Denting bel pintu dan ketukan yang menggema di ruang fajar. Hana terbangun dari pelukan Faten yang baru tertidur. Detak jantungnya berdegup kencang "Om, bangun," Hana menggoyang bahu Faten dengan lembut. "Ada orang." Faten mengerang, matanya terbuka meski terasa berat. Wajahnya yang tampan terlihat pucat. Suara ketukan semakin keras, seperti hendak mendobrak. "Faten! Buka pintu! Aku tahu kau di dalam!" Suara perempuan bernada tinggi dan berwibawa itu menembus pintu kayu. Suara yang sangat dikenali Faten, dan membuat darahnya terasa membeku. "Itu... Ibu," gumam Faten, duduk tegak. Sekejap, semua kantuknya hilang, digantikan oleh kewaspadaan. Ia melirik ke arah boks bayi, memastikan anaknya tidak terbangun, lalu menatap Hana. "Dan Rina." Gumamnya Hana memeluk tubuhnya sendiri dengan gem
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


