Setelah melalui perdebatan panjang dengan niko dan papanya akhirnya kini bella memilih kembali ke Indonesia.
Bella harus segera kembali guna menghadiri acara pertunangan nita , meski dengan berat hati , sejujurnya bella belum ikhlas melepas devan untuk sahabat sendiri , tapi bella sadar kalau dirinya juga tak berhak atas devan, tak ada yang bisa bella lakukan selain merelakan cinta yang bella tunggu selama 10 tahun , cinta gila yang hanya bella yang merasakan nya
Tak lupa juga bella harus menyelesaikan pekerjaan nya disi juga , yah memang tujuannya kesini bukan hanya sebuah pelarian semata memang ada pekerjaan disini yang mengharuskan bella terbang jauh-jauh kesini
Niko sempat menentang kepulauan bella karena niko kini benar-benar inggin menjaga tuan putrinya dari dekat dia merasa sudah sangat jauh dari adik kesayangannya ini .
Tapi bella tetap ngotot untuk pulang , bahkan dia menerima pernikahan yang akan di atur sang papa , sebenarnya bella pun sudah sempat protes pada papanya soal pernikahan nya dengan deren tapi papanya kekeh akan menikahkan bella dengan deren.
Sama seperti solusi niko bella boleh tidak menikah asal tinggal di sini , dan menyerahkan semuanya yang di Indonesia ke keluarga deren ,
karena menurut papanya usaha yang ada di Indonesia itu juga ada hak om seno selaku kakak iparnya , jika bukan karena dia dulu menikah dengan mamanya anak-anak maka dia tak akan membangun usaha di Indonesia jadi dengan kata lain usahanya di Indonesia sudah papanya berikan pada keluarga almarhum istrinya
" Tapi pa usaha dan bisnis yang bella bangun sendiri tak ada hak keluarga mama " protes bella
" Akan jadi hak mereka juga bila kamu menikah dengan deren " sungguh enteng penuturan papanya memberikan harta yang sebanyak itu seakan tak ada beban
" Dan buat apa bella menikah hanya untuk menyerahkan harta saja "
" Timbal balik harus selalu ada kita beri mereka harta dan mereka memberikan kesetiaan pada kita " papa bela mengelus lembut rambut putri semata wayangnya itu , dia sangat mencintai putrinya ini dia sanggup memberikan apapun bahkan nyawanya untuk kebahagiaan putrinya ini apalagi hanya harta yang bisa dia cari kembali
Keterbatasan nya yang membuat dia mengambil keputusan ini , papa bella sangat khawatir dengan putrinya ini , sejujurnya dia tak ingin mengekang sang anak tapi makin kesini kekhawatiran nya makin menjadi , bagaimana tidak di umur putrinya yang sudah sangat matang masih saja asik sendiri jangankan menikah memiliki kekasih pun tak pernah , dia takut anaknya akan terus memilih sendiri sedangkan dia tinggal sendiri di negara yang sangat jauh darinya.
Kepergian sang istri membuatnya sangat terpukul membuat trauma tersendiri bagi nya kenangan indah di negara asal sang istri menjadi semakin menyakitkan bila di kenang itulah yang membuatnya tak mau lagi menggijakan kakinya di Indonesia lagi bahkan hanya untuk sekedar menjenguk putrinya atau mengunjungi makam istri tercinta tidak pernah dia lakukan, ketakutannya terlalu besar
" Apa kebahagiaan ku sudah tak penting lagi buat papa ?" Bella menatap sendu papanya
"Apa yang bisa membuat mu bahagia ? Hidup sendiri selamanya di negara yang jauh itu ? Kenapa kamu terlalu keras kepala ? " Bella seketika bungkam , menahan gundah di d**a nya
" Jika kamu tak bahagia dengan pernikahan ini setidaknya kamu tak sendiri di sana masih ada kemungkinan kamu bahagia nanti ketimbang hidup sendiri selamanya , papa tanya apa kamu bahagia dengan kesendirian mu ? Apa selamanya kamu ingin terkurung dalam fantasi mu sendiri semuanya akan indah pada waktunya ? Itu tak masuk akal bella jika kamu tak memulai tak akan tau akhirnya sayang " sungguh papa bella tak mengerti kenapa anaknya tetap kekeuh tinggal di Indonesia sendiri harunya dia ikut dengannya dan niko kesini jadi dia tak perlu repot-repot memaksa anaknya menikah
" Tapi jika bella menikah dan tak bahagia apa boleh bella mengakhiri nya?"
" Coba dulu dan kamu akan tau hasilnya , tak ada orang tua yang menginginkan anaknya menderita , apalagi papa ! Kamu tau papa sangat menyayangi mu " yah bella tau akan cinta papanya untuk dirinya tak seharusnya dia meragukan itu
" Baik lah akan akan bella coba" akhirnya bella menuruti keinginan sang papa
Toh bella tak akan bisa bersama dengan orang yang di cintainya yaitu devan
Mungkin sudah saatnya dia melangkahkan maju , berhenti terkurung dalam bayangan masalalu , kini devan sudah bahagia dengan nita , saatnya bella pun mencari kebahagiaan nya sendiri , menikahi deren tak buruk juga , selama ini deren tetap baik dan memperlakukan nya dengan lembut , terlepas dari motifnya yang lain bella percaya jika kasih sayang dari keluarga almarhum sang mama benar-benar ada
" Baiklah bella mari kita coba buka hati untuk deren " gumang bella dalam hati
Dan mulai melanjutkan langkahnya meningkatkan mansion milik keluarga smith dan menuju Indonesia.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di sebuah villa yang masih sangat asri , di sebuah kawasan perbukitan yang tak jauh dari kediaman keluarga Miller , villa yang ada di balik perbukitan itu sangat tersembunyi hanya devan dan orang-orang kepercayaannya yang tau , bahkan orang tua devan pun tak tau , tempat ini selalu menjadi tempat devan menangkan diri bila sedang ada masalah yang melibatkan dirinya dan mamani yang tak pernah bisa di tentang.
Seperti saat ini dia sangat geram dengan ulah mamanya yang membiarkan nita tinggal di apartemen nya bahkan mengunakan kamarnya
Devan sangat tak suka jika barang-barang nya di sentuh orang lain , dan kini devan merasa susah tak memiliki privasi lagi kawasan pribadinya telah di jajah oleh nita , dan itu membuat devan mulai ilfil dengan nita , devan pikir nita wanita dewasa dan pengertian tapi nyatanya nita sama saja dengan wanita lain yang ego dan mau selalu di turuti.
Devan menghela nafas panjang saat melihat handphone nya terus bergetar panggilan dari mamanya dan nita terus saja masuk dan devan mengabaikannya
Devan tau dua wanita yang beda generasi itu menghubungi nya untuk apa , tentu saja untuk memastikan konsinyasi sekarang karena devan sudah kabur ketempat ini sejak 3 hari lalu bahkan melakukan pekerjaan hanya lewat online dan tak datang ke perusahaannya, devan mulai malas berurusan dengan nita , dia pasti akan mendesaknya lagi
Devan tak akan mau dikekang oleh siapapun bahkan jika itu orang tua nya , devan akan berdebat bila dia merasa benar , dan untuk kasus sekarang devan tak bisa merasa benar sepenuhnya , wajar saja nita terus mengejarnya seperti sekarang , wnita mana yang mau ditinggal setelah di telanjangi meski tak terjadi sesuatu tapi tetap saja devan merasa bersalah sesuatu itu pasti terjadi bila saja devan normal ,dan bahkan pertunangan sudah di depan mata , tapi devan juga geram ternyata nita sangat pemaksa membuat devan mulai bingbang untuk melanjutkan pertunangan ini atau tidak , waktu berpikir devan tak banyak besok sore dia sudah harus bertunangan dengan nita