*** Pagi sekali—tepat saat sedang menikmati sarapan dengan keluarganya, Tegar kedatangan seorang tamu. Bukan orang asing, tamu yang datang ke rumahnya adalah salah satu anggota keluarga yang hampir dua minggu pergi, alias Sastra. Tidak mengajak Riana ataupun Mirea untuk menemui sang putra di ruang tamu, Tegar beranjak sendiri dari meja makan kemudian meminta istri dan anaknya melanjutkan sarapan. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukannya karena Tegar memiliki sebuah feeling terhadap alasan di balik datangnya sang putra. “Rajin banget pagi-pagi udah ke sini,” ucap Tegar setibanya di ruang tamu. “Ada apa? Punya keperluankah?” “Ada yang mau aku bicarain sama Bapak,” jawab Sastra dengan raut wajah serius. “Dan ini berkaitan sama Valeria.” Merasa buntu dan tidak tahu harus ke mana menc

