Chapter 77

1026 Kata

*** "Bagaimana? Mau?" Setelah mendapat ajakan untuk mengobrol, pertanyaan tersebut Asta dapatkan dari Tegar yang sebelumnya menyebut nama sebuah kafe untuk tempat mereka berbincang. Tidak langsung memberi jawaban, yang Asta lakukan justru diam sambil berpikir karena jika mengingat lagi cerita Sastra beberapa waktu lalu, dia sebenarnya bisa menebak apa yang akan dibicarakan Tegar. Namun, meskipun begitu dugaannya bisa saja meleset. "Sekarang?" tanya Asta. "Iya, sekarang," jawab Tegar sambil tersenyum. "Masa tahun besok?" "Boleh," ucap Asta. "Mau jalan kaki atau pakai mobil? Jarak ke kafe enggak terlalu jauh soalnya." "Kalau kamu jalan dan saya pakai mobil, bagaimana?" tanya Tegar. "Setelah ngobrol, saya mau langsung pulang soalnya. Jadi kalau kita jalan berdua, nanti saya harus ke si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN