39

1095 Kata

Mobil melaju kencang meninggalkan kompleks kumuh Lampu jalan kota Jakarta menyinari wajah Hana yang basah. Bayi di pangkuannya mulai rewel, tangis kecilnya memecah keheningan tegang. Faten melirik sekilas, tangan kirinya menyentuh pipi Hana pelan, tapi Hana langsung menepisnya. "Jangan sentuh aku," gerutunya tegas, meski suaranya pecah. "Ini semua salah Om. Aku nggak punya tempat tinggal lagi." Faten menghela napas panjang, matanya tetap fokus ke jalan. "Aku punya rumah tempat baru untuk kita. Rumah di kawasan elit Pondok Indah. Aman, bersih, jauh dari orang-orang seperti itu. Ada kamar bayi lengkap, taman belakang, dan security 24 jam. Kamu dan Baby akan nyaman di sana." Hana terdiam, memeluk bayi lebih erat. Tak ada pilihan lain malam itu, hujan deras mulai turun, dan ia tahu tak bis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN