*** "Siapa? Valeria?" Sigap mengangkat pandangan, itulah yang Sastra lakukan setelah pertanyaan tersebut dilontarkan Asta yang masih berada di depannya. Belum selesai kegiatan makan, Sastra masih menikmati makanan yang dia pesan. Namun, karena sebuah panggilan yang tiba-tiba saja masuk, kegiatannya terhenti. "Iya," jawab Sastra. "Saya izin pamit sebentar ya. Suasana di sini terlalu ramai untuk menjawab panggilan." Asta tersenyum tipis. "Silakan." Tidak terus duduk, Sastra beranjak dari kursinya kemudian sambil melangkah, dia menjawab panggilan dari sang kekasih. Sampai di tempat yang sedikit sepi, Sastra menyapa, "Halo, Sayang. Kenapa?" "Mas, kamu masih sama Mas Asta?" tanya Valeria. "Maaf kalau aku ganggu kamu." "Iya, Sayang, masih," ucap Sastra dengan perasaan yang mendadak tidak

