•SPS7.Manda Ngambek•

1485 Kata
Dira dan Alan pergi menuju stand makanan. Manda dan Vanno ditinggal berdua di tempat duduk. Mereka berdua hanya diam saja,tak ada yang mau membuka pembicaraan terlebih dulu. Ya karena apa? Anak muda jaman sekarang lah pasti juga karena gengsi. Tiba-tiba Vanno yang tak tahan karena kesunyian pun membuka pembicaraan terlebih dahulu.Eitss tunggu dulu jangan lupakan Dira dan Alan. Mereka juga memperhatikan Manda dan Vanno dari jauh. "Semoga aja Manda mau berubah ya,bisa ngerubah sifat judesnya jadi kalem. "ucap Alan. "Semoga aja ya Lan kita sebagai sahabat juga cuma bisa doain mereka yang terbaik. "jawab Dira. Mereka berempat memang beda dari yang lain. Kalau anak-anak yang lain suka gonta-ganti teman dan sukanya caper sama cowo. Tetapi Manda dan Dira berbeda mereka hanya bertemu akibat kejadian konyol tapi bisa menjadi sahabat dan juga sebaliknya. Mereka berempat saling menjaga satu sama lain. Walaupun kelihatannya sering berantem tapi mereka mempunyai rasa solidaritas yang tinggi. Satu bahagia semua bahagia, satu sedih yang lain harus bisa menghibur. Itulah kata-kata yang dibuat mereka,agar tetap saling menjaga. "Manda, lo marah sama kejadian tadi? "tanya Vanno. "Enggak. "jawab Manda datar. "Come on,jangan gini terus Nda kita semua sayang sama lu,perhatian sama lu, lu begini sama aja gak ngehargain kita yang selalu ada buat lu. "ucap Vanno. "Iya tau gua itu selalu salah di mata kalian dan kalian lah yang selalu benar. "jawab Manda. "Memang gua itu gak cocok deket sama kalian. Kalian semua terlalu baik buat gua. Gua bukan orang baik. Gua pergi aja dari sini. "sambung Manda sesenggukan. Manda pun berdiri dari kursinya.Manda melenggang pergi meninggalkan kantin. Entah mengapa mood Manda setiap hari berubah. "Manda gak gitu juga dong. "ucap Vanno. Akhhh....[frustasi Vanno.] Kalau boleh jujur gua sayang sama lo Nda bukan hanya sebagai sahabat. Lo kaya begini sama aja ngehancurin hidup gua.batin Vanno. "Lah Van,Manda kemana? "tanya Dira. Dira dan Alan cepat-cepat bergegas menuju tempat duduk Vanno. Mereka memperhatikan apa yang mereka bicarakan dari stand makanan. "Manda kenapa?kok malah pergi sih, ini makananya gimana? "tanya Alan. "Lo makan aja semuanya,gua mau susul Manda."jawab Vanno datar. "Ok-ok. "ucap Alan. Vanno pun memberikan uang selembar seratus ribu untuk membayar pesanan mereka. Vanno pun bergegas menyusul Manda. Benar-benar Vanno dibuat bersalah. Dilain sisi... Seorang gadis remaja menangis sesenggukan di taman belakang sekolah. "Ya Allah begini banget sih hidup aku, serumit inikah? Masalah yang tak kunjung selesai."ucap Manda sesenggukan. "Ya Allah engkaulah tuhan yang maha baik tolong kirimkan malaikat berwujud manusia yang memberi ku kebahagiaan. "sambung Manda frustasi. Ada seseorang yang mendengarkan ucapan-ucapan Manda dari sebalik pohon. Sebaliknya,sekarang Manda sudah duduk sambil memeluk kakinya. Tiba-tiba ada seseorang yang mengelus pundak Manda. "Gak usah sedih ada aku sama temen-temen yang lain. Kamu adalah cewek strong yang aku kenal setelah bundaku. "ucap seseorang tersebut. Manda pun mendongakan kepalanya keatas. "Vanno? Ngapain lu disini? Lu nguping ya?"tanya Manda sesenggukan. "Gua gak nguping cuma gak sengaja denger."ucap Vanno. "Itu sama aja nguping. "jawab Manda. "Kalau lu butuh sandaran, sini sandar dipundakku gak papa kok. "ucap Vanno. "Gak, lo terlalu baik buat gua, gua takut lo sakit hati sama sifat gua. "jawab Manda. Vanno pun menghadapkan muka Manda ke hadapannya. Posisi mereka sekarang saling menghadap. "Heyy...jangan bilang gitu, setiap orang pasti punya kesalahan, lo bilang gitu sama aja ngehancurin hidup gua secara perlahan. Jadilah cewek strong yang pernah gua kenal setelah bunda gua. "ucap Vanno. "Maksud lo apaan?"tanya Manda. "Dah lah skip aja itu gak penting, yang terpenting lo jadi Amanda seperti dulu lagi. "ucap Vanno. Tiba-tiba Vanno memeluk Manda. Manda pun tak memberontak Manda juga membalas pelukan Vanno. Ada rasa nyaman dan hangat jika selalu bersama dengan Vanno. Andai lo gak punya hati yang harus dijaga,pasti gua akan selalu pertahanin lo.batin Manda. Manda andai lo tau gua sayang sama lo lebih dari sahabat, gua mau ngelindungin lo segenap jiwa dan raga gua.batin Vanno. Mereka berdua berpelukan dengan menyalurkan rasa nyaman, hangat, dan keinginan terus seperti ini. Manda yang menyadari kalau ini masih disekolah segera melepaskan pelukannya. "Maaf gua gak sengaja, gua cuma mau nenangin hati lo. "ucap Vanno. "Iya gak papa. "jawab Manda sambil tersenyum. "MasyaAllah akhirnya kamu bisa senyum juga, kalau senyum kan juga manis. "ucap Vanno. "Apaan sih. "jawab Manda sambik menutupu pipinya yang sudah panas. "Nanti pulang sekolah lo bareng siapa? "tanya Vanno. "Kayanya bareng Dira deh kalau enggak naik ojol. "jawab Manda. "Nanti pulang sekolah bareng gua aja, gak ada penolakan."ucap Vanno. "Dih maksa. "jawab Manda. "Kalau gak dipaksa lo juga gak bakalan mau. "ucap Vanno. "Kita belum makan,yuk kekantin nanti perut lo sakit. "sambung Vanno. "Emang lo dari tadi gak makan?"tanya Manda. "Nungguin lo. "jawab Vanno santai. "Kenapa harus nungguin gua? Kan bisa makan bareng Dira sama Alan. "ucap Manda. "Gak asik kalau gak ada lo. "jawab Vanno. "Kok bisa?"tanya Manda. "Ya bisa, mau tau alasannya? "tanya Vanno balik. "Apa? "ucap Manda. "Karena kalau gak ada lo kaya ada yang kurang. "jawab Vanno. "Kurang apaan?"tanya Manda. "Nanya mulu."ucap Vanno sambil mencubit hidung Manda. "Ihh...sakit tau,kan gua kepo. "jawab Manda. "Gak boleh kepo. "ucap Vanno. "Kenapa? "tanya Manda. "Karena hanya kita berdua yang tau orang lain gak usah. "jawab Vanno sambil tersenyum. Lo ganteng juga ya kalau lagi senyum.batin Manda. "Jawab dulu dong kenapa lo makan harus nungguin gua? "tanya Manda. "Karena lo penyemangat hari gua. "jawab Vanno santai. "Masa? "tanya Manda. "Gak percaya yaudah,penting gua udah bilang kalau lo Penyemangat hari gua. "jawab Vanno. "Iya-iya gua percaya,yuk kekelas bentar lagi bel. "ajak Manda. "Tapi lo kan belum makan, kita beli roti dulu yuk buat ganjel perut. "ucap Vanno. "Terserah, ngomong sama lo gak bakalan ada ujungnya juga. "jawab Manda. "Nda. "panggil Vanno. "Iya,apa?"jawab Manda. "Tetep jadi Manda yang kaya begini ya, gua suka lo yang kaya begini gak kaya kemarin-kemarin. "ucap Vanno. "Dan gua juga bahagia liat lo bahagia. "sambung Vanno. Manda hanya menanggapinya dengan terseyum. Tapi bukan Vanno kalau tidak usil. Vanno tiba-tiba mencubit kedua pipi Manda. "Ihh....lo usil banget sih,sakit tau pipi gua. "ucap Manda kesal. "Gemes banget tau gak liat pipi lo gembul banget bawaannya pengen nyubit. "jawab Vanno. "Bodo ah. "kesal Manda. "Jangan ngambek dong nanti gak ada lagi yang nyemangatin hari abang. "ucap Vanno lebay. "Lebay ketularan virusnya Alan. "ucap Manda sambil tertawa. "Iya ya kok bisa?"tanya Vanno. "Ya bisa lah kan setiap hari lo berdua kek perangko,dimana ada lo pasti ada Alan. "jawab Manda. "Sama dong kaya lo sama Dira. "ucap Vanno. "Iya ya."jawab Manda. "Berartiiii... "ucap Vanno menggantung. "Berarti apaan? "tanya Manda. "Kita jodoh,lo jodoh gua Dira jodoh Alan. "jawab Vanno. "Idih ngada-ngada aja. "ucap Manda. "Masa gak mau berjodoh sama orang ganteng sih. "ucap Vanno kepdan. "Udah-udah ayok kita kekelas. "ajak Manda. "Siap bu bos. "jawab Vanno. Mereka berdua pun berjalan menuju kelas. Sebelum menuju kelas mereka mampir dulu kekantin untuk membeli roti dan air minum. Skippp... Jam pulang sekolah pun tiba. Bel berbunyi dengan nyaring. Semua murid-murid SMA Pelita Bangsa berhambur keluar kelas menuju gerbang sekolah dan parkiran. "Manda yuk pulang. "ajak Dira. "Yuk. "balas Manda. "Dir,Manda pulang bareng gua lo pulang duluan aja. "ucap Vanno. "Oh, lo pulang bareng Vanno,yaudah gua duluan ya hati-hati Manda."ucap Dira. "Iya makasih Dir. "balas Manda. Senengnya bisa liat mereka berdua akur.batin Dira. "Yok pulang. "ajak Vanno. "Yok. "balas Manda. Mereka berdua pun pergi meninggalkan kelas. Tiba-tiba Vanno menggeggam tangan Manda. "Vanno apa-apaan sih lo. "ucap Manda. "Sekali ini aja. "jawab Vanno. Nyaman, itulah yang dirasakan mereka berdua. Mereka berdua berjalan menuju tempat parkiran sambil beegandengan tangan layaknya orang berpacaran. Vanno yang menyadari rok Manda pendek pun mengambil jaket didalam tasnya dan memakaikannya dipinggang. "Eh..eh.. "kaget Manda. "Rok lo pendek, nanti kalau naik motor mau paha lo keliatan?"ucap Vanno. Manda pun menggelengkan kepalanya. Vanno diem-diem juga perhatian sama gua.batin Manda. Gua gak mau aset masa depan gua diliat orang lain.batin Vanno. "Nih pakai helmnya."ucap Vanno sambil memberikan helm kepada Manda. "Makasih. "ucap Manda. "Sama-sama, bisa naik gak? "tanya Vanno. "Enggak. "jawab Manda. "Pegang tangan gua terus lo naik biar gak jatuh. "ucap Vanno sambil memberikan tangannya. Manda pun menggeggam tangan Vanno dan menaiki motornya. Motor ninja Vanno pun dinyalakan dan melaju membelah jalanan padat kota Bandung. Vanno memang sudah mengetahui rumah Manda sejak awal mengantarkan Manda pulang. Dua puluh menit kemudian... Mereka berdua sampai dikediaman rumah Manda. Manda pun turun dari motor Vanno dengan hati-hati. Setwlah turun dari motor Vanno,Manda pun memberikan helm dan jaket Vanno. "Makasih ya untuk hari ini,mau mampir dulu enggak? "tanya Manda. "Sama-sama, enggak usah deh Nda udah sore."jawab Vanno. "Oh ok,gua masuk dulu ya. "ucap Manda. "Tunggu."cegah Vanno. "Kenapa Van? "tanya Manda. "Nanti malam sibuk nggak?"tanya Vanno. "Enggak kok, emang kenapa? "jawab Manda. "Nanti jam setengah delapan gua jemput. "ucap Vanno. "Mau kemana? "tanya Manda. "Liat aja ntar malem, jangan lupa nanti malem ya. "ucap Vanno. "Iya,gua masuk dulu ya. "ucap Manda. "Iya. "jawab Vanno. Manda pun memasuki rumahnya. Vanno yang melihat Manda bahagia dirinya pun ikut bahagia. Gini terus ya Nda, gua suka lo yang sifatnya begini.batin Vanno. Vanno hanya tersenyum melihat Manda memasuki rumahnya. Vanno pun menyalakan mesin motornya dan bergegas untuk pulang. Next▶
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN