•SPS8.Jalan-jalan bareng?•

1244 Kata
Dirumah... "Assalamualaikum, Manda pulang. "ucap Manda. "Waalaikumsallam, eh udah pulang, gimana sekolahnya?"tanya Maida sang mama. Manda pun langsung menjabat tangan sang mama untuk salim.Sang mama pun mengulurkan tangannya. "Baik kok mah,Manda keatas dulu ya mau bersih-bersih badan. "ucap Manda. "Iya,nanti jangan lupa sholat berjamaah selesai sholat langsung makan malam ya. "jawab sang mama. "Iya mamaku yang paling cantik, Manda keatas dulu ya. "ucap Manda. Sang mama pun hanya menggelengkan kepalanya melihat putri satu-satunya itu. Maida memiliki dua anak yang satu laki-laki dan yang satu perempuan. Manda memang mempunyai kakak laki-laki. Jarang teman-temannya yang tau. Kakak laki-laki Manda sekarang kuliah Di London. Makanya dia jarang sekali pulang ke Indonesia. Dikamar... Manda menaruh tas sekolahnya diatas meja belajar. Lalu bergegas mengambil baju ganti lalu pergi kekamar mandi untuk melakukan ritualnya alias mandi. Dua puluh menit berselang... Manda selesai dengan ritual sorenya alias mandi. Manda pun bergegas mengambil air wudhu untuk sholat maghrib berjamaah di masjid. Allahu Akbar... Allahu Akbar... Suara adzan di masjid sudah berkumandang. Tandanya memasuki waktu sholat maghrib. "Mandaaa ayo shalat maghrib di masjid,mama tunggu didepan ya. "panggil Maida sang mama. Manda yang selesai mengambil air wudhu pun bergegas mengambil peralatan shalat,karena sang mama sudah memanggilnya. "Iya ma tunggu sebentar. "jawab Manda. "Jangan lama-lama keburu iqamat nanti. "ucap Maida. Manda pun bergegas menuruni anak tangga dan menuju keluar rumah. "Ayok mah. "ucap Manda. "Kunci dulu pintunya. "perintah sang mama sambil memberika kunci pintu. "Tolong bawain."ucap Manda memberikan perlengkapan sholat. Manda pun mengunci pintu rumah. Lalu mengambil perlengkapan shalatnya yang ada ditangan sang mama. "Nih ma kuncinya. "ucap Manda sambil memberikan kunci. "Ayok cepet ke masjid keburu iqamat. "ucap sang mama sambil menerima kunci. Maida alias mamanya Manda, Manda, bi Inah, dan mang Diman pun bergegas menuju masjid. Skipp... Mereka berempat sekarang sudah pulang dari masjid. Sekarang mereka sedang berkumpul di ruang keluarga. Sehabis dari masjid tadi mereka melakukan makan malam bersama. Terus kumpul bersama di ruang keluarga untuk bercanda gurau. "Mah, Manda mah ijin keluar sama temen boleh gak? "tanya Manda. "Sama cowo apa cewe? "tanya Mama. "Cowo. "jawab Manda. "Siapa cowonya? Apa jangan-jangan pacar kamu ya? "selidik Maida. "Bukan mah, Manda itu gak punya pacar. "ucap Manda. "Iya-iya,jam berapa nanti? "tanya Maida. "Jam setengah delapan mah. "jawab Manda. "Ok tapi sebelum jam sepuluh harus sudah sampai rumah ya. "ucap Maida. "Siap ma. "jawab Manda. Maida pun hanya tersenyum bahagia jika melihat putrinya bahagia. Ting...tung...ting...tung... Suara bel rumah berbunyi menandakan ada tamu didepan. Manda pun segera membuka pintu rumah. Cklek... "Assalamualaikum,udah siap belum? "tanya seorang pemuda. "Waalaikumsallam, eh Vanno masuk aja dulu,gua belum ganti baju. "jawab Manda. Ternyata tamu tersebut adalah Vanno. Vanno datang menjemput Manda untuk mengajak jalan-jalan. "Makasih. "ucap Vanno. "Siapa Nda? "tanya Maida. Maida pun melihat Vanno. Baginya pemuda tersebut tidak asing. "Kamu anaknya Raina?"tanya Maida. "Iya tante, kok tante bisa tau. "jawab Vanno. "MasyaAllah udah gede ya,tambah ganteng lagi,dulu tante ketemu mama kamu waktu kamu masih orok tau. "ucap Maida. Manda yang tidak tau pun hanya menyimak. "Ayo-ayo masuk, sampai lupa masa tamunya disuruh berdiri, apalagi tamunya ganteng. "ucap Maida. "Manda cepet kamu ganti baju,kasian temen kamu nungguin. "perintah sang mama. "Iya mah. "jawab Manda kesal. Manda pun bergegas menuju kekamarnya. Tepatnya diatas,memang kamar Manda dilantai dua. Semua kamar dirumah Manda ada dilantai dua walaupun itu juga kamar ART. Cklek... Pintu kamar Manda pun terbuka. Sang pemilik kamar memasuki kamarnya untuk berganti baju. "Anaknya siapa,yang dikalemin siapa. "gerutu Manda. "Pakai baju apa ya enaknya? "tanya Manda pada diri sendiri. "Nah ini aja kayanya cakep deh. "ucap Manda pada diri sendiri. Kalau dilihat orang pasti Manda dikira orang gila. Karena Manda bicara sendiri dan dijawab sendiri. Pilihan baju Manda pun jatuh di rompi kotak-kotak warna merah,baju dalaman hitam, celana panjang hitam, dan sepatu sneakers putih. Manda memang cewe yang tidak terlalu feminim dan tidak terlalu seperti laki-laki jadi bisa disebut tomboy. Selesai berganti baju, Manda pun memoles mukanya dengan make-up tipis. "Selesai deh, cantik banget ya gua. "ucap Manda didepan cermin dengan percaya diri. Manda pun bergegas turun untuk menemui Vanno dan mamanya yang sedang berbincang-bincang. "Eh sayang udah selesai gantinya?"tanya Maida untuk basa-basi. "Udah mah. "jawab Manda. "Duduk dulu,mamah mau ngomong sama kalian berdua. "ucap Maida. "Iya."jawab Manda. "Kalian berdua satu sekolahan? "tanya Maida. "Iya mah, tepatnya kita satu kelas juga. "jawab Manda kesal. "Beneran nak Vanno? "tanya Maida. "Beneran tante. "jawab Vanno. "Kalian berdua mau kemana? "tanya Maida. "Mau jalan-jalan tante. "jawab Vanno. "Mama kasih ijin tapi sebelum jam sepuluh harus sudah pulang kerumah. "ucap Maida. "Baik tante. "jawab Vanno. "Sebentar nak Vanno. "ucap Maida. "Iya tante ada apa?"jawab Vanno. Sekarang Manda hanya menjadi pendengar cerita mereka berdua. "Kamu beneran anaknya Raina?"tanya Maida. "Beneran tante. "jawab Vanno. "Makannya mukanya gak terlalu asing,sekarang rumah kamu dimana? Kapan-kapan bilangin ke mamah kamu ya tante Maida mau ketemuan, tante kangen banget sama mama kamu. "ucap Maida. "Memangnya hubungan tante sama bunda saya apa?"tanya Vanno. "Kita berdua dulu itu sahabat waktu SMA. "jawab Maida. "Owalah."ucap Vanno. "Wah kita bisa jadi besan nih, kamu ini udah tipe-tipe menantu idaman tante. Udah ganteng,pinter,sholeh,sopan lagi. "ucap Maida. "Iya dong tante,doain ya. "jawab Vanno. "Pokoknya tante restuin deh kalau kalian pacaran."ucap Maida. Manda pun dibuat melongo apa yang dibilang oleh Vanno. "Mamah apaan sih, ogah banget deh jadi pacarnya si curut. "ucap Manda kesal. "Wah mulutnya ya, mamah gak pernah ajarin kamu ngomong kaya begitu ya. "ucap Maida. Vanno pun menahan tawa melihat muka Manda kesal. Suatu kebahagiaan melihat Manda kesal. Jadi tambah imut pengen nyubit pipinya deh. "Yaudah tante kita pergi dulu ya. "ucap Vanno. "Iya hati-hati,tante titip Manda ya kalau nakal jewer aja kupingnya,jam sepuluh harus udah pulang. "ucap Maida. "Siap tante. "jawab Vanno. Manda tidak menanggapi apa yang mamanya bilang. Manda sudah terlanjur dibuat kesal. Vanno dan Manda pun menjabat tangan Maida untuk bersalaman. "Assalamualikum tante. " ucap Vanno. "Assalamualaikum mah. "ucap Manda. "Waalaikumsallam."jawab Maida. Mereka berdua pun keluar dari rumah menuju mobil Vanno. Mobil? Iya hari ini dan tepat malam ini Vanno membawa mobil dan baru pertama kali ini ada cewe yang bisa masuk mobilnya. Bundanya pun juga tidak pernah masuk mobilnya. "Tumben lo bawa mobil. "ucap Manda. "Ya iyalah kan mau jemput tuan putri, nanti kalau kedinginan gimana?"jawab Vanno sambil terkekeh. Manda hanya memutar bola matanya malas. Vanno pun membukakan pintu sebelah kemudinya. Manda pun dibuat takjub oleh Vanno. "Silahkan masuk tuan putri. "ucap Vanno. "Makasih."jawab Manda sambil tersenyum. Vanno pun memutari mobilnya dan memasuki pintu mobil sebelahnya tepat dibagian untuk sopir. Didalam mobil keadaan menjadi canggung. Vanno pun segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju ke tempat tujuan. "Van lo gak kesambet apa-apa kan? "tanya Manda. "Kesambet apaan? Adanya gua kesambet pesona lo. "jawab Vanno. "Heleh pakai acara ngeggembel segala. "ucap Manda "Mana ada orang ganteng mau ngeggembel. "jawab Vanno percaya diri. "Gua nanya ya, lo gak kesambet kan? "tanya Manda lagi. "Iya gua kesambet, kesambet pesona lo. "jawab Vanno. "Vanno. "teriak Manda. "Iya sayang. "jawab Vanno. Entah mengapa bibir Vanno bisa ceplas-ceplos begitu.Manda tak terpengaruh dengan ucapan Vanno. Ingay ucapan laki-laki tu banyak bulshitnya. "Dasar buaya darat. "ucap Manda. "Dasar kaleng rombeng, diajak romantisan kok gak bisa. "balas Vanno. "Buahahahahaaaa...romantisan? Kesambet apaan lu. "tawa Manda. Andai lo tau Nda gua sayang sama lu, setiap gua ngomong begitu lo gak percaya, nanti ada saatnya yang tepat gua bakal ungkapin tapi tidak untuk hari ini.batin Vanno. Andai apa yang lo bilang itu bener, gua bakal jaga itu semua.batin Manda. Entah mengapa tiba-tiba keadaan didalam mobil menjadi diam-diaman dan hanya suara radio yang mengisi. Manda yang menghadap jendela mobil dan Vanno yang fokus menyetir. Next▶
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN