PKL 05:44 korea selatan
Bandar Udara Internasional seoul.

enam gadis muda berpakaian serba hitam dengan kaca mata hitamnya telah sampai seoul dengan selamat.
Ah ralat! Tidak semua dari keenam gadis itu mengenakan atribut gelap, lihatlah salah satu gadis manis yang menyeret koper pink miliknya.
Mereka menyeret koper masing masing dengan enam warna berbeda.
" Eonni Rae apakah soul semenarik ini ? " Nam Andri berbisik pelan ke salah satu gadis di sampingnya dengan mata yang memandang takjub.
"Kau ingin aku menjawab apa Andri?"
Lee Raena yang di tanya melempar balik sebuah pertanyaan.
"CK! sudah kuduga bertanya kepada mu tak akan mendapatkan hasil manis"
Raena terkekeh mendengar andri menggerutu pelan namun masih bisa di dengar.
" Andri bodoh-_- kenapa kau repot repot bertanya ke Gadis menyebalkan ini, kau hanya akan merasa kesal."
" kau benar eonni rain dia sangat menyebalkan huh! "
Orang yang sedang di bicarakan mengedikan bahunya acuh.
" Cepat lah lanjutkan nanti obrolan kalian yang tidak bermutu "
* * *
Kini mereka telah sampai di markas besar kediaman nyonya kang.
terlihat jelas oleh mereka berenam rumah ini di penuhi para penjaga yang bermuka kaku.
Mobil mereka kini bahkan belum di bukakan gerbang. Ke-enam gadis itu mendengus menandakan mereka cukup lelah di dalam mobil.
Tak tahan terus berlama lama di dalam mobil gadis yang tertua membuka suara.
" YAK PAK SUPIR SIALAN! APA KAU Ingin MEMBUAT p****t KAMI KEBAS DUDUK DI SINI LAMA LAMA! "
Suara Rhiza menggema di dalam mobil. terlihat jelas sang supir terkejut bukan main.
"Maaf nona tapi nyonya kang meminta saya hanya mengantar sampai gerbang"
Seketika wajah mereka ber enam begitu dingin dengan muka datar menatap sang supir.
Rihza mendesis menatap supir dengan galak.
" kenapa kau tak bilang dari tadi sialan!! "
Supir yang ditatap hanya bisa menelan ludah gugup.
"M maaf ku kira nona nona sudah tau"
"Ok lupakan ayo cepat keluar, disini Pengap aku lelah" Alya gadis manis itu mengibaskan rambutnya yang sengaja di gerai.
Mereka keluar dari mobil menuju bagasi mengambil koper masing masing. Lalu berjalan menuju gerbang yang terlihat di jaga dua orang penjaga bertubuh kekar.
Tak ingin membuang waktu lama lama, Andri terlihat berjalan mendahului ke 5 sahabatnya itu lalu secepat kilat memberikan totokan kepada dua leher penjaga itu.
Setelah itu bisa di lihat dua penjaga itu menegang tak bisa menggerakkan badan nya dan bibirnya.
"Aku tak ingin membuang waktu lagi dengan harus ditanyakan hal² yang menyebalkan"
Lihatlah gadis polos yang sangat polos itu sangat handal dalam membuat orang lumpuh dalam beberapa jam ke depan penjaga itu tak akan bisa menggerakan tubuh maupun berbicara.
Kelima gadis yang menyaksikan sahabatnya itu tersenyum mengejek kepada penjaga yg kini seperti patung hanya bisa menggerakan mata nya yang seperti menyumpah serapahi andri.
tap
tap
tap
Lima meter di depan sana terlihat penjaga yang menatap tanda tanya kepada mereka.
Kali ini Raena berjalan mendahului sahabatnya. Melihat itu mereka tersentak kaget dan segera ingin menyusul Rae sebelum leher para penjaga itu patah, namun yang mereka dapati kini Rae menunjukkan sebuah kartu, kartu yang hanya di miliki orang-orang terpenting di kelompok ini
tentu saja kami berenam memiliki nya.
" huh kupikir kau ingin menghajar mereka rae "Fiyan terkekeh menepuk pelan pundak Rae.
"Tidak, aku tak berselera"
Mereka semua kini telah duduk menunggu kedatangan nyonya kang. Setelah melihatkan kartu mereka masing masing para penjaga tadi langsung tunduk hormat kepada mereka dan segera mengantarkan mereka keruangan yang di tempati mereka sekarang.
tak
tak
tak
Suara sepatu terdengar mengalihkan perhatian mereka ke sumber suara . Dan ya!,benar saja nyonya kang telah sampai dengan senyum mengembang di wajah nya. Dia tak sendiri, ada dua orang di belakang nya.
"Wellcome back girl"
***
Ke-enam gadis itu menatap bingung kang lidya di hadapannya yang tengah duduk bersama dua wanita. Yang satu terlihat sangat muda dan yang satu terlihat lebih tua ketimbang eonni lidya.tatapan mereka jauh terlihat normal dari tatapan penuh tanda tanya yang di lemparkan ke enam gadis itu.
"Aku tau kalian pasti ingin bertanya siapa mereka, aku akan memperkenalkan nya kepada kalian" Terlihat sekali lidya sangat bersemangat saat ingin mengenalkan mereka.
"Lee Sofie, umurnya 28 tahun seorang dosen, sahabat dekat ku, dia yang akan membantuku melihat kalian di kampus nanti" Terlihat keterkejutan dari iris masing masing gadis itu. salah satu dari mereka ingin angkat bicara.
"Tunggu jangan menyela ku anak anak"
Sontak saja nam andri yang hendak bertanya mengurungkan niat nya.
"Kalian akan melanjutkan pendidikan kalian.kalian terlalu larut dengan pekerjaan kalian sampai melupakan pendidikan kalian.tak ada penolakan untuk itu sayang." Lidya menarik nafas lalu beralih dengan gadis muda yg dari tadi menjadi pusat perhatian keenam gadis itu. "Dan ini dia perkenalkan Hwang win win, dia akan menjadi bagian dari kalian, sama seperti kalian dia sudah menjalani pelatihan khusus dan sudah mendapatkan kartu resminya, aku harap kalian menerimanya dengan baik dia gadis pintar"
Setelah menjelaskan semuanya mereka hanya mengangguk pasrah soal mereka harus jadi mahasiswi.tak ada pilihan lain, mereka juga tak terlalu sibuk dengan pekerjaan karana pekerjaan datang di saat ada yang mencari mereka.
Mereka menginap di rumah kang lidya karna dia bersikeras tak membiarkan mereka pulang.