29

1156 Kata

Faten masih gemetar berdiri di tengah ruang makan. Di ambang pintu berdiri Taran. Wajahnya yang pucat tadi kini memerah karena amarah yang tertahan "Tak jelas?" suara Taran melengking, menembus keheningan yang tiba-tiba. Ia melangkah turun "Siapa di sini yang sebenarnya tak jelas? Yang datang tanpa diundang, menguping pertengkaran suami istri, sedangkan status gue jelas istri anak anda?” Rina nyeletuk, "Istrinya? Istrinya yang baik tidak akan memisahkan suami dari keluarganya.” Ibu Faten langsung berdiri, dadaanya membusung. "Lihatlah sikapnya! Ini cara bicara kepada mertua?” "HAH?" Taran tertawa pendek, getir. "Mertua? Yang mana? Yang sejak awal menyambut saya dengan cibiran dan menyuruh anaknya meninggalkan gue? Yang menganggap gue gak setara? Yang mau anak kayak bikin mie instan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN