*** Pukul sebelas malam Sastra baru sampai di rumah. Pulang setelah restoran tutup, dia disambut hening saat memasuki ruang tengah, karena memang di jam ini, orang-orang biasanya sudah berada di kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang kelelahan setelah seharian beraktivitas. Tidak bertemu siapa pun, Sastra bergegas menuju lantai atas, hingga ketika hendak melangkah ke kamar, sebuah pertanyaan menodongnya—membuat dia berhenti bahkan berbalik. "Sas, kamu baru pulang?" Bukan Riana, yang bertanya adalah Mirea. Berdiri sambil memegang gelas, perempuan itu memegang gelas kosong di tangannya—membuat Sastra tahu ke mana sang kakak akan pergi. "Kak," panggilnya. "Iya nih. Kakak belum tidur?" "Udah, cuman barusan tuh haus terus minum di gelas habis. Jadi mau ambil ke bawa

