Diantar

1151 Kata
tepuk tangan bergemuruh seiring dinyalakan kembali lampu. mereka berdua lalu memisahkan diri. helena hanya bisa menampilkan senyum canggung lalu pergi ke balkon. " malam ini aku kenapa sih? tadi nabrak terus dansa sama orang yang aku tabrak tadi yang ternyata kakak sahabatku. " helena kesal sambil menghentakkan kakinya. kalau ada yang lihat pasti aneh dengan kelakuan helena. untungnya sepi. " tapi, aku tadi ketemu dion kan? pulang dari sini aku harus bicarain ini sama aling. " ucap helena berbisik mengingat pertemuannya tadi dengan dion. setidaknya ada hal menguntungkan dari pesta ini. ------------------------------------------------------------------------------------ Rangkaian pesta sudah selesai, saatnya tamu untuk pulang. Termasuk helena. “ tante, om, wilona dan semuanya aku pamit. “ pamit helena kepada semua yang tersisa di tempat itu. Hari sudah malam, sudah waktunya ia beristirahat. “ loh  ga akan nginep aja? “ tanya mamah sarah kepada helena. Mamah sarah langsung mendekati helena, membuat helena merasa tidak enak. “ lain kali aja tante aku nginep. “ ucap helena tersenyum meyakinkan “ ya sudah kalau keputusan kamu begitu. Nathan antar yah? “ ucap mamah sarah yang sepertinya khawatir helena pulang sendiri. “ ga usah tante. Aku gak mau ngerepotin. “ ucap helena cepat setelah melihat nathan yang menatapnya terus dari tadi. Helena tak mau berduaan dengan manusia itu. “ kali ini kamu gak bisa nolak. Tante  khawatir. “ kalau mamah sarah sudah berbicara seperti itu helena tak bisa menolak. Menolak pun percuma karena akhirnya sama. Memang keluarga ini semua pemaksa. “ oke tante “ putus helena dengan senyum masam. Tak terbayangkan akan seperti apa helena diantar oleh nathan. Nathan pun anehnya tidak menolak, dia diam saja dari tadi. “ kalau begitu helena pamit “ helena mencium tangan kedua orang tua wilona. Nathan berjalan di depannya menuntun ke arah mobilnya. Helena hanya bisa menunduk kesal. Dug Kepala helena menabrak punggung nathan yang berhenti berjalan. Helena akan mengusap jidatnya tapi nathan sudah melakukannya terlebih dahulu, nathan mengusap sambil meniup jidat helena. Helena terpaku melihat nathan sedekat itu, beberapa saat dia terpesona oleh nathan. “ sorry “ ucap nathan lalu dia memasuki mobilnya. Helena berjalan sambil memasang muka cengo. Mereka hanya diam selama perjalanan sampai tiba di depan rumah helena. Helena membuka sabuk pengaman dan langsung keluar sembari berterima kasih. “ terima kasih sudah mengantar “ ucap helena sembari membalikan badan akan memasuki rumah “ see you “ ucapan nathan yang samar di dengar helena. Apa maksudnya? Helena tak mau bertemu orang itu. “ kamu ketemu dion? “ tanya mario yang tiba-tiba datang membuat helena kaget. Helena mengelus d**a dan menghembbuskan nafas pelan. “ bisa gak sih gak datang tiba-tiba? “ omel helena sambil berkacak pinggang “ ya maaf. Jadi gimana tadi di pesta? “ tanya mario penasaran. Dia menuntun helena untuk duduk di sofa agar ngobrol lebih enak. Aling pun ternyata sudah ada di tempat itu. “ aku ketemu dion, dia sepertinya playboy. “ ucap aling mengingat pertemuannya bersama dion. Sudah terlihat dari kelakuannya tadi bahwa dion ini memang playboy. “ gimana cara kamu nemuin dia? “ kali ini aling lah yang berbicara. “ gak sengaja ketemu waktu dansa. Ternyata benar dia teman kakaknya wilona. “ ucap helena mulai serius “ jadi apa yang bisa kita lakukan selanjutnya. “ mario bertanya penasaran “ aku cuma mau dia mengakui kesalahannya di depanku dan merasakan patah hati. “ aling berkata penuh dendam. Pertama kalinya aling memasang wajah seperti itu. “ sepertinya aku tahu apa yang harus aku lakukan. “ helena kini mempunyai rencana untuk membalas perbuatan si dion itu. ------------------------------------------------------------------------------------------------- Hari ini helena berniat berkunjung ke rumah wilona, jarang sekali memang dia berkunjung ke rumah itu. Lagipula hari ini dia tidak mempunyai pekerjaan. Ting… tong… Helena hari memencet bel rumah wilona. Hari ini dia hanya berpakaian sederhana, hnaya Jeans dan kaos serta rambut diikat. “ helena ya ampun kok ga bilang hari ini bakal kesini. “ kebetulan sekali wilona yang membukakan pintu.  “ ayo masuk “ ajak wilona. Helena langsung duduk di sofa ruang tamu. “ sengaja aku kesini soalnya udah lama kita gak main. Kemarin kita ketemu di pesta cuma sebentar. “ ucap helena menjelaskan tujuan dia tiba-tiba mendatangi rumah wilona “ iya juga sih. Aku ambil cemilan dan buatin minum dulu yah. “ wilona langsung pergi ke dapur. Sepertinya pembantu di rumah itu sedang tidak ada, sebab biasanya wilona teriak bila ada sesuatu yang dibutuhkan. Helena yang tadinya melihat ke arah wilona kini kaget di depannya sudah ada nathan yang sepertinya akan berangkat kerja. Helena berusaha tak hiraukan keberadaan kakak sahabatnya itu. Nathan terus menatap helena dengan ekspresi datar andalannya, bila ditatap terus seperti itu tentu dia risih. “ jangan tatap aku kak “ ketus helena “ tidak ada larangan disini “ nathan menjawab dengan nada datar. Membuat helena menggerutu di dalam hati. Lebih baik helena menyusul wilona daripada bersama nathan. “ kok kamu nyusul kesini? “ wilona heran dengan kedatangan helena yang tiba-tiba dengan muka masam “ kakak kamu ngeselin baget sih, ganggu terus. “ ketus helena sambil melihat ke arah nathan di ruang tamu “ ganggu gimana? Kakak aku kan orangnya jarang ngomong. “ dahi wilona mengernyit terheran-heran dengan ucapan helena “ udah lah ga usah dibicarain lagi. Lagian kamu lama banget sih buat minuman doang. “ helena mengalihkan pembicaraan. Dia menyusun cemilan dan minuman ke nampan setelah itu membawanya diikuti wilona di belakangnya. Untuk saja nathan sudah pergi, jadi helena bisa leluasa. “ kemarin aku dansa sama lelaki namanya dion. Kamu tahu dia? “ helena tiba-tiba menanyakan hal itu di sela-sela acara nyemil mereka “ dia temennya kak nathan. Salah satu anak temen papah. “ ucap wilona “ menurut kamu dia orangnya gimana? “ tanya helena lebih dalam. Dia berharap semoga dapat sedikit informasi dari wilona “ kenapa kamu nanya kaya gitu? Ya setahu aku dia baik aja, emang sih suka banget godain perempuan gak kaya kak nathan yang kaku. “ ucap wilona “ kamu punya kontaknya dia? Boleh aku minta? “ helena langsung menanyakan kontak dion, entah apa yang sebenarnya menjadi rencananya “ aku gak punya, tapi kak nathan pasti punya. Nanti aku mintain ke kak nathan. “ wilona tak menanyakan hal lebih dalam karena tahu batasan. Dalam persahabatan memang tetap ada batasan pribadi, bila sahabat kita menanyakan pendapat baru kita berbicara tapi apabila dia tak berbicara apapun biarkan saja tak perlu terlalu kepo. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Seharian ini helena di rumah wilona, tak terasa hari sudah gelap dia akan pulang. “ wei aku pulang yah.” ucap helena sambil menenteng tas kecilnya dan berjalan keluar “ untuk apa kamu menanyakan kontak dion? “ ucap nathan yang tiba-tiba datang menuruni mobilnya menghampiri helena “ terserah aku mau dipakai apapun itu. Bukan urusan kamu. “ ucap helena santai. Kali ini dia akan berbicara biasa saja kepada nathan. “ takkan kuberikan “ nathan berbicara sambil melangkah memasuki rumah, meninggalkan helena di depan rumah sendiri. “ terserah “ setelah nathan masuk akhirnya helena bisa berbicara seperti itu. Nada ketus dengan ekspresi emosi. Percuma memang meminta kontak dion kepada nathan, hanya membuat emosi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN