pesta penyambutan

1047 Kata
sore ini helena sudah siap dengan gaun berwarna ungu selutut dengan lengan panjang. dia juga tak lupa merias diri dan menggunakan high heels serta tas senada. malam ini helena sangat berbeda. baju dan alat make up itu dikirimkan oleh sahabatnya, wilona tadi pagi. rupanya sahabatnya itu mengerti akan helena yang tak memiliki barang itu, sebab tak suka berpesta. soal riasan tentu saja mencari tutorial di internet. helena melangkah anggun menuju ke lantai 1 bersiap akan pergi. kemarin ia sudah berbicara dengan aling dan soal rencananya itu akan mereka lihat setelah acara itu selesai. tak mungkin kan langsung beraksi? helena massih punya otak untuk tidak mengacau di pesta kakak sashabatnya. laggipula helena masih belum dapat info jelas. tin.. tin rupanya jemputan sudah datang. ternyata sahabatnya seniat ini menyiapkan semuanya agar helena datang. " dengan mbak helena? " tanya sang supir sambil membungkuk hormat, terlalu berlebihan menurut helena tapi tak mau ambil pusing. " iyah. bapak supir yang disuruh wilona? " " iyah betul. mari masuk. " supir itu membukakan helena pintu. lantas helena pun masuk dan duduk dengan tenang. " supirku udah dateng kan? " tanya wilona di seberang telepon sana " udah. ga usah khawatir, ini aku lagi di jalan. sebentar lagi kayanya nyampe deh. " balas helena " oke bagus. see you helena." ucap wilona langsung mematikan telepon. inilah kebiasaanya selalu tiba-tiba menelpon dan selalu tiba-tiba matiin telpon, untung sahabat. memang tadi di perjalanan wilona menelpon tiba-tiba, padahal mereka akan bertemu. tak terasa helena sudah sampai di depan rumah wilona, memang rumah wilona ini sangat besar bahkan ruang tengah saja seperti aula. banyak mobil mewah, seperti yang terlihat dapat diduga tamu yang datang hanya kalangan atas dan tidak ada media. " terima kasih pak. " ucap helena sebelum mobil itu pergi. helena masih ingat sopan santun kepada yang lebih tua, apapun jabatannya tetap harus dihormati. helena melihat sekeliling dan memasuki tempat acara dengan anggun. banyak mata lelaki yang memperhatikannya. sebenarnya ia risih, namun ia ingat tujuannya datang ke tempat itu untuk sahabatnya. " helena " teriak wilona dari kejauhan. wilona berlari memakai gaun biru menjuntai semata kaki dengan lengan pendek, jangan tanya soal harga karena pastinya begitu mahal.  " akhirnya kamu datang juga. ya ampun kamu cantik banget sih. pantes tadi banyak lelaki yang ngeliatin kamu. " ucap wilona dengan penuh semangat " kamu juga cantik " ucap helena sambil tersenyum " aku tahu aku cantik. " percaya diri wilona " ayo temui keluargaku. mereka menunggu kamu, terutama mamah. " ajak wilona. helena tentu saja menurut karena ia bingung harus bagaimana. " mah helena udah dateng nih. " ucap wilona kepada sang mama yang sedang membelakangi mereka. mendengar suara anaknya sang mama langsung berbalik badan. " ya ampun kamu cantik banget. apa kabar? kok gak pernah main sih? mama kan kangen. " ucap mama wilona, sarah yang langsung memeluk helena begitu erat. memang helena sudah akrab dengan keluarga wilona makanya tidak canggung. " aku baik tante. tante juga sangat cantik. belakangan ini memang aku banyak kesibukan dan pindah rumah tante. " ucap helena sambil tersenyum. kehangatan mamaj sarah ini sangat membuat helena nyaman. " kapan kamu pindah? ya ampun kok ga ngasih tahu sih? " tanya mamah sarah " baru beberapa hari tante. " ucap helena " nanti kapan-kapan tante ke rumah kamu. " ucap mamah sarah antusias " boleh tante. " ucap helena tak kalah senang " banyak tamu yang harus tante sambut. kamu nikmati saja pestanya, tante pergi dulu. " pamit mamah sarah helena menatap mamah sarah pergi. lalu meihat ternyata wilona sudah tidak ada disisinya. dia pun melangkah ke tempat berjejernya makanan dan minuman. brak.. sebelum helena akan mengambil minum ia tak sengaja menumpahkan minuman seorang lelaki. dia mengeluarkan tisu untuk membersihkan noda di jas orang itu. " maaf " hanya kata itu yang helena terus katakan sambil membersihkan jas orang itu tak ada kata yang keluar dari mulut lelaki itu, bahkan langsung pergi begitu saja sebelum helena menatap wajah lelaki itu. helena cengo beberapa saat " ya ampun karena aku menunduk jadinya aku nabrak orang. " gumam helena yang kesal pada dirinya sendiri setelah sadar akan keterdiamannya beberapa saat yang lalu. lalu helena mengambil minum dengan wajah masam. acara pun dimulai sang mc membuka acara tersebut dilanjutkan sambutan ayah wilona, viktor. lalu naik lah kakak dari wilona yang bernama nathan. memang tampan seperti kata orang. helena terpesona beberapa saat dan terus menatapnya. sebuah kebetulan tiba-tiba natan menatap helena jug, terjadilah aksi tatap-tatapan beberapa saat sebelum helena memalingkan wajah. wajah helena sampai memerah dan pergi ke toilet. " dasar jomblo. lihat yang ganteng dikit udah memerah. " ucap helena sambil menatap dirinya di cermin. untung saja toilet itu kosong sehingga helena bisa leluasa berbicara tanpa ada gangguan. helena kembali ke  tempat acara. tak mungkin dia terus di toilet kan? setelah kembali dia dikejutkan dengan seseorang yang menariknya untuk berdansa. " kenapa kaget cantik? kenalkan namaku dion. " lelaki yang menariknya memperkenalkan diri sebagai dion. sebuah kebetulan? mungkin. helena diam tak menjawab pertanyaan dion. sampai waktunya pertukaran pasangan. " ternyata kamu gadis ceroboh. " bisik lelaki itu yang ternyata nathan " apa maksud kamu? " helena heran lelaki itu berbicara seperti itu " selain ceroboh ternyata kamu pelupa. padahal kejadiannya beberapa saat yang lalu. " nathan berbicara seperti mengejek helena " menabrak orang yang sedang minum. " lanjut nathan mengingatkan helena berpikir dan akhirnya ingat. dia tak tahu lelaki tadi adalah nathan. sungguh memalukan. " maaf " ucap helena sambil menunduk malu. lampu tiba-tiba mati berubah menyorot kepada nathan dan helena. sungguh ini sangat memalukan bagi helena. beda lagi dengan nathan yang sepertinya menikmati, terlihat dari wajahnya yang tenang. helena memang pandai menari jadi tidak memalukan unntuk diajak berdansa. ingat! helena adalah penggemar dongeng kerajaan, jadi sudah pasti dia belajar berdansa sambil berhalu. tepuk tangan bergemuruh seiring dinyalakan kembali lampu. mereka berdua lalu memisahkan diri. helena hanya bisa menampilkan senyum canggung lalu pergi ke balkon. " malam ini aku kenapa sih? tadi nabrak terus dansa sama orang yang aku tabrak tadi yang ternyata kakak sahabatku. " helena kesal sambil menghentakkan kakinya. kalau ada yang lihat pasti aneh dengan kelakuan helena. untungnya sepi. " tapi, aku tadi ketemu dion kan? pulang dari sini aku harus bicarain ini sama aling. " ucap helena berbisik mengingat pertemuannya tadi dengan dion. setidaknya ada hal menguntungkan dari pesta ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN