"Tolooonnggggg....yang diluar tolongin kitaaa dong!!!"teriak Manda.
"Tolooongggg... "teriak Vanno bergantian.
Mereka berdua sudah kehabisan suara. Tenaga mereka berdua pun sudah mulai lemas.
"Percuma Van kita teriak gak ada yang denger juga. "pasrah Manda.
"Jangan putus asa Nda,gak mungkin dong gak ada yang lewat. "semangat Vanno.
Dilapangan...
Semua anak-anak kelas XII MIPA 3 sudah menunggu tiga puluh menit. Tapi yang ditunggu pun tak kunjung datang.
"Kemana mereka berdua? Kalian jangan berisik,saya mau nyusul mereka berdua. "ucap Pak Budi.
"Baik pak. "kompak satu kelas.
Lo kemana sih Nda,perasaan gua kok gak enak ya. Semoga lo baik-baik aja. batin Dira.
Tumben Vanno lama banget,biasanya gak betah deket-deket sama Manda.batin Alan.
Pak Budi guru olahraga pun berjalan menuju ruang olahraga. Terdengar suara minta tolong dari ruang olahraga.
Apa Amanda sama Devanno kekunci di ruang olahraga ya?batin apak Budi.
Pak Budi pun terus berjalan mendekati suara tersebut. Dan ternyata benar suara itu berasal dari ruang olahraga.
"Tolonngggg....Yang diluar tolongin kita dong."teriak Amanda.
"Tok...tok..tok...ada orang didalam?"tanya Pak Budi.
"Pak tolongin kita,kita berdua kekunci disini. "ucap Vanno.
"Ok-ok kalian mundur jangan terlalu dekat dengan pintu takutnya nanti kejedot. "jawab Pak Budi.
Cklek...cklek...[suara pintu dibuka]
"Makasih Pak,untung bapak lewat kalau tidak,bisa kekunci berdua sama si Vanno. "ucap Manda.
"Iya sama-sama sekarang bawa bolanya ke lapangan."jawab Pak Budi dengan senyuman.
Demi apa Pak Budi senyum sama gua, manis banget lagi aku meleleh pak, jangan senyum terus.batin Manda.
Manda yang melihat senyum Pak Budi pun dibuat melongo. Sampai ia tak sadar bahwa dia dilihat Pak Budi Terus.
Nih orang satu kenapa ini,cuma liat senyumnya Pak Budi aja sampai melongo. Cakepan juga gua Nda. Eh kok gua tiba-tiba kesel ya.batin Vanno.
Vanno yang melihat Manda sampai tak berkedip. Ada rasa kesal di dalam hatinya.
"Amanda kamu tidak apa-apa? "tanya Pak Budi membuyarkan lamunan Manda.
"Eh...ehh gak papa kok pak. "jawab Manda gugup.
"Yasudah mari kita ke lapangan sudah ditunggu sama anak-anak yang lain. "ajak Pak Budi kepada Manda dan Vanno.
"Baik pak. "kompak mereka berdua.
Disepanjang jalan,Manda hanya senyum-senyum tidak jelas. Tetapi tepat disampingnya yaitu Vanno dibuat kesal sendiri. Kesal? Iya Vanno kesal tapi entah mengapa tiba-tiba rasa kesal muncul dihatinya.
Sesampainya dilapangan...
"Nah tu orangnya,ditungguin lama banget kemana sih kalian berdua? "ucap Adit ketua kelas.
"Kekunci. "jawab Vanno datar.
"APA!!! Lo berdua kekunci di ruang olahraga? Jangan-jangan lo berdua?? "curiga Adit.
"Apaan sih lo gak jelas banget,gua laki-laki sejati ya gak mungkin ngerusak cewek gitu aja."jawab Vanno.
"Kirain. "ucap Adit sambil cengengesan.
Vanno hanya mengabaikan ucapan Adit kalau diladenin bisa panjang nanti.
"Udah-udah sekarang kita praktek main bola basket."ucap Pak Budi.
"Baik pak."kompak satu kelas.
"Putri dulu apa putra dulu?"tanya Pak Budi.
"Putraaa....Putriiii...."teriak bersamaan antar Putra dan Putri.
"Biar adil Putra dulu yang ngasih contoh. "ucap Pak Budi.
"Lah gitu tadi ngapain nanya pak. "jawab Adit.
"Biar tidak terlalu tenggang. "ucap Pak Budi.
"Ayok putra praktek dulu habis itu kita penilaian."sambung Pak Budi.
Anak-anak cowok pun memulai praktek bersama Pak Budi.
"Anak putri diperhatikan ya jangan berisik sendiri. "ucap Pak Budi.
"Baik pak."kompak anak putri.
"Nda lo daritadi kok senyum-senyum sendiri sih? Apa jangan-jangan lo sama Vanno jadian? "tanya Dira seperti detektif.
"Enak aja lo kalau bilang, tadi itu gua didepan ruang olahraga Pak Budi itu senyum sama gua."ucap Manda girang.
"Terus senyumnya itu muanissssss...banget sampek meleleh aku Dir. "sambung Manda.
"Masa sih Nda?Jadi kepengen deh liat senyumnya Pak Budi,mendingan tadi gua aja yang ke ruang olahraga. "jawab Dira.
"Hahahaha...kasian,lumayan lah cuci mata. "ucap Manda sambil tertawa.
"Eh coba lo liat si Vanno,tumben banget mukanya lecek kek baju belum disetrika."ucap Dira.
"Biarin aja,masalahnya sama gua emang apa?"jawab Manda.
"Jangan gitu Nda ntar lo suka sama dia baru tau rasa lo. "ucap Dira.
"Idihhh amit-amit dah Dir daripada gua suka sama dia mendingan gua jomblo aja. "jawab Manda.
"Terserah,kan ada kata-kata cinta berawal dari benci."ucap Dira.
"Iya juga sih,tapi jangan sampek deh,elo jadi sahabat gitu banget sih. "jawab Manda.
"Kan gua cuma bilangin, udah-udah liat anak-anak cowok praktek daripada nanti kita gak paham. "ucap Dira.
"Iya."jawab Manda kesal.
Skippp...
Setelah olahraga anak-anak kelas XII MIPA 3 berganti baju ke ruang ganti. Setelah berganti baju mereka langsung menuju kekantin untuk mengisi energi yang tadi telah terkuras untuk praktek main basket.
"Nda kita mau duduk dimana nih? Penuh semua lagi."ucap Dira.
"Lah salah siapa tadi ganti bajunya lama banget. "jawab Manda.
"Salahin si Angel noh skincareannya lama banget."kesal Dira.
"Yaudah kita mau duduk dimana, semuanya penuh? "ucap Manda.
Tiba-tiba Alan memanggil nama Dira dari arah meja paling ujung.
"Diraaa...duduk sini aja. "panggil Alan sambil melambaikan tangan.
"Eh tuh mejanya Alan sama Vanno masih muat yok kesana."ajak Dira.
"Gak ah lo aja yang kesana,gua lagi males sama Vanno. "ucap Manda.
"Ayok cepet gak ada penolakan daripada nanti laper. "jawab Dira sambil menarik tangan Manda.
"Ihhh...gak usah narik-narik juga lah Dir. "ucap Manda.
"Kalau gak ditarik lo gak bakalan mau juga kan. "jawab Dira.
Manda pun hanya diam tangannya ditarik-tarik oleh Dira.
"Kita numpang duduk ya,masih muat kan? "tanya Dira sesampainya di meja Alan dan Vanno.
"Ngapain harus nanya,kan gua yang manggil lo berdua kesini. "jawab Alan.
"Makasih ya Lan. "ucap Dira.
"Sama-sama."jawan Alan.
Dira dan Manda pun duduk di meja Alan dan Vanno.
"Temen lo kenapa tuh diem aja?"tanya Alan.
"Kaya gak tau si Manda aja lo Lan. "jawab Dira.
"Daripada diem-diem mending kita happy-happy aja. "ucap Alan.
"Nah betul itu. "jawab Dira.
"Eh lo tau gak yang lagi viral di t****k itu?"tanya Alan.
Manda, Dira, Vanno pun menggeleng tidak tau.
"Eh Lan,lo nonton t****k juga? "tanya Vanno.
"Enggak lah,gua cuma numpang nonton sama adek sepupu gua. "jawab Alan.
"Owalah kirain. "ucap Vanno.
"Ya kagak lah."jawab Alan.
"Lanjutin Lan. "ucap Dira.
"Kan di t****k itu ada yang lagi viral sampai diundang di tv,nah tau kan Mas Chandra?"tanya Alan.
"Owalah Mas Chandra to,yang nama grupnya itu Viensboy."jawab Dira.
"Iyaaa. "ucap Alan.
Vanno dan Manda hanya menyimak mereka berdua.
"Pokoknya... Nih gua praktekin nanti lo jawab ya Dir. "ucap Alan.
"Siapp."jawab Dira.
"Dek Mandaaa..." ucap Alan lwbay.
"Dalem mas." jawab Dira.
"Bentar-bentar,terus sangkut pautnya apaan?kok gua gak paham sama sekali ya sama yang kalian bicarain. "ucap Vanno.
"Elo sih gak hits."jawab Alan.
Sebenarnya Manda tau apa yang dibicarakan Dira sama Alan. Tetapi Manda hanya dimode malas bicara saja.
"Pokoknya dari apa yang kita bicarain, itu tuh viral sampai Viensboy tuh dipanggil ke TransTv diacara apaan ya lupa gua pokoknya. "ucap Dira.
"Iya tuh bener gua sempet liat di TransTv gara-gara adek sepupu gua, mending lo browsing aja deh nanti lo bakal tau, gua gak bisa jelasin. "ucap Alan.
"Nah kita itu niatnya mau hibur si Manda. "ucap Dira.
"Dek Mandaaa... "panggil Dira alay.
"Apaan sih lo Dir alay banget. "ucap Manda.
"Tuh kan mau ngomong,ayolah Nda jangan diem mulu. Gua kangen sama lo yang bawel. "Jawab Dira.
"Dah lah gua lagi males ngomong. "ucap Manda.
"Yaudah daripada berdebat kek Capres mending kita pesen makanan nanti ditraktir sama Vanno. "ucap Alan.
"Enak aja lo kalau ngomong."jawab Vanno.
"Ayolah. "ucap Alan.
"Yaudah deh iya gua kan orangnya baik. "jawab Vanno.
"Nah gitu dong. "ucap Alan.
"Tipe-tipe calon suami idaman nih. "ucap Dira.
"Eh dedek Dira tuh calon istrinya Alan gak boleh jadi calon istrinya Vanno."ucap Alan lebay.
"Idih ogah banget punya suami kaya elo. "jawab Dira.
"Gak boleh gitu dek,nanti jatuh kedalam pesonanya abang Alan gimana? "ucap Alan lebay.
"Lan lo kok lebay banget sih,jijik gua liatnya pengen muntah tau. "ucap Vanno.
"Yaelah cuma buat cairin suasana. "jawab Alan.
"Mendingan lo pesen makanan sekarang deh gua laper nih. "ucap Vanno.
"Iya-iya pak bos. "jawab Alan.
"Iya dong, gak mau gak jadi traktir. "ucap Vanno songong.
Alan pun hanya memutar bola matanya malas.
"Bantuin gua dong. "ucap Alan.
"Ayok sama gua aja. "jawab Dira.
"Uhhh... Makasih dedeknya Alan. "ucap Alan.
Dira hanya memutar bola matanya malas.Kalau ditanggepin bisa panjang nanti.
Sahabat laknat tau gua lagi kesel sama Vanno malah ditinggalin berdua.batin Manda.
Maaf ya Nda gua ngelakuin ini terpaksa demi lo sama Vanno baikan.batin Dira.
Asekkk sekalian bisa pdkt sama Dira nih.batin Alan.
Makasih Dira lo emang sahabat gua yang paling bijak.batin Vanno.
Dira dan Alan pun bergegas menuju stand makanan. Meninggalkan Manda dan Vanno berdua.
Entah mengapa mereka bisa perang batin semua.
Next▶