"Ih jangan diem gitu dong Na." "Siapa yang diem? Dari tadi aku gerakin jari aku main game." jawab Diana dengan mata yang fokus ke layar ponsel. "Jangan dengerin kata Karina. Dia cuma mau bikin kamu cemburu." Diana menoleh ke arah Keyro dan menaikkan alisnya. "Apa sih? Aku biasa aja." jawab Diana. Biasa aja kalo di depan kamu. Lanjutnya dalam hati. Keyro menghela napas dan melajukan pelan mobilnya, setelah makan mereka habis, Diana meminta untuk segera pulang dan Keyro tidak bisa menolaknya karena Diana beralasan kalau Ibu Kikan meminta untuk membantunya. Sebenarnya Diana tidak fokus dengan ponselnya dia memikirkan kata-kata wanita yang tadi berada di depannya itu, dan mengingat kejadian tadi. "Loh Karl?" "Hai Kar. Sama siapa?" tanya Keyro. "Sendiri. Abis meeting tadi sama perusa

