8. Maaf, Zahra

1086 Kata
Bissmillahirrahmanirrahim "Ternyata benar, mencintai sendirian itu sangat menyakitkan. Terlebih, dia tidak mencintai kita." -Zahra Naomi- Hijrah Bersamamu ~ *** Kini, tiba waktunya di pemilihan osis baru. Semua anggota osis termasuk Zakki sebagai ketua mendampingi para anggota untuk menyusun acara agar tetap berjalan lancar. Satrio — anggota yang ditunjuk Zakki untuk menjadi Ketua osis baru sedang mempersiapkan visi dan misinya. Sedangkan anggota yang dipilih untuk mencalonkan ketua dan wakil ketua sedang sibuk mempersiapkan visi dan misi mereka. Zakki dan Zahra sedang duduk di teras depan ruang osis, karena mereka adalah ketua dan wakil dalam pemilihan osis ini. Bisa dibilang mereka adalah senior untuk adik-adik kelasnya. Ada beberapa siswa atau pun siswi kelas 12 yang memang sudah menjadi senior, mereka hanya membantu menyiapkan susunan acara. Ada yang menjadi MC atau pembawa acara, ada yang sebagai pendamping calon kandidat. Semuanya sudah diberikan tugas masing-masing. Sedari tadi dia hanya diam tak Berbicara apapun, meski bicara hanya seperlunya saja. Zakki menjadi bingung sendiri. Dia bingung mengapa Zahra lebih banyak diam. Biasanya Zahra yang paling sering menyuarakan pendapatnya atau pun termudahnya. Kini, Zahra menjadi pendiam. “Zahra ...” panggil Zakki sambil melirik Zahra yang sedang menunduk. Namun, Zahra hanya diam tak menjawab. “Aku minta maaf karena sudah menolak kamu,” kata Zakki membuat Zahra mendongakkan kepalanya. Ada rasa malu karena sudah ditolak Zakki. Namun, dia berusaha menutupi rasa malu itu. “Kamu nggak salah Zak, aku yang salah. Aku salah karena sudah menaruh hati padamu, ”kata Zahra menahan tangisnya. Ya Allah ... jangan sampai nangis! Bisiknya dalam hati. Zahra kuat, pasti dia bisa menahan air matanya agar tak luruh. Namun, tanpa disangka udara matanya telah jatuh melewati pipinya. Zahra langsung Kemudian, dia menatap Zakki. “Maaf Zakki ... karena aku dengan lancangnya membahasakan kalo aku mencintaimu. Sejujurnya, aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri Zak, sejak pertama kali aku kenal sama kamu, hati aku sudah mulai mengagumimu. Tapi aku sadar, kalau ini bukan hanya terhubung kagum, tapi lebih dari kagum. ” Zakki masih mendengarkan penjelasan Zahra. Dia juga kasihan terhadap Zahra, karena sudah menolak cintanya. Tapi dia tak bisa apa-apa. Dia juga tak bisa membohongi perasaannya sendiri, bahwa Zakki tak memiliki perasaan apapun. Hanya sahabat, tidak lebih. “Memang benar yah, mencintai sendirian itu menyakitkan. Terlebih, orang itu tidak mencintai kita, ”lanjut Zahra. Zakki menatap Zahra dengan tatapan tak bisa diartikan. Ada rasa iba dalam hatinya, tapi Zakki nggak bisa apa-apa. Mata Zahra mengatakan bahwa memang dia mencintai Zakki. Tak ada suatu kebohongan dari tatapan itu, Zakki melihatnya. “Maaf…” kata Zakki lirih. Hanya kata 'maaf' yang saat ini Zakki mampu ucapkan. Sebab, dia juga tidak bisa memaksakan hatinya. Karena dia telah dihuni oleh gadis lain. Bukan Zahra, tapi Zafira. Iya, hati Zakki tertuju pada Zafira. Gadis yang memiliki banyak gaya namun mampu membuat Zakki luluh akan hatinya. “Maaf kalau aku menyakiti hatimu, Zahra. Aku nggak bisa paksain hatiku untukmu. Karena dihatiku ada seseorang yang membuat hidupku lebih berwarna, ”kata Zakki sambil menatap ke depan. Zahra yang mendengar itu, tangisannya kini kencang. “Hiks ... siapa gadis itu Zak? Siapa? Apa boleh aku menjadi satu-satunya wanita yang kamu cintai? Apa yang perlu aku mengubah diriku untuk menjadi wanita yang kamu cintai? ” dengan isak tangisnya, Zahra tetap ingin menjadi satu-satunya wanita yang ada dihati Zakki. “Kamu tidak perlu menjadi orang lain, cukup jadi dirimu sendiri. Karena aku juga tidak bisa memaksakan hatiku untukmu, dan ingat, jangan menjadi orang lain, karena kamu ingin dicintai. Tapi, jadilah dirimu sendiri, agar orang itu mencintai kamu apa adanya. ” *** Zafira baru saja menghafalkan visi dan misi untuk berpidato nanti saat acara pemilihan osis. Sebenarnya dia sangat malu, tapi harus bisa berbicara didepan banyak orang. Dia dan geng CCM-nya sedang berkumpul di dalam kelasnya. “Guys, pilih si Zaza yah, semoga dia bisa terpilih menjadi ketua osis baru,” ucap Fanny yang tengah berdiri didepan layaknya memberi tahu bahwa mereka harus memilih Zafira. “Iya, kalian semua harus pilih Zaza sebagai ketua osis tahun ini yah. Gue yakin kok, dia bisa jadi ketua. Dan ... gue Aurel mau kalian pilih Zafira nanti pas acaranya dimulai oke, ”kata Aurel menambahkan perkataan Fanny. Sedangkan Sindy, dia sedang duduk di samping Zafira. “Pastinya dong, kita bakal pilih Zaza sebagai ketua. Ya, nggak? ” sambung Sindy. “Iya dong, hidup Zaza!” seru anak-anak Ipa 2. “Eh, neng Zaza teh mau mencalonkan ketua osisna?” tanya Bambang teman sekelas Zafira. “Iya, Bambang,” jawab Zafira ketus. “Neng Zaza, nggak mau mencalonkan sebagai calon istri aa Bambang, gitu?” tanya Bambang yang membuat anak-anak sekelas bersorak ria. “Huuuuhhh ... mimpi lu Bambang!” Kata Raya yang juga teman sekelasnya Zafira. “Dasar Buambang! Kagak jelas lu, ngimpi Woi ngimpi punya calon kayak Zafira mah, ”sambung Wahyu. Anak-anak kelas 12 Ipa 2 memang menyukai Bambang, karena Bambang dikenal dengan sebutan 'cowok Modus'. Siapapun pasti akan dia modus in. “Gapapa atuh ih, kan mimpi bisa jadi nyata. Iya Nggak neng Zaza? ” tanya Bambang sambil menaikkan alisnya. Zafira yang melihat itu sendiri. “Ih ... ogah yah gue punya calon suami kek lo! Mending gue sama kak Bayu, ”balas Zafira ogah. “Iya Za, lu pantas kok, sama Kak Bayu. Lo cantik terus kak Bayunya ganteng. Nggak kayak si Bambang, dekil dan kumelnya, ”sambung Raya. Dia memang tidak suka Bambang sejak masa orientasi sekolah. “Eh Jalan Raya, lu nggak usah ikut campur deh,” kata Bambang tak terima. “Kalo gue mau ikut campur, lo mau apa? Hah ?! ” Raya menggebrak mejanya. Sedangkan Bambang, ketakutan kala Raya menggebrak meja dengan kuat. Raya ini siswi tomboi di kelas 12 Ipa 2. “Eh .. eh, ada Pak Basri tuh,” kata salah satu teman sekelasnya. Dan benar, Pak Basri sudah ada didepan pintu. Beliau menyaksikan gelombang antara Bambang dan Raya. “Sudah ributnya?” tanya Pak Basri yang telah memasuki kelas. Semua anak-anak kelas Ipa 2 hanya diam. Sebab, mereka sudah tahu kalau wali kelasnya dikenal dengan guru killer, alias galak. “Sekali lagi bapak mendengar kelas ini berisik, bapak akan hukum kalian sekelas,” kata Pak Basri dengan nada mengancam. Lalu, beliau beranjak dari kelas. “Elo sih, dasar Buambang!” kata Wahyu dengan suara keras. “Apaan? Lo nyalahin gue? ” Bambang tidak terima, dia menggebrak mejanya. “Oh, masih mau berantem yah?” sahut Pak Basri dari luar jendela. Beliau mengintip dari luar jendela. “Eh bapak nggak Pak. Kita nggak berantem kok, yah nggak Le? ” kata Bambang yang memanggil Wahyu dengan sebutan 'Gele' sambil menyengir. Wahyu mengangguk cepat agar tak mendapatkan hukuman. Iya, pak! Saat Pak Basri tak menampakkan hidungnya lagi, beliau benar-benar sudah pergi dari area kelas 12 Ipa 2. Akhirnya, semua murid yang ada di dalam kelas bernafas lega, karena tidak mendapat izin. Ini semua gara-gara Bambang. Dia paling sok jagoan, tapi takut dengan Raya yang notabenenya adalah perempuan. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN