40

1644 Kata

Faten tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mempererat pelukannya, seperti ingin menyatukan kembali kepingan perasaan Hana yang sempat hancur. Kehangatan tubuh Faten perlahan mengusir sisa kedinginan dari air mata Hana. Perlahan, Faten merunduk, merasakan bibirnya di kening Hana dengan tekanan yang lama dan penuh kelembutan. Kecupan itu turun ke kelopak mata, lalu ke ujung hidung, sebelum akhirnya berhenti tepat di depan bibir Hana yang masih bergetar "Boleh aku mencintaimu lagi, Hana?" bisiknya, nafasnya terasa hangat di wajah Hana. Hana tidak menjawab "iya", namun jemarinya yang semula hanya memegang lengan Faten, kini perlahan merayap naik dan meremas bahu kokoh suaminya. Lelaki itu menarik nafas panjang berhenti sejenak menikmati aroma manis istrinya Faten memiringkan wajah, ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN