Baru saja bella menggijakan kakinya di tanah air kini dia sudah di sambut oleh deren tepat di depan pesawat pribadi keluarga bella melandas
Deren yang menyambut kedatangan bella langsung menghampiri bella tak segan-segan deren sampai berlari ke landasan pacu untuk menghampiri pujaan hatinya selama ini dan kini telah berubah menjadi calon istrinya.
Yah memang keluarga bella punya parkir pribadi untuk pesawat nya itu , orang kaya mah bebas
Bella menyipitkan matanya menatap deren dari ujung rambut hingga ujung kaki , pria tampan dengan tinggi 185an itu menjulang dengan badan tegap berisi yah bella tau deren sangat menjaga bentuk tubuh nya dengan rajin fitness untuk membentuk otot-otot di tubuhnya , tidak bisa di pungkiri bahwa deren sangat tampa tapi entah kenapa bella tak pernah tertarik pada pria di depannya ini
" Perjalanan mu pasti sangat melelahkan kan eemmm?" Deren meraih tubuh bella kepeluka nya dan mengelus lembut rambut bella
Risih sekali rasanya bella menerima perlakuan dari deren , ingin sekali bellae mendorong tubuh deren yang memeluknya secara tiba-tiba tapi bella ingin melihat sejauh mana deren berani menyentuh nya
" Ayo aku antar pulang " deren masih mengandeng bella menuntut nya ke arah mobil mereka
Bella melongo melihat deren yang ikut duduk di belakang bersamanya , bisanya deren selalu duduk di depan bersama supir , meski mereka sepupu tapi deren selalu profesional bagaimana pun dia adalah bahwa bella bila di kantor , dan yah mereka hanya akan 1 mobil bila ada acara kantor yang mengharuskan dia dan deren hadir bersama , untuk urusan pribadi bella tak pernah mau bersama deren , bella selalu menjaga jarak dengan deren dan keluarga nya , entak hanya prasangka bella saja apa memang benar keluarga dari almarhum sang mama memang matter dan gila harta
Bukan tanpa alasan bella berpikir demikian dulu saat mamanya masih ada bella sering melihat mama memberi banyak uang pada om seno , apalagi tante ratna selalu saja meminta perhiasan mama bahkan tas branded tak jarang tante ratna mama dari deren ini bawa pulang setiap kali main kerumahnya bella dulu , dan setelah mamanya tiada dan papa bella pergi begitu saja om seno langsung mengambil alih perusahaan, sampai akhirnya bella mengambil alih kembali setelah bella lulus pendidikan S2nya
" Kita mampir ke rumah dulu ya ? Mama sudah masak banyak buat kamu bel " dan bella masih diam saja mendengan panggilan bel dari deren bukan buk seperti biasa dia dengar saat di kantor
" Kenapa bel ? Kamu kok gak bersuara sih ? Mau kan singgah dulu ke rumah ku dulu eeemm? " Deren menang selalu bersikap lembut pada bella selama ini meski tak jarang bella menatap deren dengan sinis
Bella hanya mengangguk tanda setuju dengan permintaan deren , dan kembali bella memperhatikan deren ,
" Ternyata deren semakin tampan jika di lihat dari dekat begini , di luar sana pasti banyak wanita yang antre untuk mendapatkan deren tapi kenapa pria dewasa ini masih asik sendiri di umurnya yang sudah 30 tahun ini , apa dia segitu terobsesi nya padaku atau pada hartaku ?" Bella masih sibukkan dengan pikirannya sendiri sampai dahinya mengkerut
Deren yang merasa terus di tatap seperti di telanjangi oleh mata bella yang menatapnya penuh selidik entah apa yang ada dalam otak kecil calon istrinya ini dan deren hanya bisa tersenyum dan kembali merengkuh tubuh bella kedalam pelukannya , sebenarnya deren sangat was-was takut bella langsung murka dengan sikap lancang nya tapi kini deren tak akan mau melepas bella setelah papa bella mengabarkan bahwa bella telah bersedia menikah dengannya.
" Apa yang sedang otak kecilmu pikirkan ? Apapun itu hanya satu yang perlu kamu tahu kalau setelah ini aku yang akan selalu menjagamu di sini " deren semakin mengeratkan pelukannya dan mencium sekilas rambut bella hanya sekilas takut bila bella benar-benar murka bila deren bertindak terlalu jauh
Sedangkan bella yang kini jatuh dalam pelukan deren masih anteng bersandar di d**a bidang deren aroma mint parfum deren sangat menenangkan , bella tak membalas pelukan deren tapi juga tak menolak nya
" Kamu tau bel aku sangat senang saat om Robert mengatakan bahwa kamu mau menikahi dengan ku " terang deren , binar kebahagiaan benar-benar menghiasi wajah tampan nya sayang bella yang masih bersandar pada d**a deren tak bisa melihat itu
" Apa yang membuat mu sangat senang menikah dengan ku ?" Inggin sekali bella menanyakan itu tapi pertanyaannya itu hanya tertahan sampai di tenggorokan bella dan urung bella utarakan
Bella masih enggan membuka pembicaraan dengan deren untuk sementara biar deren yang berusaha mendekatinya
Bella mulai sadar dengan posisi mereka yang sangat intim membuat bella berlahan menjauhkan diri dari deren dan mengambil headphone nya berusaha mengabaikan deren kembali entah kenapa bella merasa deren sangat cerewet hari ini
Sebenarnya tadi bella hampir saja terlelap dalam pelukan deren entah karena kelelahan atau karena posisinya yang nyaman tapi tak jadi karena celotehan deren yang sangat menggangu menanyakan hal-hal yang tak penting
Handphone bella yang baru menyala langsung bergetar hebat banyak notifikasi baru masuk , bagai mana tidak bella telah mematikan handphone pribadinya selama ada di Amerika hanya handphone kerja yang aktif dan yang tau nomer itu hanya para asisten kepercayaan jadi selama bella menghilang hanya para asisten yang bisa menghubungi nya
Banyak sekali panggilan tak terjawab dari teman-teman nya dan banyak chart-chart pribadi yang paling mencuri perhatian bella ada grup sosialita labil yah itu adalah grup bella and the geng
Banyak sekali yang di bahas disana selama bella tak aktif dari membahas persiapan pertunangan nita sampai foto-foto teman-teman bella yang sedang mencoba baju seragam yang telah bella siapkan , bella hanya bisa senyum-senyum sendiri membaca celotehan dari teman-teman nya yang bella anggap lucu bella tau teman-teman nya pasti sangat kesal karena bella menghilang di saat yang sangat penting seperti ini
Belum habis bella membaca semua chart dalam grup nya kini panggil video dalam grup langsung menggetarkan handphone bella kembali , tanpa pikir panjang bella langsung menggeser tombol hijau itu ke atas , langsung saja bella mendapat semprotan dari teman-teman nya yang telah muncul di layar
" Beeeellllaaaaaaa lo kemana aja sih ????" Terik diana paling histeris
" Iya nih lo gilang gitu aja selepas gue dari butik lo kemaren , lo gak marah kan soal gue bilang...." Ucapan nita terhenti saat bella memperlihatkan deren ada di sebelah nya , tentu saja bella tau apa maksud omongan nita, jujur saja bella pun sempet kesal pada nita saat nita dengan entengnya bilang harus lupain anak nya dan bahkan menyebut anak bella sebagai aib
nita langsung menutup mulutnya karena takut keceplosan di hadapan orang lain soal rahasia besar bella beda dengan tiga teman bella yang lain makin histeris melihat sahabatnya yang dingin ini kini malah berada dalam dekapan pria super tampan , yah tanpa bella sadari tangan deren masih di pinggang bella meski sudah tak memeluk bella lagi tapi posisi mereka masih sangat dekat bahkan menempel tanpa jarak.