1. Awalan
Bissmillahirrahmanirrahim
Kriinggg ....
Jam Wekker berbunyi menandakan bahwa waktu menunjukkan pukul 06:30. Sang empunya hanya menggeliat dalam selimut tebalnya. Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Namun, pemilik kamar tidak menyadari jika waktu sudah pagi. Dia malah menutup badan rapat dengan selimut putihnya. Enggan untuk bangun pagi hari.
Kriiinggg ...
Sekali lagi jam yang berada di samping tempat tidurnya berbunyi. Dia mendengus kesal, lalu buka selimutnya untuk mematikan jam wekker itu. Saat dia melihat jam menunjukkan pukul 07:05, matanya terbelalak kaget.
"Mati! Gue kesiangan. Arghhh!" ucapnya lantas menuju kamar mandi. Dia hanya mencuci muka dan menggosok giginya. Setelah selesai, ia memakai seragam sekolah.
Di hari pertama masa pengenalan sekolah atau biasa kita sebut MOS, malah malah kesiangan.
Dia menuruni anak tangga dengan cepat, sampai di meja makan terlihat kedua orang tua sedang duduk di kursi.
"Selamat pagi Ma!" sapanya saat orang tuanya menatapnya. Dia duduk didekat Mamanya.
"Ma, kayaknya aku sarapan di Sekolah aja. Soalnya udah kesiangan," kata Zafira sembari memasukkan kotak bekal yang memang sudah di sediakan oleh Mamanya.
"Loh, Za--" belum sempat memulai perkataannya, Helena - sang Mama terpotong oleh perkataan Zafira.
"Aku pergi dulu Ma, Pa. Dah ..." ucap Zafira sambil berlari keluar rumah.
Mama dan Papanya hanya bisa menggelengkan kepala.
"Dasar tuh yah anak, nggak pernah berubah. Anak Papa tuh tingkahnya."
"Anak kamu juga Ma, kita bikin berdua," protes Fajar - Papa Zafira tak terima.
Ya, dia adalah Zafira Adelia Herlambang. Gadis yang baru saja memasuki sekolah menengah atas. Hari ini adalah hari dimana sekolah pengenalan masa lingkungan sekolah alias MOS.
Di hari pertama sekolah dia sudah telat, bagaimana jika nanti setiap hari dia masuk kelas? Pastinya dia akan mengambil hukuman.
Zafira anak satu-satunya dari Fajar Herlambang dan Helena Herlambang. Dia adalah putri pewaris tunggal Herlambang. Papanya seorang direktur utama di Perusahaan Herlambang Corp. Karena itu, dari kecil Zafira hidup berkecukupan. Ingin apapun selalu dapat apa yang dia inginkan. Dan kemarin, dia ingin dibelikan mobil mewah, papanya langsung membelikannya.
Padahal umurnya masih belum cukup untuk memiliki SIM. Tapi dia memaksakan dirinya untuk menyetir sendiri.
Saat ini, Zafira mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sudah terlambat masuk ke sekolah. Mengingat ini adalah hari pertama masuk sekolah, dia terus menginjak pedal gasnya.
Sesampainya di gerbang sekolah SMA Pelita Harapan, dia turun dari mobil karena pintu gerbang sudah tertutup. Dia berharap bisa masuk dan mengikuti MOS sampai selesai. Dia melirik jam yang ada ditangannya. 07:35 menit, dia terlambat hanya 35 menit. Semoga saja dia bisa mendapat izin dari pak Satpamnya.
"Pak, bukain gerbangnya dong!" pinta Zafira pada satpam bernama Joko.
"Maaf neng, ini sudah jam masuk. Mendingan neng pulang lagi aja," kata satpam itu menyuruh Zafira pulang.
Tidak, Zafira tidak akan pulang. Dia harus merayu satpam ini.
"Pak, ayo dong bolehin saya masuk. Ya, ya ... nanti saya kasih uang buat bapak," kata Zafira sambil mengeluarkan uang ratusan ribu dari sakunya.
Satpam bernama Joko itu seketika diam menatap Zafira dengan menggambarkan wajahnya. Dengan berat hati, Joko membukakan pintu gerbangnya.
Terima kasih Pak, ini uang buat bapak, "kata Zafira tersenyum penuh kemenangan. Dia lantas memasukkan mobilnya, lalu dia memarkirkan mobilnya.
Untung saja dia dibolehkan masuk, jika tidak habis dia kena omel mama dan papanya.
Gue Zafira. Anak orang yang paling kaya sejagat raya. Gue adalah putri pewaris tunggal di keluarga Herlambang. Papa gue seorang Direktur Utama di Perusahaan Herlambang Corp. Sedangkan Mama gue seorang ibu rumah tangga.
***