ucap Vanno.
"Iya gua minta maaf, kan tadi gua cuma nanya. "ucap Manda.
"Sayangnya gua gak mau maafin."jawab Vanno.
"Lo jahat banget sih Van, lo kalau minta maaf sama gua langsung gua maafin. "kesal Manda.
"Lah kok jadi perhitungan sih. "ucap Vanno.
"Udah diem fokus aja nyetir entar tabrakan, gua masih mau liat masa depan gua. "ucap Manda kesal.
"Iya tuan putri."jawab Vanno.
Manda pun hanya memutar bola matanya malas. Akibat ulah Vanno membuat mood Manda anjlok.
Tiba-tiba mobil Vanno berhenti di dekat lapangan. Dan ternyata dilapangan ada pasar malam. Betapa bahagianya Manda. Sudah lama dia tidak ke pasar malam.
"Ngapain kita ke pasar malam? "tanya Manda.
"Gua tau kalau lo pengen ke pasar malam kan? "ucap Vanno balik tanya.
"Kok lo bisa tau?"tanya Manda balik.
"Apa sih yang gak gua tau, gua tau juga tuhan lo siapa. "ucap Vanno.
"Allah."jawab Manda.
"Berarti kita sama, yuk turun kita happy-happy. " ajak Vanno turun.
"Yuk. "jawab Manda.
Manda dan Vanno pun turun dari mobil. Tidak lupa Vanno mengunci mobilnya.
Tiba-tiba Vanno menggandeng tangan Manda.
"Ehh..."kaget Manda.
"Gak papa,gini aja dulu. "ucap Vanno.
Apa gua mulai jatuh cinta ya sama Manda,setiap didekat dia kok gua nyaman banget teeus hatu gua bergetar.batin Vanno.
Kenapa gua nyaman ya kalau didekat Vanno. Semoga takdir menyatukan.batin Manda.
"Yuk masuk, tapi gua beli tiket dulu ya."ucap Vanno.
"Mau ikut? "tanya Vanno.
"Boleh? "balik tanya Manda.
"Ya boleh lah. "jawab Vanno sambil mencubit pipi Manda.
"Ihh...kebiasaan deh. "kesal Manda.
"Lo kalau marah tambah imut tau."ucap Vanno.
"Bodo ah, cepetan beli tiket sana, apa lo gak bawa duit? "ucap Manda.
"Yeee enak aja kalau ngomong. "jawab Vanno.
"Ya kan siapa tau."ucap Manda.
"Yuk beli tiket."ajak Vanno.
"Ayok,kan lo yang ngajak omong."jawab Manda.
Mereka berdua pun membeli tiket ke tempat penjual tiket.
Ssbenernya aku belum pernah ke pasar malam jadi cuma tau lewat upin-ipin maaf kalau salah.Author.
Lanjut ke topik...
"Pak tiketnya dua ya."ucap Vanno kepada penjual tiket.
"Baik den, ini pacarnya to? Gandengan tangan mulu si aden"ucap penjual tiket sambil tertawa.
"Emang cocok pak? "tanya Vanno.
Manda pun menyenggol lengan Vanno dan berusaha melepaskan genggaman tangan Vanno. Tapi nihil usahanya gagal. Genggaman tangan Vanno kuat sekali.
"Cocok banget den."jawab penjual tiket.
"Sayangnya gak pacaran pak. "ucap Vanno.
"Tumben remaja zaman sekarang gak pacaran, yang kesini kebanyakan pacaran semua den. "ucap penjual tiket.
"Ya doain aja pak,semoga takdir menyatukan kita berdua."ucap Vanno.
"Aamin."jawab pak penjual tiket.
Manda pun dibuat blushing akibat ucapan Vanno.
Semoga ucapan lo beneran ya Van gak bulshit.batin Manda.
"Ini tiketnya den, dua puluh ribu. "ucap pak penjual tiket sambil memberikan tiketnya.
"Makasih pak, ini uangnya."ucap Vanno sambil memberikan uang dan menerima tiketnya.
"Yaudah ya pak kita masuk dulu, semangat kerjanya pak."sambung Vanno kepada pak penjual tiket.
"Terima kasih den."jawab pak penjual tiket.
Mereka berdua pun berjalan memasuki pasar malem. Disana ada berbagai macam wahana. Dari biang lala, tong setan, komedi putar, dll. Banyak juga pedagan yang berjualan disana.
"Nda,daritadi pipi lo kok merah terus sih."ucap Vanno.
"Ah masa sih, jan ngada-ngada deh."jawab Manda sambil memegangi kedua pipinya.
"Iya beneran, lo blushing ya gara-gara ucapan gua tadi."ucap Vanno.
"Eh enggak ya, siapa juga yang blushing."jawab Manda.
"Ah masa sih."goda Vanno.
"Bodo ah Van."kesal Manda.
Tiba-tiba Vanno membalikkan muka Manda menghadapkan ke mukanya. Jadi muka mereka berdua hadap-hadapan.
"InsyaAllah jika takdir mempersatukan kita, kita bakal bersatu walau kita sering berantem ataupun kita terpisah jauh. "ucap Vanno.
Manda pun dibuat takjub dengan ucapan Vanno. Dilihat dari tatapan Vanno sangat tulus. Bahwa Vanno orang tidak pernah main-main dengan perasaan cewek. Tapi malah Vanno yang dipermainin sama cewek. Cukup itu hanya masa lalu.
"InsyaAllah, yaudah kita naik wahana yuk. "ajak Manda.
Vanno pun melepaskan tangannya dari muka Manda. Hati Vanno bahagia sekali mendengar jawaban Manda. Walau mereka tak berpacaran tapi mereka terlihat seperti orang berpacaran.
Syukur Alhamdulillah untuk hari ini.batin Vanno mengucap syukur.
"Enaknya main wahana apa ya? "tanya Vanno balik.
"Emm...biang lala yuk. "ajak Manda.
"Yuk, kita beli tiket dulu ya."ucap Vanno.
Mereka berdua pun berjalan menuju wahan biang lala.
"Pak beli dua."ucap Vanno.
"Ini den,dua puluh ribu."ucap pak penjual tiket biang lala.
"Ini uangnya pak,makasih."ucap Vanno sambil memberikan uang dan menerima tiketnya.
"Sama-sama den. "jawab pak penjual tiket biang lala.
"Yuk naik. "ajak Vanno.
"Ayok."jawa Manda kegirangan.
Mereka berdua pun memasuki wahana itu. Mereka berdua duduk berdampingan,karena Vanno yang memaksa. Wahana itu pun mulai bergerak. Manda terlihat sangat bahagia pada malam hari ini.
"MasyaAllah,indah banget ya Van pemandangannya."ucap Manda.
Sebenarnya kalau bagi gua yang paling indah adalah lo Nda.batin Vanno.
"Iya ya,lo suka Nda?"tanya Vanno.
"Suka."jawab Manda yang masih saja fokus melihat pemandangan.Buka Vanno kalah gak jahil.
Kerjain ah.pikir Vanno.
"Kalau lo suka gua gak? "tanya Vanno.
"Suka. "jawab Manda yang tidak sadar akibat masih fokus dengan pemandangan.
"Jadian yok, kan lo suka sama gua daripada harus dipenden perasaan lo gak enak tau. "ucap Vanno.
Manda pun mencerna apa yang tadi Manda baru ucapkan.
"Astagfirulloh,Vanno lo nyebelin ya. Kan itu tadi gua gak sadar, lo ngerusak suasana tau. "ucap Manda kesal.
Vanno hanya tertawa terbahak-bahak.
"Gampang banget sih dikerjain, tapi kalau suka beneran yok lah jadian keburu ada orang lain yang suka. "ucap Vanno yang masih dengan tertawa.
"Ogah,daripada jadian sama lo mendingan gua jomblo aja. "jawab Manda kesal.
"Masa gak mau jadi sama cowok ganteng. "ucap Vanno yang masih saja tertawa.
"Ganteng apaan,muka kek p****t kebo tuh ada."ucap Manda kesal.
"Ihh mulutnya minta disentil ya."ucap Vanno.
"Udah diem gua mau lihat pemandangan yang indah daripada ngeliat muka lo kek p****t kebo."ucap Manda.
"Iya-iya diem emang cowok itu selalu salah dan cewek selalu benar. "jawab Vanno.
"Lah itu tau. "ucap Manda.
Dan setelah itu percakapan berhenti.Tetapi tiba-tiba tangan Vanno merangkul pundak Manda. Menepis jarak diantara mereka berdua.
"Ih apaan sih Van tangan lo. "ucap Manda.
"Biarin gini aja dulu."jawab Vanno singkat.
"Serah."ucap Manda.
Vanno pun tak menggubris apa yang diucapkan Manda. Vanno hanya ingin begini. Inilah kebahagiaan Vanno, bersama dengan orang yang disayang.
Semoga takdir mempersatukan kita ya Nda. Dan semoga dia tidak datang saat aku sudah menemukan penggantinya.batin Vanno.
Suasana malam yang dingin bisa menjadi hangat dengan rangkulan hangat. Hati dingin pun bisa cair dengan hangatnya kasih sayang.
Itulah yang dirasakan mereka berdua. Dulu sama-sama dingin sekarang bisa menjadi humoris. Dan dulu mereka berdua juga sama-sama pernah tersakiti oleh cinta.
Next▶