*** “Kak Mirea.” Spontan bergumam setelah nama sang kakak terpampang di layar ponsel, Sastra menghentikan kegiatannya sejenak lalu menjawab panggilan yang baru saja masuk ke nomornya itu. Kembali ke hotel usai menghabiskan waktu bersama Valeria dan Tanaya, Sastra tidak langsung beristirahat, melainkan menghubungi beberapa temannya untuk bertanya perihal pekerjaan. Meskipun Valeria tidak menekan juga tidak meminta dirinya untuk mencari pekerjaan secepatnya, Sastra tidak diam saja karena meskipun tabungan yang dia miliki masih cukup banyak, dia tidak enak jika harus menganggur terlalu lama, sehingga jika bisa sebelum resmi menjadi suami Valeria, dia sudah memiliki pekerjaan. “Halo, Kak. Kenapa?” Hanya bertengkar dengan Tegar, hubungan Sastra dan Mirea masih baik sampai sekarang. Tidak p

