Saat romansa mulai terjalin serta suhu hangat Taran sampai di titik, Faten mulai turun mencium leher istrinya “Pak Faten!” Suara Pak Surya cukup keras terdengar dari arah pintu, “Astaga,” Faten mendengus sembari membuang nafas dengan kesal “Iya Pak Surya, sebentar,” ia Berjalan ke depan rumah lalu terlihatlah Pak Surya datang dengan rantang makanan bersama seorang gadis, “Pak Faten kenalkan ini putri saya,” Pak Surya menyenggol lengan putrinya Meski terlihat canggung gadis itu mengulurkan tangan berniat menjabat tangan Faten, “Nama saya Murni Mas,” gadis desa itu menunduk malu-malu. Faten meski bingung tapi berusaha ramah dengan membalas jabatan tangan Mba Murni “Saya Faten mba,” sejenak Faten melihat Pak Surya “Ada apa yah Pak?” Ini pandanganya fokus ke arah Pak Surya “Oh ini, saya

